Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

mencoba Bersyukur

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."     * * * * *   Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya da...

Jilbab

ini copast dari   Ustadz Abdullah, Berjilbab, Apakah Harus Hatinya Dulu?.. Pertanyaan Dan Jawabannya. Pertanyaan: Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ustadz Abdullah, Penjelasan apa yang kiranya "tepat&mengena" ketika kita dihadapkan dengan sodara muslim kita (pr) pd khususnya yg berkata demikian : " lebih baik dijilbabin dulu hatinya,dibenerin dulu,baru deh nanti jilbab'an . Lha daripada nanti copat-copot, kan kasian juga Islam jadi jelek di mata orang. Blablabla..." gitu ustadz. Saya berharap, nanti ..sapa tahu kalau akhwat-akhwat di seantero Indonesia tercinta ini ketemu orang yg demikian bisa ditegur dengan nasehat/wejangan yang "pas " yang ustadz kasih :). Jazakalloh. Jawaban: Waalaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya yang setia sampai hari kiamat, amma ba’du; Saudaraku –Barokalloh ...

Bunda

Tiada habis waktuku mengingatmu … Sejak aku berada dalam gulita di rahim-mu… Kau belai aku penuh kasih saying Aku rela membagi setengah nafasmu … setengah nutrisimu… setengah hidup mu…. Untuk ku…untuk ku… Kau tabah meski setiap [agi kau tersiksa dengan morning sick yang sungguh memualkan Tapi kau tetep sabar … Dan kau menikmmatinya… Bunda… Tiada henti aku mendoakan mu.. Ternyata aku belom berhenti menyusahkan mu… Saat kau harus hadapi kenakalandmi kenakalam yang tlah kulakukan… Mulai dari mengotori lantai, mncoret-coter tembok,, bah kan memecahkan vas bunga kesayangan Namun, sekali lagi kau akan tetap mengeluh Karena yang ada saat ini hanyalah berjuta pengertian … Oh sungguh beribu,.. berjuta…bermillyar… bahkan tak terhitung lagi kasih sayangyang kau curahkan… Bunda …. Betapa seluruh waktu hidupmu kan kau korbankan untuk ku.. Tiada lagi yang selalu kau katakana selain : ya habibati… la tusyrik billah..