Langsung ke konten utama

sibuk kah?

memang beberapa bulan ini saya menjalani rutinitas yang berbeda daripada sebelum-sebelumnya (koass), istilahnya menuju fase yang selanjutnya (red: bekerja) 
kemana aja sil? sibuk ya?
saya pun selalu menjawab... hmmm enggak juga sih, cuma belum bisa membagi waktu dengan tepat. hahaha, *ini masih single lho, belum lagi kalau punya buntut alias anak, dan suami yang harus di urus. 
dengar kata sibuk, rasanya gimana gitu, saya sendiri pun tak pernah mau dibilang menjadi orang ''sibuk''. tapi memang sayanya saja yang kurang bisa memprioritaskan pekerjaan, waktu alias masih dengan mudah terjangkit virus 'malas'
hehe :P 
target bulan ini menulis buku yang beberapa tahun lalu masih tertunda, padahal harusnya bulan ini, tapiii.... entahlah haha... penyakit malas ini jauh lebih besar... 
saya sadar saya salah, ada saja alasan yang saya buat sendiri, 
hmm...harus ke kampus dari pagi sampai sore, jika ada tugas yang lain, di tunjuk ikut kepanitiaan di kampus, kalau sore nglinik, ngajar Teater, les b. inggris, ikut griya quran ( belajar baca tulis al Quran dari dasar, tahsin dll), tiap minggu juga berbagi dengan adik-adik panti, adik adik yayasan, dan di komunitas KLIK, hehe

mau update di blog tiap hari juga tak pernah sempat,,, ''ga sempat''
sahabat saya yang selalu mengingatkan ''sil, heh,,,cepet di tulis, ntar tak bantuin edit-edit''
tapi sayanya yang terlampau malas -__-
ada aja asalnnya 
''aku capek e,... hehe seharian di luar rumah, ke rumah ya ingin istriahat''
''ngerjain kerjaan kampus''
''hmm aku lagi ingin menikmati real-life aja,,, dan ingin merasakan jadi perempuan karir, sebelum saya menikah..''mumpung single'' hahhaa''''
dan masih banyak alasan lagi....
tapi sebenarnya ada waktu sih kalau di luangkan dan di sempatkan, namun sayanya saja yang kurang meluangkan waktu untuk menulis''

Terakhir nulis, saya langsung update status “Butuh 10.000 jam terbang untuk menjadi penulis profesional.” Eh.. besok-besoknya malah melempem nulisnya sampai akhirnya ngga nulis-nulis lagi. Jadi teringat Q.S Al-Ankabut ayat 2. Allah akan menguji setiap perkataan yang kita ucapkan, menguji komitmen kita.

pada diri sendiri aja masih belum bisa komitmen apalagi ke pada orang lain. 

saya hanya ingin memproitaskan apa yang menurut saya lebih penting.
karena dalam ''kepentingan'' juga ada sebuah pilihan, 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...