Bahagiaku
dengan duniaku
Aku
menikmati dan mensyukuri hari-hariku, jika aku ingin bercengkarama dengan nenek
dan kakek, aku bisa mengunjungi mereka d panti jompo, seru sekali rasanya main
bercerita bersama mereka, klo mau berbagi keceriaan aku bisa bersama anak-anak
di lingkungan rumahku, aldo, jeni, andri, gilang, dkk.
Jika
ingin meluapkan isi hati, aku bisa menulis. Sungguh allah telah memberiku
kenikmatan kenikmatan tak terhingga.
Disini
aku ingin bercerita tantang anak didikku, aldo anak kelas 2 SD, yang telah
ditinggal pergi ibunya dan tinggal bersama kakak dan bapaknya saja di rumah.
Selalu terlihat riang dan santun, tapi yang namanya anak-anak ya sedikit nakala
lah ya J
Jenny,
anak berkulit hitam manis ini selalui riang dan gembira, tapi kalau belajar
matematika mood mnya menjadi jelek dan tak semangat. Memang dia tak suka
belajar matematika, nah inilah tantangan bagiku menunjukan bagidia kalau
matematika itu pelajaran yang asyik dan menyenangkan, namun sampai saat ini
belum terlihat hasil yang memuaskan.
Dani,
anak pendiam nan lembut hatinya, bapaknya sudah meninggal dan ibunya menikah
lagi dengan lelaki lain. Sampai sekarang dani tidak pernah mau berbicara dengan
ayah barunya itu, entahlah, aku tak tau alasannya, dia selalu diam, diam dan diam
jika kutanya. Suatu saat ketika ku sendiri dengannya dan dia Tanya padaku,
‘’aku tak tau sislisah keluargaku mba, ibu ku selalu taka da waktu untukku,
selalu bekerja, aku kangen ayah mba’’ jawabku dengan menahan air mata’’dani,
ayah dani udah di surga, jadi dani tenang aja, dani harus berdoa trus agar ayah
disurga selalu senyum untuk dani, kalau kangen coba deh pejamkan mata dani, dan
bayangkan wajah ayah dnegan senyumnya,’’ diapun terdiam dan melakukan apa yang
aku bilang kedia tadi tiba-tiba aku melihat airmata menetes di pipinya,
subhnallah,..
Okee
selanjutnya, Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara. mereka hanya tinggal
bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah
kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun
dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan
kakaknya tasya berumur 14 tahun duduk dibangku kelas 2 SMP. Sehari-hari tasya
memasak untuk adik-adiknya sepulang sekolah, dan mereka terlihat sangat rukun
dalam menjaga rumah, tak pernah terlihat bertengkar, palingan kalo bertengkar
hanya masalah kecil dan selalu tasya yang mengalah. Dan bila dan yepta selalu
berangkat sekolah bareng-bareng, kalo sore aku sering melihat mereka selalu
bersih-bersih rumah bareng, selalu tersenyum dan tidak pernah ada raut
kesedihan di wajah mereka. Walau ibu dan ayah mereka sudah berpisah dan mereka
hanya tinggal sendiri tanpa kedua orangtuanya. Dan aku pun membayangkan jika
aku seperti mereka, di masa anak2 harus ditinggal pergi orangtuanya dan
masa-masa dimana menginginkan kasih sayang keluarga, mereka tak mendapatkan
itu. Begitu kuat batin mereka, subhanalloh.
Ketika
belajar dirumah, mereka selalu bercerita
sambil menangis karena kangen dengan ibunya, cerita tentang teman-temannya, dan
permasalahan remaja dan anak-anak,
Tapi
sekarang sekitar 1 bulan yang lalu, mereka berpindah rumah, ikut di rumah
tantenya di Surabaya, mereka semua anak-anak yang tabah, pinter dan rajin,
tasya selalu cepat menangkap apa yang aku jelaskan, dan yepta begitu pintar
dalam bidang matematika J.
Aku kangen mereka, kangen saaat curhat, cerita tentang cita-cita, dan maen
setiap sore di depan rumahku.
Nah,
cerita selanjutnya adalah rasya dan doni, 2 bersaudara doni kelas 5 dan rasya
kelas 1, rasya anaknya imut-imut, lucu, pendiam, sedangkan doni anaknya
cerewet, selalu pingin tau dan semangat belajar J
Sejak
3/4 tahun yang lalu mereka ditinggal ibunya pergi bekerja ke singapura, dan
mereka berdua sekarang tinggal bersama ayah dan neneknya. Selanjutnya adalah gilang, dan hana, hmm
mereka juga 2 bersaudara, kehidupan keluarga mereka cukup sederhana dan
terlihat bahagia. Tetapi gilang ini
mempunyai rasa malas yang luar biasa, dia selalu mengganggu teman-temannya
disaat temannya sedang mengerjakan tugas yang aku beri, dan tidak mau
mengerjakan setelah 15 menit belajar. Mungkin jenuh kali ya,., dasar anak-anak J
Masih
ada lagi si afre, nanta dan diva, anak-anak yang rajin.
Dari
anak-anak aku belajar kesabaran, kejujuran, ketabahan di tengah kegalauan
keluarganya untuk tetap semanga tmenuntut ilmu di sekolah. Lucu sih kadang,
kalau lagi jenuh, bercengkrama dengan mereka, melihat tingkah polah mereka,
beban di fikiran hilang dalam sekejap. J
Kadang
aku juga merenung, mereka yang masih anak-anak saja sudah mengalami kejadian
seperti itu otomatis mental mereka lebih dewasa J
kenapa aku yang sudah berumur 22 tahun, kadang masih mengeluh, hmm kuncinyaa
adalah kesabaran dan ikhlas dalam menghadapi hidup J
semangat. Ku berharap mimpi dan cita mereka tercapai dan selalu dalam kebahagiaan di hidupnya amiin. trimakasih buat adik-adiku yang selama ini sudah mengisi hari-hariku di tengah kejenuhan J
semangat. Ku berharap mimpi dan cita mereka tercapai dan selalu dalam kebahagiaan di hidupnya amiin. trimakasih buat adik-adiku yang selama ini sudah mengisi hari-hariku di tengah kejenuhan J
Salam
sayangku buat adik-adikku tersayangJ
Komentar
Posting Komentar