Langsung ke konten utama

Hujan, Pelangi dan Senja


Tulisan ini terinspirasi ketika perjalananku pulang di iringi dgn detukan gerimis hujan. Senja datang menorehkan rona warna jingga nan kemerahan, begitu indah di balut dengan goresan warna pelangi yang menghiasi langit.
Terlintas dalam benakku 3 sahabat yang identik dengan ketiga kata di atas, yaitu hujan, senja dan pelangi. Maka terlintas lah difikirku tuk membuat sebuah rangkaian kata indah seindah pandanganku di waktu senja ketika itu.
Keindahan semburat rona mega senja dengan jingganya setelah  rintikan air hujan tertelik sebuah garis melengkung yang tak terhalang oleh apapun yang biasa disebut pelangi, dan bau tanah setelah hujan adalah kombinasi keindahan yang selama ini belum pernah ku rasa.
Rintikan hujan pun turun dengan lembutnya, mendinginkan jiwa yang gundah menjadi tenang. Dentumannya menghilangkan rasa sesak dalam jiwa karna permasalahan yang telah hinggap sejak lama. Buliran air hujan seperti mengalir dalam nadi dan tercebur dalam hati, seolah mengajarkankan ku tentang ketenangan hati.
Usai hujan turun. saat senja datang ku duduk termenung ditemani dengan semilir angin gunung, melihat rona jingga begitu indah, semburatnya begitu rapi dilangit yang luas.
Perpaduan warna merah jingga kuning hijau biru nila ungu membentuk keindahan tiada tara. Pelangi datang saat senja menyepuh awan. Dengan kata yang tak habis dimakan masa, seperti isyarat sederhana yang disampaikan senja kepada hujan dan pelangi. Pelangi  membiaskan warna-warni indah penuh makna. Sejenak ku terdiam dan termangu melihat fenomena alam ini. Pelangi itu benar-benar indah di pandang.
Aku  rindu senja, mendekap hangat bersama siluet-siluet mega bercakrawala, ku bisa menanggalkan sayap-sayap keletihan, mengantar pada harap yang berpendar..
Tertunduk malu dan menyesakan didalam kalbuku, karena ku hanya seonggok batang kecil yang terlempar dibumi. hujan, pelangi dan senja telah menghilangkan kepenatan, berujung pada ketenangan. Akhirnya ku tersadar, taburan cintaMu telah menghampiri..dan ku bersyukur atas nikmatMu, terima Kasih Ya Rabb…atas taburan cintaMu senja hari ini…
Alhamdulillah….
Tapi itu hanya fatamorgana semu belaka, karena keindahan pelangi disenja hari tak bisa di gapai cukup hanya dilihat, dinikmati dan disyukuri saja. hehe
Ini hanya tulisan sederhana yang tertulis sejuta makna.
23 juli 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...