Cermin
diri
Memantaskan diri
dihadapanNYA
Banyak orang bilang,
‘’jodoh kita itu ya cerminan diri kita sendiri’’ jadi kalau ingin mendapat
jodoh yang kita inginkan, misal; baik, bertanggung jawab, agamanya kuat, pintar
dan bagus membaca al quran maka kita juga harus bisa berusaha seperti itu.
Nah, kalau kata tanteku
yang udah punya anak 4, pernikahaan itu berbeda dengan masa-masa pacaran,
pacaran itu kebohongan belaka, muncul sifat aslinya setelah pernikahan. Katanya
dulu si Om orangnya keren dan terpandang klo diluar, tapi klo didlm rumah
ngebuat tanteku illfeel. Hehe…
Ini masih ngelanjutin
pernyataan tanteku ya, tugas seorang istri itu afdolnya menjadi ibu rumah
tangga, mendidik dan membina anak-anak menjadi generasi penerus yang rabbani.
Kalau bapak-ibunya ga
jelas, dan tidak mengerti agama mau jadi apa anaknya. Jangan sekali-kali
menitipkan anak di tempat penitipan anak, baby sister ato apa lah itu,
pendidikan agama bagi anak balita sampai umur 14 tahun itu masih tanggungjawab
orangtua. Nah nati setelah umur 14 ke atas boleh deh dimasukin ke pondokan atau
pesantren untuk memperoleh ilmu agama yang lebih luas.
Katanya budhe2ku dan
tanteku, sebuah pernikahan itu adalah awal kehidupan baru, dari nol. Pasangan
suami istri harus mempersatukan kembali visi dan misi masing-masing pribadi,
karena sudah tidak sendiri lagi, tidak boleh egois, kalaupun ada permasalahan
maka harus segera diselesaikan dan harus ada yang mengalah, setelah mengalah
luangkan waktu untuk merenung sejenak sebagai intropeksi diri, kalau kata budhe
juga, jika suami mu nanti pulang ke rumah kmu harus membukakan pintu dengan
wajah tersenyum. walaupun ada masalah di tempat kerja, pasti melihat senyum
istri dan anak-anak dirumah gairah semangat pun akan muncul kembali.
Jika suamimu pulang kerumah,
diam dan terlihat kebingungan, jangan tanyakan kenapa.. atau ingin tahu
walaupun seorang istri ingin tau banget. Diamkan sejenak dan beri waktu suamimu
untuk menyendiri, sediakan makan dan minuman yang dia sukai dimeja makan,
karena seorang lelaki tak mau urusannya selalu diikut campuri, mereka perlu
waktu untuk menyelasikannya sendiri dan yakinlah pasti suamimu akan dapat
menyelesaikan permasalahnnya, nah setelah sang suami diam, pasti nanti setelah
menemukan jwabana permasalahan, pasti akan bicara pada sang istri, itulah
saatnya kamu dengarkan dan jika diminta masukan, kau harus beri masukan yang
logis, realistis dan baik.
Selain itu juga, yg
terpenting dlm rumah tangga yaitu Cinta dan Kepercayaab. yah seperti itulah petuah-petuah yang
diberikan budhe-budhe dan tanteku.
Oia, seorang perempuan itu
harus bisa memasak, kalaupun skg belum bisa, wajib baginya belajar memasak,
karena masakan ibu atau seorang istri itu walaupun sederhana akan membuat hati
suami dan anak-anak bahagia. Jadi bahagiakan dan tunjukan rasa cintamu kepada
anak-anak dan suamimu melalui masakanmu
Ini nih yang bikin aku blm
siap sampai sekarang, hehhe belum bisa masak masakan yang enak, duh bingung,
tapi insyallah mulai dari sekarang mencoba eksperimen masak2an walau hasilnya
kadang begitu mengecewakan haha :P
Sebenarnya petuah-petuah
ibu, budhe dan tanteku kemarin ketika
aku pulang, banyak sekali tak cukup hanya ditulis, ini aku tulis cuma yang
sekrianya penting untuk di share kan aja
Nah, sudah taukan
kuncinya, yaitu memantaskan diri, memperbaiki diri, insyallah pasti nanti kita
dipertemukan dengan jodoh kita disaat yang tepat. Aamiin karena menikah adalah media dimana rasa
cintanya itu dilebur menjadi sebuah ketaatan, kepatuhan, dan kesetiaan.
Sabtu, 27 oktober
2012
Komentar
Posting Komentar