Langsung ke konten utama

mengertilah


Mengertilah

Ibu, kami mempunyai impian-impian yang harus kami capai saat ini, dan sampai hari itu datang, aku memang tak ingin mengecewakanmu tapi mengertilah posisi kami, dimana kami masih ingin berjalan sendiri-sendiri untuk meraih impian demi masa depan. Dan suatu saat nanti di waktu kami bersatu kami sudah meraih impian kami masing-masing dan meneruskan impian kami berdua yang kami jadikan satu.
Bukan kami tidak ingin menurut keinginan ibu, tapi memang kami saat ini belum siap menjalaninya. Belum siap jika kami harus tinggal terpisah, belum siap jika harus tinggal berjauhan berbeda negara, dan mengertilah aku belum siap meninggalkan bapak sendiri di rumah nantinya, sungguh aku masih berat meninggalkan bapak, ibu maafkan aku, aku masih ingin mengabdikan diriku untukmu dan untuk ayah. Dia juga masih ingin menempuh studi dan masih ingin mempersiapkan diri sebagai calon imam yang baik yang dapat membawaku ke JANNAH NYA….Mengertilah ibu,,, dan maafkan anakmu ini… aku sudah mencoba berkomunikasi, dan dia mengerti, dia juga sama seperti aku, ingin meraih impian dan melanjutkan studinya dulu.
Maafkan keegoisan anak-anakmu ini…
Maafkan … mengertilah ibu…

Tertanda : S & I

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...