Langsung ke konten utama

surat untuk buah hatiku

Dear buah hatiku...

nak, ku tulis ini untukmu saat ini, agar kau tau perjalanan ibumu ini sebelum engkau lahir, 

ibu mu ini sudah berumur 23 tahun dan bulan ini akan beranjak menuju 24 tahun, 

di umur yang sudah di bilang matang dan pantas untuk menikah tapi bunda masih belum di ijinkan Allah. insyaAllah segera ya nak,, ayah mu datang. 

tau kah kamu, ibu sudah mempersiapkan diri untuk kehadiranmu jauh-jauh hari. 
sekarang ibu lagi menunggu ayah mu datang untuk meminang ibu, entahlah nak, lama sekali ayahmu datang, tak apalah, mungkin ayahmu sedang menguji kesabaran ibumu ini. 
atau mungkin ayahmu masih malu-malu untuk datang ke rumah menemui kakekmu, mungkin juga ayahmu sedang dalam proses mencari nafkah untuk menafkahi mu juga nak.
apapun itu,,, ibumu dan ayahmu pasti akan di pertemukan oleh Allah pada waktu dan saat yang tepat.

sedikit keanehan yang sering ibu lakukan, sampai teman-teman ibupun heran melihat tingkah ibumu ini, apa itu... kamu mau tau nak? ibu sering mengelus-elus perut ibu ketika ada temen-temen ibu yang mendoakan ibu, mendoakan ibu cepat menikah dan mempunyai anak, menganggapmu kamu ada disini hehe...iya nak, teman teman ibu sudah mempunyai anak dan sudah menikah, nanti kalau kau telah lahir kamu pasti banyak temannya. 
tau kah nak, ibu sebelum makan selalu berdoa lama, karena makanan yang masuk dalam tubuh ini akan berada di perut, dan nanti kamu pasti akan memakan nutrisinya, ibu ga mau kalau dalam darah ibu, rahim ibu banyak makanan yang haram, tidak barokah, karena alam pertama yang nyaman untukmu adalah rahim ibu mu ini. ibu ingin kamu nyaman dan kerasan selama 9 bulan di rumah itu nak, di dalam perut ibu, 

tenang nak selama kamu berada dalam rahim ibu, ibu akan sering baca al quran terutama surah yusuf, jika kamu laki-laki setampan dan sebijaksana nabi yusuf, dan surah maryam, jika kamu perempuan kelak semulia maryam ibunya nabi isa as. ingin sekali anak ibu menjadi anak yang sholeh dan sholehah, setelah lahir kedunia ini, ibu akan merawatmu, memberi ASI eksklusif untuk mu, dengan kasih sayang tangan ibu akan selalu mengusapmu, dengan pelukan ibu akan merengkuh mu, sentuhan dan senyuman untukmu anakku sayang. akan mendidikmu agar menjadi anak yang berbakti bagi orang tua, lingkungan, negara dan terutama untuk agamamu, kau tau kau adalah titipan Tuhan untuk ibu dan ayahmu... ibu dan ayahmu akan selalu mendampingoim

ibu tak ingin kau seperti ibu, tumbuh besar tak berada dalam satu keluarga yang utuh, kakekmu dan nenekmu berada dalam tempat berbeda,

anakku, di masa depan nanti, hiduplah dengan baik. Hormati oranglain seperti kamu menghormati ayah dan ibu. Cintai orang lain seperti ibu mencintaimu. Jangan menyakiti orang-orang yang menyayangimu dan jangan membenci orang-orang yang melukaimu. Berdiri dan berjalan kembali saat kamu terjatuh. Jangan pernah menyerah meskipun hidup memaksamu untuk itu. Jangan pernah menangis mekipun dunia membencimu, karena ibu akan selalu mencintaimu dan Tuhan akan selalu menjagamu. Hiduplah dengan baik, anakku. Itu sudah lebih dari cukup bagi ibu. 

Nak, ibu tak akan pernah bisa menjadi ibu yang sempurna untukmu. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, Anakku.Tapi ibu akan berusaha menjadi ibu yang terbaik untukmu. Yang bisa memberikan segalanya untukmu tanpa meminta imbalan apapun darimu. Yang akan selalu kamu kenang dengan senyum meskipun bunda tak lagi bisa mendampingimu. 

Untuk masa lalu, masa sekarang, dan masa depan… 
ibu tak ingin kau merasakan apa yang ibu rasakan...
doakan ibu kan selalu istiqomah untuk mempersiapkan kedatanganmu dan terutama kedatangan ayahmu ya nak :))

ibu yang merindukanmu
ibu yang menyayangimu,
ibu yang mencintaimu.
Batu, 1 Juni 2014
minggu -- 11.27 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...