Langsung ke konten utama

Bromo next time ^_^



Pengalaman ini untuk kesekian kalinya, aku dengan temanku berencana ke bromo dalam acara upacara kasada, beberapa hari kami sudah pempersiapkan, mulai dri koordinasi, Tanya teman-teman, mencari masa/ pasukan buat di ajak yg pingin ikut. Hah tapi apa daya pas hari H aku tidak jadi berangkat karena sepedaku mogok, dan akhirnya aku pun membatalkan rencana untuk ke bromo :( sediiihhhh
Berawal dari sepedaku mogok, padahal sebelumnya dipakai juga lancar jaya. Kemudian aku titipin di tempat bengkel ban, setelah itu aku pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat magrib dan buka puasa. Alhamdulillah bertemu dengan ibu-ibu yang baik dan memberiku makan #melas banget ya aku :D
Saat itu juga aku langsung menghubungi adik kelas dan temanku si puput. Eh dia sms ternyata memang ada perasaan ga enak dan ragu untuk berangkat, apa lagi dimas(teman puput) juga ga bisa berangkat karena harus kerja, dia bilang semakin yakin untuk tidak ikud, apa lagi ditambah sepeda ku mogok, petunjuk-petunjuk itulah yg menguatkan ku dan puput akhirnya tidak jadi berangkat, memang kami sangat sangat berkeinginan untuk berangkat sejenak menghilangkan kepenatan dunia kampus dan akademik. Semua memang Kehendak ALLAH. Setelah sholat ku tunaikan kemudian aku masih penasaran ada apa dengan motorku. Al hasil aku kembali lagi ke bengkel yang tadi dan ku coba nyalain allohuakbar ternyata langsung menyala. Lah itu tadi kenapa mogok ya?? Allohualam bishowab mungkin memang sudah Kehendak allah agar aku ga bisa ikut ke bromo #harus ikhlas :D
Yah itu lah… aku mencoba berhusnuzon aja, dengan ini aku besok bisa melakukan penelitian lagi bergumul dengan bakteri-bakteri, menghemat uang, dan mungkin lebih baik aku tidak berangkat, kalo memaksakan untuk brnagkat dan terjadi apa-apa d jalan dll…
Dan ternyata setelah aku tanya ke bapak, bapak bilang ‘’ sebenarnya bapak juga ga ikhlas ngasih kamu ijin ke bromo’’ huaaa
Jadi intinya, apa pun yang kita reencanakan tetapi jika Allah tidak mengizinkan ya tidak akan terlaksanakan. Tapi memang harus ikhlas menerima dan berhusnuzon kepada ALLAH.
Allah punya rencana indah :)

Jumat, 3 agustus 2012
---Batu----

Komentar

  1. sering kok kejadian seperti itu.
    karena tidak diberi ijin oleh orang tua terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
    kalo aku kebiasaan kalo mau pergi, jauh-jauh hari ijin orang tua, dan kalo memungkinkan jadi ikut tripnya, tapi kalo gak ya rela aja gak ngikut.
    :-D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...