Langsung ke konten utama

sms dan etika

dari kacamata masyarakat, seorang mahasiswa adalah seseorang yang berpendidikan tinggi, mempunyai karakter yang kuat dan sebagai tolak ukur peradapan suatu bangsa. sadarkah kita akan hal itu? jadi semestinya tingkat EQ lebih baik kan... namanya orang berpendidikan. 
manusia mempunyai EQ (Emosional quotiens) dan IQ (Intelligence Quotients). EQ kemampuan mengendalikan diri, semangat, ketekunan, etika sopan santun, mengatur suasana hati, memotivasi diri dll) sedangkan IQ adalah kemampuan menalar, gagasan penggunaan bahasa dan lainnya) tapi bagaimana dengan sekarang saat ini? etika, moral sopan santun mulai menurun
contohnya, 

jaman sekarang banyak mahasiswa (ga semuanya) yang sms dosen dengan kalimat seperti ini:

Mahasiswa tipe tak beridentitas : 
M : bu bissa bertemu? jam 9 di ruangan ibu, soalnya kalau jam 10.00 saya ada pelatihan 
; ibu hari ini kosong jam berapa? 
; ibu dimana? ibu sudah ditunggu di kelas  ***
; bu, hari ini kuliah di ruangan apa?

tidak memperkenalkan diri dahulu, ya kalau no hp sudah tersave di hp dosennya, kalau belum?
kan bisa '' assalamualaykum/ selamat pagi ibu, saya..... dari kelas.... ibu sudah di tunggu di kelas kami... untuk kuliah.., terumakasih bu.''

Mahasiswa tipe memerintah
M : ibu ada dimana? bisa ditemui kapan?
D : nanti siang di ruangan saya
M : baik bu, nanti saya konsultasi PKL, tolong ya bu segera di koreksi, saya ingin cepet lulus. 

wow... tipe ini ni, ya kalau dosennya masih muda mungkin masih biasa saja, kalau sudah berumur, berkeluarga, kerjaan dosen juga tidak hanya mengoreksi laporan pkl atau skripsi, masih ada membimbing praktikum, mengajar dan penelitian, bukan hanya 1 saja yang di urus, dosen pun sebenarnya juga ingin mahasiswanya segera lulus, tapi apakah hanya ngoreksi seadanya saja. ada beban moral yang di emban dosen untuk mendidik dan membina bukan hanya mengajar. 

bisa lebih sopan sedikit '' baik ibu, maaf ya bu merepotkan, apakah draft saya sudah selesai di koreksi?''

mahasiswa tipe alay 
soRE bu, s4ya BisA bertEmu iBU? 
b5ok 4d4 kuliah ga ea? 

berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencerna kalimat itu? dosen bukan teman sepermainan yang mengerti dan sering sms sama anda ya... 

mahasiswa tipe sok penting 
: saya bisanya jam 09.00 bu, di atas itu saya ga bisa 
: bu, bimbingannya ga jadi hari ini, karena saya ada acara, maaf ya bu, trims 
: wah kalau pagi saja emang ibu ga bisa? saya ga bisa soalnya kalau sore. 

sebenernya yang butuh ini siapa ya? dosen atau mahasiswa itu sendiri?
kan bisa lebih sopan '' maaf sebelumnya ibu, saya tiba-tiba ada urusan mendadak yang mengharuskan saya pergi ke acara tersebut, jika boleh, saya menawarkan untuk pagi saja gimana ya bu? maaf sebelmnya dan terimakasih bu''


jika mendapatkan atau mengirimkan sms seperti itu, pasti kemungkinan besar sms anda tidak akan dibalas oleh dosen. 
jika anda tidak mendapat balasnnya, mungkin ini alasannya 

1. Beliau tidak ada cukup waktu untuk menanyakan nama, dari angkatan? dan kelas apa?
mungkin beliau (dosen) sedang ada dalam perjalanan, sedang mengajar, atau mungkin sibuk dengan apa yang dikerjakan, serta sedang quality time bersama keluarga.

2. cara atau tulisan yang dianggap beliau kurang baik
contoh tulisan diatas dianggap kurang sopan, mungkin dosen sebel dengan kalimaat yang anda kirim

3. low baterei, hp mati
ya kalau low dan hp mati pasti dosen tidak bisa balas walaupun sms anda sudah sopan. dan jika dosen tersebut baik pasti akan dibalas jika hp sudah menyala kembali.


jaman dulu ketika dosen tersebut masih berstatus menjadi mahasiswa, mau sms ke dosen aja di baca berulang kali, pakai salam terlebih dahulu, ngetik kalimat bolak balik di hapus agar tidak menyinggung sang dosen yang akan di sms. 

mengapa harus sopan dan beretika?
karena  EQ sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini, apalagi kita hidup di adat ketimuran, bukan kebarat-baratan, etika adalah pelajaran yang tidak tertulis, tidak ada mata kuliahnya, jadi belajarlah beretika agartidak sampai terjadi degenerasi moral. 
kelak pasca sarjana, seseorang akan bekerja, mempunyai atasan, kolega, rekan bisnis dan lain-lain. yang dibutuhkan lebih banyak cara berkomunikasi, etika yang baik dan sopan, itu semua sangat mutlak di butuhkan di masyarakat. jika tidak sopan maka orang lain akan illfeel. 

oke baik lah, 

kalau belum tau bagaimana cara yang sopan untuk sms atau berkomunikasi dengan dosen, 
saya mencoba memberi penjelasan ya... 
1. dahulukan salam 
Salam ini tergantung dosen yang akan di sms, misal kalau islam  ya pakai Assalamualaikum, bukan hanya Ass. ASlm.. salam adalah doa, jadi ga boleh disingkat ya,,, atau kalau tidak pakai ''selamat pagi... selamat siang,,,, ''

2. perkenalkan diri 
No. hp anda belum tentu tersimpan di hp dosen, jdi mungkin dosen lupa, mahasiswa kan juga banyak. jadi lebih baik memperkenalkan diri dengan tulis Nama saya.... Jurusam... atau kelas...

3. Tuliskan dan jelaskan keperluan anda, jangan bertele-tele dan juga terlalu pendek penuh dengan singkatan, ya kira-kira pas dan sopan lah.
contohnya : hari ini saya akan konsultasi terkait laporan, apakah ibu ada waktu?

4. tuliskan kata maaf, dan terimakasih, 
kata maaf untuk merendahkan diri, dan menghormati yang lebih tua. 
dan ucapan terimakasih adalah 
misal : maaf mengganggu waktunya bu, hari ini saya akan konsultasi terkait laporan, apakah ibu ada waktu? terimakasih sebelumnya. 

ya begitulah tata cara sms kepada dosen, yang terpenting jangan panjanggg, tapi yang cukup-cukup saja. 

begitu juga saat interaksi langsung dengan dosen ataupun pihak-pihak yang membantu berjalannya perkuliahan. jaga etika kesopanan, 
menyapa lebih dahulu ketika bertemu, berbicara dengan sopan, tidak memaksa dan tidak egois. 

okeee... baiklah,..segitu saja dulu ya sharing pagi ini, 
selamat belajar.... 
selamat beraktivitas...
tetep semangat





Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...