Langsung ke konten utama

Al Quran adalah Inspirasiku


Al-Quran adalah Inspirasiku
 Agamaku yang aku anut sekarang adalah islam. Islam mempunyai kitap suci yaitu Al Quran, didalamnya terdiri dari 30 juz, 114 surat. Dan surat-surat di dalam Al Quran tersebut turun di mekkah dan madinah. Surat yang turun di mekkah disebut makkiyyah dan turun di madinah disebut Madaniyyah.

Sejujurnya aku baru mengenal Al Quran 4 tahun ini, padahal sudah sejak lama aku menganut agama ini. Iya kalau di hitung sudah 8 tahunan. Pernahkah kita berfikir bawasanya tulisan dan kalam-kalam ALLAH itu merupakan jawaban segala pertanyaan setiap permasalahan di dunia  ini. Subhanallah

Sungguh aku merasakan ada hal yang beda ketika dulu pertama aku mendengar bacaan Al Quran, enak di dengar, membuat hati adem dan tenang. Alunan ayat suci itu begitu menggetarkan hati. Dari Al Quran aku belajar tentang kehidupan. Ternyata kehidupan ini tidak abadi, yang abadi hanyalah akherat.  Mengapa kita berobsesi untuk mengejar kebahagiaan dunia tetapi terkadang melupakan akherat yg nantinya menjadi rumah abadi kita.

Semua ayat dan tafsir di Al Quran menyentuh jiwa. Jiwa-jiwa yang haus akan ketenangan dan kebahagiaan seperti yang aku alami dulu. Banyak ayat yang mengantarkanku ke keadaan yang seperti ini. Mulai dari surat al ikhlas yang menjelaskan bahwa allah itu Esa hanya satu. kemudian hanya allah tempat segala meminta dan allah tidak beranak dan tidak diperanakan. Sungguh ini merupakan suatu ayat yang menjelaskan dan ini pula yang menjawab segala pertanyaanku saat sebelum aku menganut agama islam. Sungguh iman islam itu sangat-sangat luar biasa. Tak bisa di ungkapkan oleh kata-kata. Bersyukurlah kita dilahirkan dalam cahaya dan naungan islam, islam itu indah, semakin ku mencintai dan mendekatkan diri ini pada-Nya.

Kemudian semakin aku ingin mengetahui isi dari Al Quran, saat membaca ayat di salah satu surah ali imran aku menemukan ini “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19),  “Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)

Masyallah, aku seperti dilahirkan kembali kedunia ini. Menjadi anak kecil yang tidak tau apa-apa dan ingin tau tentang kebenaran.
Kalau aku boleh menyimpulkan bahwa hidup itu ada 2 yaitu hidup yang dilahiran menjadi bayi yang suci dan baru mengenal iman islam.

Ketika aku membaca kalam-kalam illahi, rasanya ingin membaca terus-menerus dari ayat satu bersambung ke ayat ayat berikutnya, tidak tau kenapa, ada rasa penasaran untuk mempelajari dan memahami isi Al Quran dan dari hati kecil yang paling dalam aku ingin mengamalkan, tapi ya sedikit-sedikit, aku ini baru belajar. Nah suatu ketika aku juga ditempa permasalahan dalam keluarga. Kemudian tak sengaja menemukan ayat yang artinya ‘’ allah tidak membebani seseorang sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala dari amal yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari dosa yang dikerjanya (QS Al-Baqarah (2): 286)

Kemudian perintah memakai jilbab bagi kaum perempuan muslim, yang di jelaskan dalam  Al Quran surat al Ahzaab ayat 59, dan surat an Nuur ayat 31. Kelak setiap diri pasti akan mempertanggungjawabkan tentang apa yg telah diketahuinya, apa pun yg telah sampai kepadanya. Cerita tentang awal memakai hijab telah aku tulis kemarin.
Lagi-lagi aku menyebut ‘’subhanallah’’ hati dan fikiranku menjadi tenang dan berhusnuzon, janji allah itu pasti.

Sangat unik dan terang penjelasan. Tak ada sisi abu-abu dalam penjelasan kalam Illahi ini.
Begitu juga ketika aku membaca biografi Rasululloh dan buku tentang siroh nabawi, subhanallah, lagi dan lagi aku menyebut nama Allah, betapa besar perjuangan rasul allah ini, nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabat, berperang demi membela islam, membela agama. Sungguh besar keimanan, terkadang aku membaca buku tersebut sampai menitihkan airmata, airmata haru bercampur sedih. Haru dengan tindakan-tindakan pembelaan islam, kemenangan islam, sedih karena aku malu, malu pada diri sendiri, belum bisa berbuat banyak untuk agamaku, astagfirullahaladzim. Dan itulah yang memicuku untuk bersemangat memperdalam ilmu agama islam, serta memperbaiki diri menjadi muslimah yang bertahtakan kemuliaan seperti khadijah ra., Fatimah, aisiyah,.aamiin.  

Memang terkadang naik turun iman selalu aku rasakan, tapi Alhamdulillah adikku dan teman-teman  dalam lingkar dakwah, Murrobi yang selalu menyemangatiku dan hal itu yang membuat aku semakin yakin dalam keislamanku.
Al Quran adalah buku panduan terbaik, paling baik sebagai kehidupan didunia dan di akherat.


Sabtu, 7 Agustus 2012
Ramadhan 
Batu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...