Film ini berhasil membuat saya penasaran, karena sempat dapat postingan di grup whatsapp yang mempromosikan film ini. dapet juga meme plesetan di grup dari yang judul awalnya Assalamualaikum Beijing jadi Assalamualaikum Bujang dan ada juga assalamualaikum ukhti
haha niat banget ya orang-orang ini bikin meme2...
ada apa dengan film ini? bagaimana alur ceritanya? apa yang menarik dari assalamualaikum beijing?
saking penasarannya, pagi-pagi saya sudah di depan laptop untuk membuka youtube dan melihat trailernya.
karena masih ada kesibukan, belum terfikir untuk melihat film ini, kemudian tetiba sore harinyam ada seorang teman datang ke rumah, saling bertukar cerita dan kemudian dia bertanya
dia : ''minat nonton assalamualaikum beijing ga sil?''
me : minat, senin ya,, sabtu minggu aku ada acara
dia : okeee...
hari senin pun datang juga, aku masih ada acara dan dia juga ada acara, janjian di bioskop, siapa yang datang duluan dia yang membeli tiketnya,
akhirnyapun aku yang datang lebih dulu, menunggu dia datang dan akhirnya masuk,
film pun di mulai, semua penasaran saya pun terjawab,
teringat seorang sahabat ''klo nonton film fokus ya, biar dapet hikmahnya''
fokus untuk melihat dan mendengarkan film ini, fokus dengan kata-kata yang terucap dari pemainnya, fokus melihat suguhan panorama beijing yang subhanallah,
ada banyak qoute yang kuingat saat nonton film ini
"Ajarkan aku mantra pemikat cinta Ahei dan Ashima, maka akan kutaklukkan penghalang segala rupa agar sampai cintaku padanya"
“Tak akan kau temukan aku terkapar sebab kekalahan serupa api bagiku yang membakar belukar di tiap jalan”
“Jika tak kau temukan cinta, biarkan cinta yang menemukanmu”
“Cinta apa yang kau tawarkan?
Yang berakhir pada duka?
atau bermuara di kedalaman jiwa?”
“Bersabar itu cinta, tergesa-gesa itu nafsu”
“Aku tak ragu mengatakan, bersama denganmu walaupun
sebatas embusan angin kunamai ia anugerah”
"Kesalahan terbesarku adalah:
aku mencintaimu, tetapi tak berpikir tentangmu."
"Tak ada pilihan
selain membincangkan kehadiranmu
di tiap detik yang kupunya."
“Apa kubilang, yang penting iman. Romantis bisa nyusul belakangan.”
''jodoh dan karir harus seimbang pada perempuan, kalau perempuan ini belum mempunyai keduanya, kegalauan dan keresahan yang selalu ada di dirinya''
Quote ini diucapkan Zhungwen saat melamar Asma, “Untuk mewujudkan cinta yang sempurna, tidak membutuhkan fisik yang sempurna,”. Duh, daleeeemnyaaa >,<Film ini sungguh membuat derai airmata bagi yang menontonnya,(perempuan)
ada yang tanya '' bagus ngak film nya?''
selalu ku jawab, lihat saja sendiri, haha
tapi menurut saya sih ada bagusnya dan ada tidaknya,
beberapa adegan film ini membuat terharu, tertawa dan membuat berfikir setelah menontonya,
Setting filmnya yang memang betul-betul di Beijing juga bikin terkagum-kagum; viewnya bagus, terlebih lagi dikenalin juga lewat filmnya tentang beberapa nilai sejarah setiap bangunan yang dikunjunginya. Yang paling bikin mupeng adalah saat dijelasin soal sejarah masjid besarnya yang berumur ribuan tahun. Rasanya selalu terkagum-kagum dengan bangunan masjid, apalagi masjid-masjid agung dimanapun itu. Dan aku kembali diingatkan akan mimpi untuk bisa shalat di setiap masjid besar yang ada di dunia. Iya, aku pernah punya mimpi itu! :’) Shalat di masjid, apalagi masjid besar, rasanya selalu menghadirkan nuansa magis buatku. Ada sensasi (yang tidak bisa dijelaskan lewat kata-kata) ketika menempelkan dahi ke tempat sujud, dan ketika meluaskan pandangan ke langit-langit masjid. Ini, terimakasihku yang pertama untuk film ini, mengingatkanku akan mimpi yang.. sempat terlupakan. Haha.
dan tentunya, Film ini membuat haru, perjuangan hidup Asma yang tidak jadi menikah, kemudian pergi ke beijing untuk karirnya, dipertemukan dengan Zhong Wen, dan menderita penyakit APS (penggumpalan darah). hingga cungcung (panggilan zhong wen) mendapat hidayah menjadi muallaf,
dan yang paling membuat saya terharu adalah ketika cung cung membaca 2 kalimat syahadat di masjid, rasanya gimana ya.... duh,,, nyesek, sekaligus terharu, tak bisa diungkapkan di tulisan,
pokoknya airmataku tak bisa berhenti sampai film ini selesai, masih aja airmata ini netes,
perjalanan cinta asma dengan zhong wen yang menharukan dan membuat berfikir berharap bisa membangun cinta setulus dan setangguh cintanya mereka.
“Kapan saya bisa menemukan laki-laki seperti tokoh Zhungwen? Yang sabar, santun, dan begitu menghormati wanita yang dicintainya?”
Intinya, memang harus bersabar. Karena kata mbak Asma Nadia, Cinta itu sejatinya menjaga, yang tergesa-gesa adalah nafsu semata.
Di sini kita bisa menyaksikan bagaimana perjuangan seseorang yang benar-benar mencintai dengan tulus,
seseorang yang mendapatkan hidayah melalui perantara hamba-Nya,
seseorang yang dengan tegar menghadapi ujian yang diberikan oleh-Nya,
dan sosok luar biasa yang menginspirasi banyak orang dengan tulisannya.
Bagi para lajang, para single selamat berjuang!
Di sini kita bisa menyaksikan bagaimana perjuangan seseorang yang benar-benar mencintai dengan tulus,
seseorang yang mendapatkan hidayah melalui perantara hamba-Nya,
seseorang yang dengan tegar menghadapi ujian yang diberikan oleh-Nya,
dan sosok luar biasa yang menginspirasi banyak orang dengan tulisannya.
Bagi para lajang, para single selamat berjuang!
tapi setelah mereka menikah ada adegan pelukan dan menyentuh tangan, yah okey lah ini film, tapi tetap saja tidak halal,
tapi saya bandingkan dengan film ayat-ayat cinta dan KCB, walaupun sudah menikah tak ada satupun adegan pelukan atau pegangan tangan, karena memang sejatinya mereka belum halal walaupun sudah menikah di film nya.
Komentar
Posting Komentar