Langsung ke konten utama

Ide datanglah....

now, i don't have idea.............

menjengkelkan. tak mempunyai ide untuk menulis sesuatu untuk di tulis di kolom majalah dan akhirnya mengalir saja, menuliskan apa yang ada di otak tersalur melewati jemari dan jadilah ini,
taraaaa.... baca dan telaah yaa... maaf maaf saja mungkin nanti akan mengalami kebingungan... plot-plot nya tak selalu menentu,

minggu pagi yang cerah, 
sebenarnya pagi ini akan pergi ke rumah kayu di bukit banyak, dekat songgoriti, tapi tak jadi karena seorang tenam tak kunjung datang, dan entah kenapa jadi mager gini yaaa.... dipojokan, di depan laptop sambil mendengarkan tv acara my trip my advanture. 
mau masak? sudah ada masakan kemarin, mau cuci juga udah beres kemarin sore, mau berkebun... hmm udah beres juga, mau baca novel? udah selesai juga, ga ada bacaan yang menarik lagi...
mager se magernya, 

baiklah...nulis apa yaa...
hmmm.... bicara tentang anak-anak yuks...
sepertinya anak anak jaman sekarang sudah mulai canggih, tapi sepertinya tak di dukung dengan orangtuanya, orangtua hanya memfsilitasi tapi tak dibimbing atau di kontrol. nah.. hasilnya anak-anak bertingkah apa yang dia lihat dan belum bisa berfikir secara rasional, jika si anak ini tak dikontrol oleh orangtua maka kemungkinan besar akan  menjadi tak karuan...maksudnya menjadi anak yang sulit untuk dikash tau, seenaknya sendiri dll.
miris sekali, sering saya melihat anak sibuk dengan gadgetnya, entah apa yang dia lihat, mungkin game atau malah media sosial. 

mungkin ni yaa... saya juga belum merasakan jadi orangtua sih,..
menjadi orangtua mempunyai tugas dan amanah yang cukup berat, membina dan mendidik anak untuk bekal di dunia dan di akherat. sesibuk apapun orangtua, tetapi luangkan waktu untuk dekat dengan anak, masalah pendidikan bukan hanya tanggung jawab seorang ibu saja, tapi kombinasi keduanya, yaitu ayah dan ibu. 
seperti apa anakmu seperti itulah analogi pendidikan di keluarga, 
sebaiknya ibu dan ayah saling berkoordinasi untuk mendidik.

ah miris kalau lihat anak jaman sekarang, ya mungkin sang ibu sibuk dengan kerjaannya, begitu pula dengan ayahnya, dan anak? terbengkalai, ironis. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...