Bapak Panggilan yang biasa aku sebut kepada beliau yang sudah berumur separuh abad. Bapak yang selalu membimbingku dan mendidiku. Mulai umur 13-22 aku hidup bersama bapak di malang. Beliau adalah orang yang luar biasa di mataku. Tidak pernah marah, tidak pernah mengeluh dan bertanggung jawab. Hal pertama yang menyentuh ku adalah ketika bapak membelikanku mukenah pas awal aku mengikuti agamanya, maklum dulu sejak kecil aku di besarkan bersama ibu dan nenekku yang notabene beragama non islam, konon katanya dulu eyangku sakit-sakitan terus dibabtis, habis itu selang beberapa hari langsung sembuh, dan akhirnya makin kental aja ajaran agama itu. Ya sudah sekarang berlanjut nomongin bapakuku tercinta. Setelah itu ketika aku memakai jilbab pun langsung aku dibelikan 3 jilbab, masih teringat warnanya hijau tosca, coklat dan kuning. Mungkin dibenak bapak merasa bahagia aku telah berhijab. Bapakku orangnya pekerja keras, selalu memberi nafkah untuk keluarganya. Sering aku dan bapa...
Rinai-rinai cerita kehidupan