Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Bapak :)

Bapak Panggilan yang biasa aku sebut kepada beliau yang sudah berumur separuh abad. Bapak yang selalu membimbingku dan mendidiku. Mulai umur 13-22  aku hidup bersama bapak di malang. Beliau adalah orang yang luar biasa di mataku. Tidak pernah marah, tidak pernah mengeluh dan bertanggung jawab. Hal pertama yang menyentuh ku adalah ketika bapak membelikanku mukenah pas awal aku mengikuti agamanya, maklum dulu sejak kecil aku di besarkan bersama ibu dan nenekku yang notabene beragama non islam, konon katanya dulu eyangku sakit-sakitan terus dibabtis, habis itu selang beberapa hari langsung sembuh, dan akhirnya makin kental aja ajaran agama itu. Ya sudah sekarang berlanjut nomongin bapakuku tercinta. Setelah itu ketika aku memakai jilbab pun langsung aku dibelikan 3 jilbab, masih teringat warnanya hijau tosca, coklat dan kuning. Mungkin dibenak bapak merasa bahagia aku telah berhijab. Bapakku orangnya pekerja keras, selalu memberi nafkah untuk keluarganya. Sering aku dan bapa...

bingung -_-''

Gundah gulana, bingung, ragu, takut campur aduk… benar itu yang sekarang aku rasakan, detik demi detik waktu pun terus berlalu, dan pasti hari bersejarah itu akan tiba. Dalam hati ku yang paling dalam memang masih ada ketakutan dan keraguan, saran dari seorang temanku supaya aku beristikharah, sampai hati berasa mantap. Banyak yang ada dibenakku, aku berfikir, apakah nantinya setelah menikah aku bisa jalan-jalan menjelajah alam yang notabene itu merupakan hobiku dari dulu, apakah masih bisa jalan-jalan bersama-teman temanku, menginap di rumah teman dll. Dan apakah aku masih boleh bekerja untuk bisa menambah pundi-pundi keuangan keluarga dan memanfaatkan ilmu yang aku dapat selama dibangku kuliah. Hmmm itu lah ranjau-ranjau yang memenuhi otakku sampai detik ini. Sebenarnya aku faham dan tau bahwa islam itu memuliakan wanita, pintu-pintu surge terbuka lebar bagi wanita yang taat beriman pada allah dan suaminya. Mengikuti perintah suami dan membahagiakannya. Tapi gimana ya ,, ya all...

pagi cerah

teringat kata teman ''skripsi itu untuk dikerjakan bukan difikirkan kalau difikirkan bikin galau'' mulai dari situlah motivasi menyelesaikan tugas akhir ini kembali membara. selain itu juga motivasi untuk segera berkumpul dengan ibu, menemani ibu yang sendiri di rumah sana, dan tidak membebani bapak dengan selalu diberi uang jalan ke kampus setiap minggu, dan segera memikirkan, menyiapkan diri untuk melengkapi dien. yaa, aku harus segera menyelesaikan tugas akhir ini demi orang-orang yang aku cintai, dan melangkahkan kaki untuk yang lebih jauh lagi demi masa depan yang bahagia. semangat ^_^ sabtu, 8 september 2012