Langsung ke konten utama

kembali lagi

pengalaman yang luar biasa, sudah hampir 1 tahun lebih saya tak berbicara di depan umum, terakhir di tahun 2012 ketika acara SamBa (sambut maba) dan hari ini pun kembali lagi, ketika di minta adik-adik bem Km untuk memberi materi terkait advokasi jaman dahulu ketika kepengurusan saya, iyaa... didepan 8 ribu mahasiswa baru, deg-degan pasti, grogi pasti, keringat dingin keluar pasti, 
karena sudah lama saya tak berbicara di depan umum, Allah itu Maha Tau ya, ketika rasa rindu untuk bicara di depan umum membuncah, eh ternyata dapat undangan menjadi pengisi acara, 
Alhamdulillah berjalan lancar, walau agak sedikit deg-degan.
ini berkat sahabat-sahabat saya yang selalu memberi dukungan, dan memberi tips tips berbicara di depan umum, tengkiyu ya Dear... :))

Awalnya saya bukan orang yang mempunyai kepercayaan diri, pemalu, tidak bisa bicara di depan umum, dan itu semua berubah ketika saya mengikuti PK2MABA tahun 2008, ketika itu ada pemateri mba Ima maria, subhanallah, orangnya biasa, tapi inner beautynya begitu kuat, ketika berada di depan pun begitu semangat, tenang, jelas memberikan materi terlihat begitu anggun dan cantik dengan balutan jilbab yang syar'i dan rok, dan dia adalah motivasi saya sampai saat ini, 

saya berfikir, harus melawan ketidakPDan, melawan malu,
usaha demi usaha untuk mengatasi ketidakPDan, sedikit demi sedikir, berawal dari biasa presentasi di kelas dan lama-lama diberi kesempatan untuk mengisi materi terkait kemahasiswaan, leadher ship, kegiatan sosial dll. sejak mahasiswa (masa-masa S1) biasa menjadi moderator acara-acara yang di selaengarakan oleh kampus, menjadi pembicara di kampus ataupun di luar kampus. 
saya belajar banyak hal, ketika saya mengikuti seminar atau dosen menerangkan, saya bisa mengamati bagaimana pemateri memberikan penjelasan, mimik wajah, style masing-masing pembicara dan bagaimana cara menguasai audience,  bagaimana cara berkomunkasi dengan berbagai macam orang, bagaimana memotivasi orang, dan lain-lain. 

setelah mengamati dan mencatat, saya selalu meminta pendapat sahabat dan teman-teman bagaimana penampilan saya saat di depan. dan masukan-masukan meraka lah yang menjadikan silvi yang sekarang. sekali lagi terimakasih ya Dear...

pengalaman lucu beberapa bulan yang lalu ketika mengisi acara di SLB, 
panitia : mba volunter kah atau yang nge MC nanti?
me : hehe, iya dek 
panitia 2 : heh, mba ini pemateri, bukan MC, ga level lah MC atau volunter buat mba silvi 
me : hewwweee bukan gitu hehee, (bukan ga level, tapi ga bisa ngeMC kali ya *batinku) haha 

pengalaman lucu lagi :
saat itu saya sebagai moderator bedah buku di FH, nah bintang tamunya Prabu Revolusi, ternyata di dalam ruangan ada zee zee shihab (istrinya),
pada saat selesai sesi tanya jawab dan acarapun selasai, semua  antri ingin berfoto dengan prabu revolusi, dan kebalikannya saya langsung ke ruang materi, eh di dalam malah ada istrinya dan selang sebentar ada prabu revolusi, wal hasil foto bareng tanpa desak-desakan dan harus antri (gue gitu)
dan adek-adek tingkat pada heboh, heran kenapa saya bisa dapat foto bareng tanpa harus berdesakan. 

alhamdulillah, juga pernah menjadi moderator dan bertemu langsung dengan oki setiana dewi, Ibu septi, bunda Asmanadia, andi arsyil, sapa lagiii yaa...ya itu sih yang artis :D
yang lain bertemu ibu wiwik bagja, pak ....... sapa ya saya lupa, (*ketua dirjen perternakan yang saat ini sudah lengser), dan tokoh veteriner yang lain. 

berbicara di depan umum memang beda dengan berbicara head to head, 

sedikit tips untuk bisa berbicara di depan umum: 

1. Relax Your Body! Lakukan relaksasi agar tubuh rileks, santai, tidak tegang. Ambil nafas dalam-dalam, tahan sebentar, lalu keluarkan perlahan-lahan. Pada saat yang sama, lemaskan lengan, bahu, dan tangan –biarkan semuanya terkulai. Ulang berkali-kali sebelum tampil. Hindari kontak mata dengan para audience, karena hal tersebut dapat membuat kamu menjadi sangat gugup karena semua mata ternyata memandang ke arah kamu saat sedang presentase. jangan pula kamu memalingkan wajah kamu ke arah audience, cukup dengan memandang mereka di bagian jidat itu sudah cukup aman membuat kamu tidak gugup.

2. Relax your Voice! Lakukan relaksasi suara, misalnya dengan menyuarakan vokal AEIOU secara naik-turun, ragam nada, mirip nyanyi.

3. Practice! Sering berlatih, di depan cermin atau di depan kawan-kawan terdekat, bahkan di depan kucing peliharaan kamu. Sering ikut terlibat dalam diskusi atau acara talkshow melalui telepon di radio juga sangat bagus untuk berlatih public speaking. *nah ini nih, saya kangen kerja di radio, tahun 2009 pernah berkesempatan jadi penyiar selama 1 tahun* kangennn...ah sudahlah...

4. Prepare! Lakukan persiapan-fisik, mental, materi. Fisik harus fit. Mental harus kuat, percaya diri, anggaplah diri Anda yang paling tahu dan orang lain ingin tahu yang Anda ketahui. Siapkan data dan referensi topik pembicaraan sebanyak mungkin. Makin luas wawasan, Anda akan kian percaya diri. Ada nasihat bagus dari Jack Valenti, penulis naskah pidato Presiden Amerika, Lyndon Johnson: “The most effective antidote to stage fright… is total monkish preparation” (Obat paling mujarab mengatasi “demam panggung”… adalah melakukan persiapan total). 
oia harus tau dan faham target audience, misalanya cara berkomunikasi audiencenya anak-anak, orangtua, dewasa, mahasiswa dll, harus dibedakan. 

Ringkasnya, atasi rasa gugup atau takut dengan melakukan tiga hal: perencanaan, persiapan, dan latihan. Kita persiapkan topik atau yang akan dibicarakan dan bagaimana mengemukakannya. “Being prepared is half the battle to overcoming anxiety.” Persiapan adalah setengah pertempuran untuk mengatasi rasa takut.



dan impian saya selanjutnya adalah menjadi pebicara di sebuah seminar tentang parenting bersama anak saya nanti. Bismillah, aamiin :))


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...