Langsung ke konten utama

hanya ingin bercerita....

jika seandainya bukan dia orang yang kau harapkan hadir menemani hidup, 
dan selalu ada dalam setiap doa, apa yang akan kau katakan??

jika seandainya bukan dia, orang yang selalu kau impikan akhlaknya,
untuk menemani setiap inci langkahmu, apa yang kau lakukan?

jika seandainya bukan dia, meskipun sudah jauh dalam berproses, yang tinggal menunggu waktu bersatu, apa yang akan kau rasakan? 

rencana hanya tinggal rencana... 
memang Allah Maha Berkehendak, dan Maha Pembolak - balik hati setiap manusia,

pun juga, mungkin saja, semua proses sudah di jalani, mulai dari taaruf, lamaran dan menuju pernikahan, tapi,,, siapa sangka jika hanya tinggal 1 langkah saja semua rencana yang telah direncanakan pun berakhir...
tapi bukankah semua yang terjadi di dunia ini adalah kehendakNYA, atas izinNya, 
dan manusia hanya berhak untuk merencanakan, keputusan akhir di tangan ALLAH. 
tak ada yang disalahkan antara satu dengan yang lain 
tak ada yang bisa membalikan semua kejadian yang telah terjadi 
yang lalu memang sudah berlalu, 
tak ada yang perlu disesali, 
tak ada juga yang perlu dikecewakan atau mengecewakan...

terima saja, ikhlaskan saja... 

Mari luruskan niat 
Jika benar karena Allah, karena ingin beribadah kepadaNya, 
maka seharusnya kau akan ikhlas akan setiap ketentuan yang Allah berikan, 
Allah sudah mengatur segala sesuatu tak terkecuali perihal jodoh. 

JIKA SEANDAINYA BUKAN DIA, berarti Allah sudah menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik, yang jauh lebih sempurna, seseoarang yang dengannya akan kau dapati  Ridho Allah, serta ketenangan kebahagian dunia dan akherat

yaa... yang terbaik itu.... terimakasih atas semua keputusanMU ya Allah, 
adalah setiap apa yang Allah pilihkan, meskipun terkadang bukan yang diharapkan. 

Mari kembali meluruskan niat... :) 


karena yang terjadi semua karena Allah, 
ku tunggu skenario selanjutnya Allah... 
karena ku yakin, engkau berikan beban kepada orang yang bisa memikulnya, 
dan terima kasih Allah, dari ketentuan ketentuanMU ku belajar dan semakin mencintaiMU, 

Alhamdulillah...


Batu, 9 Ramadhan 1936 H.... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duniaku

Tak tau mengapa aku senang bersama anak-anak, kalo bersama mereka rasanya hati senang, bercanda tawa bersama mereka, tapi kadang juga jengkel ngadepin anak-anak yang susah diatur, tenggorokan rasanya kering. Nah di rumah kebetulan aku membuka tempat belajar buat anak-anak yang mau belajar, saat pertama buka yang mau duluan adalah 3 bersaudara bila, yepta, dan tasya, kemudian bertambah rico, doni, dan afre, setelah beberapa hari kemudian, bertambah fandi, diva, ananta, dan rasya, mereka semua mempunyai latarbelakang pendidikan dan keluarga, dan karakter belajar yang berbeda-beda. Tapi yang menyamakan mereka adalah sama-sama bersemangat untuk belajar Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara yang tinggal di dpn rumahku, mereka hanya tinggal bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan kakak...

Mengapa memilih Turki?

Turki, adalah salah satu negara impian yang ingin saya kunjungi selain Saudi Arabia (Mekkah, madinah). Nah, ini saya coba utarakan alasan mengapa saya sangat suka dengan negara ini,  banyak orang bertanya... ''lho kok Turki? apa yang menarik dari Turki?'' ''kenapa mesti turki? kok ga australia, eropa?'' sejak masih SMA saya memang sudah suka dengan negara satu ini, awalnya tertarik karena melihat acara travelling yang kebetulan berada di Turki, kemudian membaca novel Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy), betapa indahnya beliau mendeskripsikan tentang Timur Tengah, seakan-akan aku sedang berada di sana, menjelajahi setiap sudut yang ia ceritakan. saya tidak tau Turki, yang saya tau Konstantinopel, saya jatuh cinta pada kota ini… bukan pada Turki (saat itu). Setelah tau ternyata Konstantinopel berganti nama jadi Istanbul dan itu terletak di Turki, saya jadi makin suka Turki. Entah kenapa, pokoknya suka Turki titik. Hanya itu… tidak lebih. Al...

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...