Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2012

Dunia Anak

Bahagiaku dengan duniaku Aku menikmati dan mensyukuri hari-hariku, jika aku ingin bercengkarama dengan nenek dan kakek, aku bisa mengunjungi mereka d panti jompo, seru sekali rasanya main bercerita bersama mereka, klo mau berbagi keceriaan aku bisa bersama anak-anak di lingkungan rumahku, aldo, jeni, andri, gilang, dkk. Jika ingin meluapkan isi hati, aku bisa menulis. Sungguh allah telah memberiku kenikmatan kenikmatan tak terhingga. Disini aku ingin bercerita tantang anak didikku, aldo anak kelas 2 SD, yang telah ditinggal pergi ibunya dan tinggal bersama kakak dan bapaknya saja di rumah. Selalu terlihat riang dan santun, tapi yang namanya anak-anak ya sedikit nakala lah ya J Jenny, anak berkulit hitam manis ini selalui riang dan gembira, tapi kalau belajar matematika mood mnya menjadi jelek dan tak semangat. Memang dia tak suka belajar matematika, nah inilah tantangan bagiku menunjukan bagidia kalau matematika itu pelajaran yang asyik dan menyenangkan, namun sampai saat i...

Terimakasih

Terimakasih engkau telah menjagaku dengan caramu. Ketika banyak orang beranggapan ingin menjaga orang yang disayanginya dengan selalu bertanya dimana dan sms atau telpon,  tidak dengan dirimu. Menjagaku dengan doamu, menitipkan seselip doa untukku melewati Tuhan Menjagaku dengan tidak pernah ingin tau aktivitasku atau tidak dengan sms setiap saat Menjagaku dengan tidak jalan berdua, walaupun kesempatan itu ada. Menjagaku dengan tak pernah menyentuhku,  cincin yang engkau beripun tak engkau pakaikan langsung ke jemariku melainkan memberikan ketika engkau mengkhitbahku sebagai tanda ikatan menuju ‘’ikrar’’ itu Menjagaku dengan selalu mengingatkanku untuk membaca buku tentang keakhwatan dan ummahat Aku tau hal itu bukan karena engkau tak mencintaiku, tapi engkau takut pada Tuhanmu dengan menjaga hati dan sikapmu sebelum ikrar perjanjian itu terucap. Semoga kita selalu itiqomah dalam menjaga diri masing-masing sampai janji itu terucap setelah  saat itu ...

Cermin Diri

Cermin diri Memantaskan diri dihadapanNYA Banyak orang bilang, ‘’jodoh kita itu ya cerminan diri kita sendiri’’ jadi kalau ingin mendapat jodoh yang kita inginkan, misal; baik, bertanggung jawab, agamanya kuat, pintar dan bagus membaca al quran maka kita juga harus bisa berusaha seperti itu. Nah, kalau kata tanteku yang udah punya anak 4, pernikahaan itu berbeda dengan masa-masa pacaran, pacaran itu kebohongan belaka, muncul sifat aslinya setelah pernikahan. Katanya dulu si Om orangnya keren dan terpandang klo diluar, tapi klo didlm rumah ngebuat tanteku illfeel. Hehe… Ini masih ngelanjutin pernyataan tanteku ya, tugas seorang istri itu afdolnya menjadi ibu rumah tangga, mendidik dan membina anak-anak menjadi generasi penerus yang rabbani. Kalau bapak-ibunya ga jelas, dan tidak mengerti agama mau jadi apa anaknya. Jangan sekali-kali menitipkan anak di tempat penitipan anak, baby sister ato apa lah itu, pendidikan agama bagi anak balita sampai umur 14 tahun itu masih ...