Bapak
Panggilan yang biasa aku sebut kepada beliau yang sudah
berumur separuh abad. Bapak yang selalu membimbingku dan mendidiku. Mulai umur
13-22 aku hidup bersama bapak di malang.
Beliau adalah orang yang luar biasa di mataku. Tidak pernah
marah, tidak pernah mengeluh dan bertanggung jawab. Hal pertama yang menyentuh
ku adalah ketika bapak membelikanku mukenah pas awal aku mengikuti agamanya,
maklum dulu sejak kecil aku di besarkan bersama ibu dan nenekku yang notabene
beragama non islam, konon katanya dulu eyangku sakit-sakitan terus dibabtis,
habis itu selang beberapa hari langsung sembuh, dan akhirnya makin kental aja
ajaran agama itu.
Ya sudah sekarang berlanjut nomongin bapakuku tercinta. Setelah
itu ketika aku memakai jilbab pun langsung aku dibelikan 3 jilbab, masih
teringat warnanya hijau tosca, coklat dan kuning. Mungkin dibenak bapak merasa
bahagia aku telah berhijab.
Bapakku orangnya pekerja keras, selalu memberi nafkah untuk
keluarganya. Sering aku dan bapak cerita tentang masa depan, keinginan bapak
saat ini aku segera lulus S.KH dan menikah walau blm koass tidak apa-apa. Sebenarnya
aku juga mau-mau aja, tapi aku tidak mau suami ku nanti aku tinggal ke
mana-mana, kasian pengantin baru udah di tinggal koas.
Kemarin aku tanya kenapa bapak selalu menyuruh menyegerakan,
karena bapak melihat aku sudah menjadi perempuan dewasa yang sudah sepantasnya
untuk menikah.
Tapi aku menolak dengan sopan santun, dan alkhirnya bapak
mengerti apa yang aku bicarakan dan alasanku.
Bapak selalu membawakanku oleh-oleh setiap pergi tugas ke
luar kota, tidak pernah tidak, selalu mengerti kebutuhan putrinya. Selain itu
juga ketika dalam keseharian kalau aku terlihat sibuk, bapak mengerti klo aku
sedang sibuk dan baju-bajunya di bawa sendiri ke laundry, beliau tidak pernah
menyuruhku untuk mencuci, beliau mungkin mengerti aku sedang sibuk dan tidak
ada waktu untuk mencucikan bajunya. Tetapi kalau sedang keliahatn longgar ya
aku cuciin bajunya beliau.
Terkadang aku brfikir apakah aku sudah membahagiakan bapak?
membuat bangga dan bermakna dalam hidupnya mempunyai anak seperti aku? Itulah
yang memotivasi dalam hidupku untuk menjadi yang lebih baik. doaku selalu aku
panjatkan untuk kedua orangtuaku.
Ridha allah, ridha orang tua.
Yah itulah sekelumit cerita tentang bapak
Semoga kita bisa ber
birrul walidain aamiin J
Komentar
Posting Komentar