Langsung ke konten utama

qoute of the day #38

Assalamualaikum... 
bagaimana kabarnya para pembaca?
semoga selalu dalam keberkahan dan kesehatan...

dalam setiap kehidupan manusia pastinya selalu di rundung permasalahan, entah itu masalah pekerjaan, keluarga, masa depan dan sebagainya, dan memang manusia memerlukan jawaban atas segala permasalahan itu, karena nya itu pula lah manusia bisa tersesat salah arah. ada yang memilih jalan yang benar dan jalan yang salah. 
bukan kah hidup adalah sebuah pilihan?

bagi umat islam, ada Al quran sebagai pedoman hidup, 
dan saya telah banyak merasakan betapa luarbiasanya kitab suci umat islam ini, 
semua jawaban atas pertanyaan ada di dalamnya, 
jika saya kebingungan, kegalauan, kerisauan biasanya membaca al quran secara acak, 
sebanyak 3 kali, 
dan beberapa hari lalu ada yang membuat saya membaca acak kembali, 
dan saya dipertemukan adalah surah : 
surah Yusuf (90). 
''mereka berkata apakah engkaue  benar benar yusuf? Dia (yusuf menjawab : aku yusuf dan ini saudaraku. Sungguh allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami, Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka, Sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik''

surah a'raf (126);
'' ....., Ya tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlag kami dalam keadaan muslim (berserrah diri kepadaMu).''


surah Asy- syura(27) 
Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hambaNya,niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi dia menurunkan dengan ukuran yang dia kehendaki. Sungguh Dia Maha teliti terhadap keadaan hamba-hambanNYA, Maha Melihat. 


Kata ustad, jika kita ingin mengetahui jawaban dari risau hati ini maka bukalah Al-Quran

dan ternyata benar,  Allah menjawabnya dengan ayat-ayatNYA, 
saya di suruh untuk bersabar, bertawakal, karena Allah Maha Teliti, tidak ada daun yang jatuh tanpa kehendak Allah, 
jadi teman-teman... dekati Allah, buka kitabNYA, baca kalam-kalam Allah, insyaAllah hati kita akan tenang dan bersemangat kembali :))
oh iya, membaca al quran harus istiqomah setiap hari, mungkin bisa setelah sholat 1 lembar, bukan berati al quran dibuka hanya ketika kita tengah dalam masalah. 



Batu, 
Minggu, 8 Februari 2015


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...