Sudahkah
kah kamu menemukan lentera jiwamu…
Terfikir
dalam benakku, saat di Tanya temannya ayahku…
‘’setelah
koass mau kerja di mana sil?’’
‘’fokus
koass dulu pak’’ jawabku sambil senyum. Padahal dalam batinku aku belum mikir
sampai sana.
Dari
sebuah pertanyaan itu aku baru memikirkan masa depan dalam profesiku ini..
Apakah
nanti buka praktek, melanjutkan S2, kerja di kantor bapak jadi PNS, kerja di
perusaan swasta, di bidang peternakan, ato di satwa liar, atau atau dan atau…
mau di bawa kemana perjalanan hidupku ini….
Kekalutan
melandaku…
Flashback
ke belakang, sewaktu SD, saat itu kelas 5, ditanya di oleh guruku
‘’sekarang
silvi, ayo kamu cita-citamu apa?’’
‘’astronot
bu’’ langsung kujawab cepat tanpa berfikir haha, karena dulu saat pelajaran ipa
membahas tentang planet-planet merkurius, venus, bumi, mars dll… dan tertarik
ingin pergi kesana, melihat bumi dari planet lain.
Itu
sewaktu kecil dulu.,
Semenjak
SMP dan SMA cita-citaku mulai berubah, aku ingin menjadi seorang penulis dan
guru, atau psikologi.
Motivasiku
ingin menjadi seorang penulis karena suka menulis di buku diary, dan menjadi
guru karena aku melihat ibu selalu gembira saat mengajar, walau anak didiknya
banyak tingkah. Lucu-lucu gitu lah…dan psikologi, biar bisa mengobati orang
melalui komunikasi, memotivasi dll.
Dan puncak
kebingungan, gundah gulana, galau saat itu adalah ketika SMA kelas 3, aku harus
mengambil jurunan apa? Memilih bidang apa? Saat itu yang menjadikan aku gundah
gulana yaitu pilihan jurusan oleh orangtuaku. Ibu menyuruh aku kuliah di jogja
saja dan mengambil jurusan biologi, karena ibu tau saat SMA aku memang suka
pelajaran biologi, bapak dan mbak ayu menyuruhku kuliah di jurusan FK atau FKH
saja. Aduhhh, dalam benakku dari dulu sewaktu kecil sampai saat itu SMA aku gak
terfikir untuk mengambil jurusan kedokteran ataupun kedokteran hewan. Karena
memang tak minat sekali dengan profesi tersebut walau banyak teman-temanku
tertarik mengambil jurusan itu. Saat itu aku tak mau mengambil jurusan
tersebut, alasanya sepele, aku selalu lemas jika melihat darah manusia apalagi
kalau darah orang kecelakaan, tangan terkena pisau aja langsung tubuh ini langsung
lemas dan tak berdaya. Tak membayangkan nanti kalau praktikum harus ambil
darah. Ohhh bisa-bisa langsung pingsan #lebay. Alasan sepele itu tak diterima
bapakku, Bapakku pun memaksakan untuk memilih salah satunya, dan pada
detik-detiuk terakhir akupun memilih FKH UB. Pilihan itu hanya untuk
membahagiakan bapak, dan ingin melihat sesimpul senyum dari beliau. Pada
pilihan pertama aku memilih sastra Indonesia UGM, kedokteran hewan UB dan
pendidikan biologi UNY. Yang di jogja emang mw nyenengin ibu soalnya beliau
memilih di jogja.
Dan pada
akhirnya aku ketrima di jurusan pendidikan dokter hewan UB. Perasaannya biasa
aja, pengumumannya itu pun dilihatin temenku. malam-malam di telpon hanya
ngasih tau kalau aku ketrima di UB, yaaa Alhamdulillah di syukuri aja.
Yaaa
yang membuat hatiku senang bukan ditrima
tetapi senyum ayah saja. Hari demi hari ku lalui dan jalani hingga saat ini,
hingga sekarang sudah menyelesaikan studi S.1 dengan gelar Silvia anjar kusuma
S.KH.
Tapi
sejujurnya dari hati, 4 tahun lebih ini tak punya semangat atau passion di
bidang veteriner. Aku tak bisa merasakan
kenyamanan menjalani kuliah di sini. Tapi dari mengikuti seminar, bertemu
dengan kolega-kolega kedokteran hewan inilah yang dapat membuat aku masih tetap
bertahan disini. Paling tidak bertemu mereka dan masuk di dunia veteriner bisa membuat
ku sedikit terbuka dan ingin berkarya dan mengabdi di bidang ini. Walau jika di
kembalikan lagi passion dan tujuan yang tertulis dalam ‘’buku hidupku’’ bukan
di bidang veteriner.
Seiring
dengan umur yang semakin dewasa aku berfikir
harus tetap dan memaksa untuk fokus di jalan ini walau nantinya agak
sedikit melenceng dari jalur yang ada. Tapi tetaplah ilmu yang aku dapat sejauh
ini harus aku manfaatkan untuk orang lain dan hewan, dan maksluk allah secara
umum.
Sejak
ospek dan sampai sekarang aku tetap bersyukur aku berada di sini. bisa bertemu
dengan teman-teman seperjuangan Gametogenesis (kedokteran hewan UB 2008),
ukhuwah dengan kolega2 yang luar biasa. Memang bukan passion dan kenyamanan
yang ku dapat tapi disinilah proses pendewasaan tumbuh dan disinilah aku bisa
menjadi orang yang bermanfaat. Semua harus di syukuri dan diterima dengan
ikhlas, bersyukur masih bisa berkuliah di perguruan tinggi.
Pasti bisa. Aku pasti menemukan sesuatu di
dunia veteriner ini. Insyallah aamiin J
Ini sudah kehendakNya…
dan ini lagu dari Nugie yang mewakili perasaanku
Lentera Jiwa
Lama sudah kumencari
Apa yang hendak kulakukan
Sgala titik kujelajahi
Tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku di samudra hidupmu
Kata-kata yang kubaca
Terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan
Bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku inikah takdirku
Chorus:
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku…
Lentera jiwaku…
Lentera jiwaku…
Lentera jiwaku…
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku….
Lentera jiwaku….
Lentera jiwaku….
Lentera jiwaku….
semangattttt ''follow your passion''
Batu, 14 April 2013
Hari Minggu

Komentar
Posting Komentar