Mengertilah
Ibu, kami mempunyai impian-impian yang
harus kami capai saat ini, dan sampai hari itu datang, aku memang tak ingin
mengecewakanmu tapi mengertilah posisi kami, dimana kami masih ingin berjalan
sendiri-sendiri untuk meraih impian demi masa depan. Dan suatu saat nanti di
waktu kami bersatu kami sudah meraih impian kami masing-masing dan meneruskan
impian kami berdua yang kami jadikan satu.
Bukan kami tidak ingin menurut keinginan
ibu, tapi memang kami saat ini belum siap menjalaninya. Belum siap jika kami
harus tinggal terpisah, belum siap jika harus tinggal berjauhan berbeda negara,
dan mengertilah aku belum siap meninggalkan bapak sendiri di rumah nantinya,
sungguh aku masih berat meninggalkan bapak, ibu maafkan aku, aku masih ingin
mengabdikan diriku untukmu dan untuk ayah. Dia juga masih ingin menempuh studi
dan masih ingin mempersiapkan diri sebagai calon imam yang baik yang dapat
membawaku ke JANNAH NYA….Mengertilah ibu,,, dan maafkan anakmu ini… aku sudah
mencoba berkomunikasi, dan dia mengerti, dia juga sama seperti aku, ingin
meraih impian dan melanjutkan studinya dulu.
Maafkan keegoisan anak-anakmu ini…
Maafkan … mengertilah ibu…
Tertanda : S & I
Komentar
Posting Komentar