Langsung ke konten utama

kemilau sebuah pena


Aku bukan lah seorang penulis yang pandai merangkai kata dalam bait-bait puisi ataupun pujangga yang merangkai kata lewat syair-syairnya, aku hanyalah seorang gadis yang senang akan dunia tulis-menulis, masih teringat dalam benak ku saat pertama masuk sekolah dulu, dimana pena, pensil, kertas putih adalah bagian dari rutinitas ku setiap hari.  Bagi anak-anak di usia awal sekolah, hal menulis tentu sangat bermanfaat untuk belajar membuat, memperbaiki dan menyempurnakan bentuk huruf atau kerapian dan keindahan tulisan. dan suatu saat guru ku pernah bilang ‘’pena ini merupakan mimpi dan harapan mu untuk masa depan’’ saat itu aku masih belum mengerti apa yang dikatakan guru ku. Lambat tahun aku pun mulai sadar dengan kata-kata yang terucap dari guruku saat itu bahwa dengan pena aku bisa menulis apa yang ingin aku capai dalam hidup, dengan pena aku dapat menulis keresahan dalam hati, dengan pena aku dapat memindahkan hati dan pikiran ku dalam tulisan.
Kebiasaan ku dalam menulis ini di mulai sejak duduk di sekolah menengah pertama, aku biasa menulis apa yang aku alami pada hari itu, dan aku pun pernah berfikir apa tujuan ku menulis, dan semakin ku berfikir aku menemukan jawaban atas pertanyaan itu dengan tulisan dapat menuangkan kreatifitas, mengasah imajinasi, dalam hal menulis imajinasi merupakan hal yang terpenting karena bagian dari ide-idenya yang bermanfaat untuk perkembangan kecerdasan kreatifnya. Selain itu juga menulis untuk  mengabadikan sejarah sebagai arsip. Dan yang paling penting bagi aku menulisa dapat membangkitkan dan memmotivasi dalam meraih mimpi.
Sekarang aku sedang menenyam pendidikan di bangku kuliah, aku sadar sekarang aku menjadi mahasiswa dan motivasi ku saat ini, sangat ingin membuat buku tentang aktifitas apa saja yanga aku alami bersama teman-teman seperjuangan, sebagai perintis masa depan, sejarah terbentuknya, dinamika-dinamika kehidupan kampus lainnya.
Dengan tulisan hasil sebuah goresan pena aku ingin menjadikan suatu sejarah baru untuk masa depan dan kenangan nantinya. Bukan menjadi rahasia hidup lagi bagi setiap orang yang selalu memimpikan dan mencita-citakannya sebuah kebahagian. Karena buat aku kebahagian itu menciptakan sebuah pemaknaan hidup yang luar biasa. Melalui sebuah tulisan dengan gerakan jari-jemari ini aku ingin belajar bagaimana memotivasi dan membangun jiwa untuk mencapai tujuan hidup dan mengenang kehidupan masalalu.
Yang paling penting ialah bahwa kita sebagai penulisnya memiliki arti dan bisa mengenal lebih dekat diri kita sendiri. Kita tahu apa yang kita inginkan, kita mengerti apa yang membuat kita nyaman atau bete, kita paham seberapa besar upaya kita untuk membuat diri kita bahagia bahkan bisa menggambarkan pribadi orang lain sesuai pemahaman kita, dengan me-review tulisan kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...