Tak tau mengapa aku senang bersama anak-anak, kalo bersama mereka rasanya hati senang, bercanda tawa bersama mereka, tapi kadang juga jengkel ngadepin anak-anak yang susah diatur, tenggorokan rasanya kering.
Nah di rumah kebetulan aku membuka tempat belajar buat anak-anak yang mau belajar, saat pertama buka yang mau duluan adalah 3 bersaudara bila, yepta, dan tasya, kemudian bertambah rico, doni, dan afre, setelah beberapa hari kemudian, bertambah fandi, diva, ananta, dan rasya, mereka semua mempunyai latarbelakang pendidikan dan keluarga, dan karakter belajar yang berbeda-beda. Tapi yang menyamakan mereka adalah sama-sama bersemangat untuk belajar
Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara yang tinggal di dpn rumahku, mereka hanya tinggal bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan kakaknya tasya berumur 14 tahun duduk dibangku kelas 2 SMP. Sehari-hari tasya memasak untuk adik-adiknya sepulang sekolah, dan mereka terlihat sangat rukun dalam menjaga rumah, tak pernah terlihat bertengkar, palingan kalo bertengkar hanya masalah kecil dan selalu tasya yang mengalah. Dan bila dan yepta selalu berangkat sekolah bareng-bareng, kalo sore aku sering melihat mereka selalu bersih-bersih rumah bareng, selalu tersenyum dan tidak pernah ada raut kesedihan di wajah mereka. Walau ibu dan ayah mereka sudah berpisah dan mereka hanya tinggal sendiri tanpa kedua orangtuanya. Dan aku pun membayangkan jika aku seperti mereka, di masa anak2 harus ditinggal pergi orangtuanya dan masa-masa dimana menginginkan kasih sayang keluarga, mereka tak mendapatkan itu. Begitu kuat batin mereka, subhanalloh.
Dan jika belajar dirumah, mereka selalu bercerita sambil menangis karena kangen dengan ibunya, cerita tentang teman-temannya, dan permasalahan remaja dan anak-anak,
Tapi sekarang sekitar 1 bulan yang lalu, mereka berpindah rumah, ikut di rumah tantenya di Surabaya, mereka semua anak-anak yang tabah, pinter dan rajin, tasya selalu cepat menangkap apa yang aku jelaskan, dan yepta begitu pintar dalam bidang matematika . Aku kangen mereka, kangen saaat curhat, cerita tentang cita-cita, dan maen setiap sore di depan rumahku.
Nah, cerita selanjutnya adalha rasya dan doni, 2 bersaudara doni kelas 5 dan rasya kelas 1, rasya anaknya imut-imut, lucu, pendiam, sedangkan doni anaknya cerewet, selalu pingin tau dan semangat belajar.
Sejak 3 /4 tahun yang lalu mereka ditinggal ibunya pergi bekerja ke singapura, dan mereka berdua sekarang tinggal bersama ayah dan neneknya. Selanjutnya adalah gilang, dan hana, hmm mereka juga be2 bersaudara, kehidupan keluarga mereka cukup sederhana dan terlihat bahagia. Tetapi gilang ini mempunyai rasa malas yang luar biasa, dia selalu mengganggu teman-temannya disaat temannya sedang mengerjakan tugas yang aku beri, dan tidak mau mengerjakan setelah15 menit belajar. Mungkin jenuh kali ya,., dasar anak-anak
Masih ada lagi si afre, nanta dan diva, anak-anak yang rajin.
Dari anak-anak aku belajar kesabaran, kejujuran, ketabahan di tengah kegalauan keluarganya untuk tetap semangatmenuntut ilmu di sekolah. Lucu sih kadang, kalau lagi jenuh, bercengkrama dengan mereka, melihat tingkah polah mereka, beban di fikiran hilang dalam sekejap.
Kadang aku juga merenung, mereka yang masih anak-anak saja sudah mengalami kejadian seperti itu otomatis mental mereka lebih dewasa J kenapa aku yang sudah berumur 21 tahun, kadang masih mengeluh, hmm kuncinyaa adalah kesabaran dan ikhlas dalam menghadapi hidup J semangat. Ku berharap mimpi dan cita mereka tercapai dan selalu dalam kebahagiaan di hidupnya amiin. Dan trimakasih buat adik-adiku yang selama ini sudah mengisi hari-hariku di tengah kejenuhan.
Salam sayangku buat adik-adikku tersayang.
Komentar
Posting Komentar