Langsung ke konten utama

bukan penyesalan, tapi spirit

dan sekarang pun akhirnya merasakan penyesalan. 
tapi ya bagaimana lagi, haha
aku pun berfikir, kenapa dulu semasa S1 aku ga belajar sungguh-sungguh untuk mencapai IP yang bagus, IP standart... ya tapi Alhamdulillah lah, 
dan dulu kenapa jaman S1 ga mencoba banyak exchange di LN, padahal kesempatan banyak banget, banget dan banget... sebenernya mudah persyaratannya dan peluang ketrima pun besar. 

dulu ketrima exchange tapi ga berusaha untuk mendapatkan biaya sponsor secara maksimal... ahhh menyebalkan **perkusi kepala**
kenapa aku dulu berfikir ''ah kayaknya aku ga bisa deh'', ''kayaknya aku ga mungkin ketrima'', ''aku ga terlalu pintar''
haha!!!itu mematikan spirit. down lebih dulu, pesimis, dangkal sekali pemikiranku saat itu, *pinginteriak sekenceng-kencengnya hahaha
dan sekarang melihat banyak postingan teman-teman yang melanjutkan sekolah di LN (Belanda, UK, Jepang, Australia, Bedgia, Milan, Turki, Jerman, swedia, dll) dengan beasiswa yang mereka terima, OMG. ada yang suami istri menikah dan keduanya ketrima di negara yang sama itu bikin mupeng tingkat Dewa :D
mereka saja bisa, kenapa aku tidak
hap hap semangat :D
iya saya sadar, saya ketinggalan start, ya wajar mereka sekarang sudah duluan daripada aku, mereka udah mempersiapkannya sejak mereka duduk di S1,
sedangkan aku?? baru tahun 2013 keinginan itu ada... setelah mendapat wangsit dari beberapa orang dan ditambah keinginan diri sendiri.
gpp... belum terlambat. setiap orang mempunyai kesempatan yang sama, yang terpenting adalah usaha dan doa.
butuh proses dan perjuangan untuk mendapatkan sesuatu.
Bismillah, i'll give me best in my life.
menata niat,,, niat untuk mencari ilmu, bukan kah mencari ilmu sebagian dari iman. dan kemudian dibagikan kepada anak didik, menebarkan benih-benih ilmu untuk kemanfaatan dan keberkahan.
semoga Allah meng-acc proposal yang kutulis dan ku ucap dalam setiap doaku. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duniaku

Tak tau mengapa aku senang bersama anak-anak, kalo bersama mereka rasanya hati senang, bercanda tawa bersama mereka, tapi kadang juga jengkel ngadepin anak-anak yang susah diatur, tenggorokan rasanya kering. Nah di rumah kebetulan aku membuka tempat belajar buat anak-anak yang mau belajar, saat pertama buka yang mau duluan adalah 3 bersaudara bila, yepta, dan tasya, kemudian bertambah rico, doni, dan afre, setelah beberapa hari kemudian, bertambah fandi, diva, ananta, dan rasya, mereka semua mempunyai latarbelakang pendidikan dan keluarga, dan karakter belajar yang berbeda-beda. Tapi yang menyamakan mereka adalah sama-sama bersemangat untuk belajar Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara yang tinggal di dpn rumahku, mereka hanya tinggal bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan kakak...

Mengapa memilih Turki?

Turki, adalah salah satu negara impian yang ingin saya kunjungi selain Saudi Arabia (Mekkah, madinah). Nah, ini saya coba utarakan alasan mengapa saya sangat suka dengan negara ini,  banyak orang bertanya... ''lho kok Turki? apa yang menarik dari Turki?'' ''kenapa mesti turki? kok ga australia, eropa?'' sejak masih SMA saya memang sudah suka dengan negara satu ini, awalnya tertarik karena melihat acara travelling yang kebetulan berada di Turki, kemudian membaca novel Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy), betapa indahnya beliau mendeskripsikan tentang Timur Tengah, seakan-akan aku sedang berada di sana, menjelajahi setiap sudut yang ia ceritakan. saya tidak tau Turki, yang saya tau Konstantinopel, saya jatuh cinta pada kota ini… bukan pada Turki (saat itu). Setelah tau ternyata Konstantinopel berganti nama jadi Istanbul dan itu terletak di Turki, saya jadi makin suka Turki. Entah kenapa, pokoknya suka Turki titik. Hanya itu… tidak lebih. Al...

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...