Langsung ke konten utama

Hear.... Allah is talking to you. Dear!!!

Jadi ceritanya,
akhir-akhir ini hati dan pikiran saya sedang banyak di uji dengan sebuah masalah or i’d prefer to call it as ‘tantangan peningkat keimanan’.
Nah, setelah balik lagi ke rumah, masuk dan kunci kamar, otomatis bikin saya semakin kepikiran dan hal ini menggelitik sekali untuk saya akhirnya melakukan sedikit tanda-tanda depresi, yah semisal merenung sendiri, terus tiba-tiba nangis, dsb. haha

Tadi subuh, bisa dibilang sebagai puncaknya. tadi malam, kebetulan puput tidur di rumah...
tapi dia tidur bersama adekku (Rahma) di kamarku, dan aku tidur sendiri di kamar depan. entahlah, akhir-akhir ini ada saja ujian hidup, dan tadi malam ga bisa tidur, hanya gelimpungan, ke kanan ke kiri , mata tak bisa terpejam. ada wassap dari grup kelompok koass dan dari temanku si putra yang memberi kabar kalau sudah nyampek pun juga tak ada gairah untuk langsung membalasnya, rasanya benar-benar seperti depresi, merenung, sholat dan nangis, 
rasanya gersang jiwa ini, 

Pagi-nya. saya mendadak ‘di kasih’ meriang dan pusing yang akhirnya mengharuskan saya untuk membatalkan aktivitas keluar hari ini.
Jadi, akhirnya saya memutuskan baca buku buat isi waktu, terus pas baca buku itulah, saya ‘di kasih’ liat ayat yang sukses bikin nangis karena merasa di tampar berkali-kali. Kalau boleh sedikit berbagi, ini ayatnya :

"(Tentang) orangtuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"
- Q.S. An-Nisa : 111

Masya Allah… ikhlas, ya Sil :)
***

Cerita saya hari ini, sebenarnya sudah sering terjadi sebelumnya dan juga mungkin dialami oleh banyak orang. Selalu adaaaaa sajaaa skenario-Nya untuk mengingatkan dan memberi makhluk-Nya pelajaran, bahkan memberi jawaban atas segala ujian dan pertanyaan yang ada. Ada yang sedang super galau, terus saat itu juga iseng-iseng buka mushaf, eh langsung ’dipertemukan’ dengan ayat yang ternyata pas sekali dengan masalah yang tengah dihadapi. Ada yang harus jungkir balik, jatuh-bangun dirundung kegelisahan dan di kasih permasalahan yang bertubi-tubi dalam waktu yang lama untuk kemudian, voila ! Inilah maksud dari semuanya.

Terlepas dari konteks masalahnya apa dan seberapa mudah atau sulit jawaban itu didapat, ada hal yang saya sadari,

Sesungguhnya Allah itu selalu ada,
Ia melihatmu,
Ia mendengarmu,
Ia berbicara padamu.
Dan pertolongan-Nya itu dekat. Pasti.


jika Allah mengirim suatu cobaan, sambutlah dengan bahagia. Dan jika Allah menganugerahkan karunia kepadamu, maka sambutlah dengan kemurahan hati.” Kenapa? Karena masalah terkadang datang untuk memberi manfaat bagi kita. Terkadang manusia menjadi tidak peduli dan menjauh dari Tuhan-Nya. Allah tidak ingin hamba-Nya menjauh, maka Dia mengirimkan masalah dan cobaan kepadanya. Ketika masalah dan cobaan datang, maka Allah kembali diingatnya. Kemudian dia mulai giat dalam shalatnya.
hidup kan harus di jalani, dan ini jalan hidupku dari Allah Ta'ala yang telah digariskan untukku, 
tetap Husnuzan dengan ketetapanNYA,

Allah itu sayaaaaaaaaaaaang bangeeeeetttt sama hamba-Nya.
Allah itu maunya kita semua masuk surga dan bahagia, Allah gak akan membiarkan hamba-Nya kelimpungan. Ia terus setia mendampingi, dan memberikan petunjuk-petunjuk itu, dengan cara-Nya.

Yang harus kita lakukan adalah mencari solusi dan terus perlebar jangkauan mata, telinga, hati ini dengan iman. Istighfar, kurangi dosa agar tak semakin kabur lapang pandang, tak semakin jauh dengan Yang Maha Dekat.

Sehingga dari hal yang kecil dan simple pun kita tetap mampu melihat petunjuk-Nya. Sehingga tak perlu lagi menjadi beban sampai harus di ‘banting’, di uji berkali-kali agar hati dan pikiran ini tersadar.

Fa bi ayyi alaa irabbi kumaa tukadzibaan…. :’)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...