Langsung ke konten utama

Ga Jelas

kemarin temenku datang ke rumah,,
tiba-tiba dia nyeletuk, ''aku ga pernah liat kamu galau ya sil?, kok iso yo (kok bisa ya)''
tanyanya padaku,
aku juga bingung mau jawab gimana, aku mah cuma tersenyum aja...
ku bilang padanya '' kata siapa? galau itu setiap orang pasti pernah, tak bisa dipungkiri,akupun pernah, tapi mungkin cara meluapkannya aja yang berbeda''
ada yang galaunya tingkat dewa langit, sampai-sampai di media sosial pun tersebar
ada yang kadang galau kadang ngak, labil deh ya

di sini saya mencoba membahas apa itu GALAU.
yang biasa anak muda katakan sekarang ini,, #sok tua
galau itu sama artinya dengan bimbang, gundah gulana, bingung.
nah parahnya, anak muda sekarang kalau galau mesti di tulis di media sosial, seperti twitter dan facebook,
duh,,, marah, marah, sedih nangis, bahagia di update.
sumpek liatnya, itu yang liat apalagi yang merassakan ya,,, duh kasiannya :p
heran dan selalu menimbukan pertanyaan, mengapa coba kita selalu memperlihatkan kerapuhan diri?
untuk apa? toh di twitter dan di face book jarang orang yang bisa memberikan solusi terbaik,
malah orang yang membacanya bisa berspekulasi negatif. nah kan menimbulkan su'udzon.
tau ngak? galau itu bisa menimbukan dampak negatif bagi pembacanya
contohnya : su'udzon tadi, kita kan jadi berfikir yang aneh-aneh tentang tulisan yang di update,
dapat menular ke teman-temannya kalau temannya anak yg labil :p
meningkatkan spekulasi negatif dan aura negatif, nah kan, mau diri ini keliatan aura negatifnya? kalau aku sih ogah :p
dan yang terakhir, susah move on.... duh kasiannya,, makanya jangan kebanyakan nulis galau biar cepet move on,.
kalau galau mah, galaunya ke Allah aja, Doa, meminta petunjukNya, insyallah bakal cepet move on dan bersemangat menjalani hidup lagi,,

oke, segitu aja tulisanku tentang galau yang cukup absurd, maklum lah yang nulis jarang galau sih, jadi belum banyak paham tentang galau haha

semoga bermanfaat :)
maaf kalau ada yang salah, saya tempatnya salah,
sekian terimakasih.

Batu, 29 agustus 2013
pukul 21.02




Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...