Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

kemilau sebuah pena

Aku bukan lah seorang penulis yang pandai merangkai kata dalam bait-bait puisi ataupun pujangga yang merangkai kata lewat syair-syairnya, aku hanyalah seorang gadis yang senang akan dunia tulis-menulis, masih teringat dalam benak ku saat pertama masuk sekolah dulu, dimana pena, pensil, kertas putih adalah bagian dari rutinitas ku setiap hari.  Bagi anak-anak di usia awal sekolah, hal menulis tentu sangat bermanfaat untuk belajar membuat, memperbaiki dan menyempurnakan bentuk huruf atau kerapian dan keindahan tulisan. dan suatu saat guru ku pernah bilang ‘’pena ini merupakan mimpi dan harapan mu untuk masa depan’’ saat itu aku masih belum mengerti apa yang dikatakan guru ku. Lambat tahun aku pun mulai sadar dengan kata-kata yang terucap dari guruku saat itu bahwa dengan pena aku bisa menulis apa yang ingin aku capai dalam hidup, dengan pena aku dapat menulis keresahan dalam hati, dengan pena aku dapat memindahkan hati dan pikiran ku dalam tulisan. Kebiasaan ku dalam menulis ...

luruskan niat

Luruskan niat Bismillah Sudah hampir 4 tahun aku kuliah di kedokteran hewan atau biasa di sebut bidang veteriner. Ku coba untuk menjalani dan menikmati ilmu-ilmu yang ada di dalamnya. Aku masuk jurusan ini memang bukan merupakan panggilan dari hati yang terdalam, tapi memang ayah menyuruh untuk masuk di jurusan ini. Yah mungkin ayah sudah tau lapanganan pekerjaan di bidang veteriner masih memiliki peluang yang lebar. Dan menganggap aku pantas untuk masuk di jurusan ini. Padahal ketika itu sangat menginginkan untuk bisa melanjutkan studi di Psikologi, sastra atau pendidikan biologi. Ketika SMA ada pendaftaran PMDK(PSB) kemudian aku mendaftar pendidikan biologi saja, karena psikologi dan sastra tidak sesuai jurusan ku saat SMA yang dulunya aku masuk jurusan IPA. tetapi memang kehendakNYA lain, aku tidak diperbolehkan untuk masuk dalam jurusan tersebut. ketika pendaftaran SNMPTN, aku mencoba memendam rasa egois dan menuruti perintah ayah untuk mengambil jurusan ini. Tidak disangka-...

polemik

Bismillah Polemik dunia pendidikan Pendidikan merupakan salah satu pilar pembentuk karakter suatu bangsa dan Negara, serta membentuk mentalitas seorang manusia. Jika system pendidikan saja masih berubah-ubah dan belum baik, maka tak di bisa dipungkiri kalau sumberdaya manusia kita juga belum maksimal, Namun kemudian, apa yang terjadi jika ternyata pendidikan yang sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup dan kecerdasan masyarakat ternyata harus terbentur oleh suatu materi. Bagaiamna bisa sekolah bila ternayata sekolah itu mahal? Tulisan ini hendak membuka  korelasi (hubungan) antara mahalnya pendidikan, dengan hak setiap manusia untuk mendapat pendidikan dan hak setiap negara untuk menyelenggaraka pendidikan, agar rakyatnya cerdas.Sebagai yang tercantum dalam undang-undang 1945 pasal 31 dan diperkuat dengan UU tentang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional. Bukan bermaksud membuka tirai kejelekan di kampus kita tercinta ini. tapi apakah kebi...

Anehkah saya? haha:D

Aneh kah saya??? Di saat cewek-cewek lain pergi k mall untuk sekedar jalan-jalan liat-liat baju dan shopping, Saya justru malas banget kalo gak ada kepentingan dan mendesak untuk dibeli. Aneh kah saya???? Di saat banyak cewek memakai kendaraan vario, mio,, Saya malah gak suka banget sama bentuk sepeda itu yang keliatan sok imut…dan saya lebih memilih sepeda yang berkopling Aneh kah saya??? Disaat kawan-kawan suka makan pizza, humberger, dll pkknya makanan barat… Saya malah gak mau meskipun di traktir… Aneh kah saya???? Di saat temen-temen sebaya sering mendengarkan musik masa kini,, Saya justru suka msik ‘80an yang terdengar lebih menusuk hati dan lembut Aneh kah saya???? Disaat temen-temen cewek suka perawatan tubuh, seperti luluran, maskeran dll.. Saya justru main dan lebih baik melakukan kegiatan lainnya Aneh kah saya???? Disaat cewek2 suka pake sepatu hak tinggi Saya justru pake sepatu yang biasa2 saja, yang menurutku nyaman Aneh kah saya???? ...

Duniaku

Tak tau mengapa aku senang bersama anak-anak, kalo bersama mereka rasanya hati senang, bercanda tawa bersama mereka, tapi kadang juga jengkel ngadepin anak-anak yang susah diatur, tenggorokan rasanya kering. Nah di rumah kebetulan aku membuka tempat belajar buat anak-anak yang mau belajar, saat pertama buka yang mau duluan adalah 3 bersaudara bila, yepta, dan tasya, kemudian bertambah rico, doni, dan afre, setelah beberapa hari kemudian, bertambah fandi, diva, ananta, dan rasya, mereka semua mempunyai latarbelakang pendidikan dan keluarga, dan karakter belajar yang berbeda-beda. Tapi yang menyamakan mereka adalah sama-sama bersemangat untuk belajar Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara yang tinggal di dpn rumahku, mereka hanya tinggal bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan kakak...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Kebersamaan Kita

Terbesit dibenak saya ketika melewati  depan ruang kolegium hari rabu (16 mei 2012), ketika melihat ruangan itu aku teringat masa-masa dimana masih mengemban amanah selama 2 periode di organisasi, teringat saat membentuk lingkaran untuk berdiskusi, saat-saat piket, saat ada kegiaatan organisasi dan saat bersantai ketika menunggu praktikum maupun kuliah dan lain-lain. Banyak kenangan diruangan itu, dari ruangan tersebut saya bisa banyak belajar yang tidak dipelajari di bangku kuliah,belajar menahan emosi,belajar berpendapat, berkomunikasi, dan pengembangan2 diri lainnya, selain itu saya di pertemukan dengan teman-teman yang hebat, berfikir kedepan, kritis, loyalitas dalam berjuang. Mencoba mengenal beranekaragam karakter teman-teman di dalamnya, dari yang sering memimpin diskusi yang suaranya lirih, terkadang saya tak bisa mendengar jika dia sedang bicara, yang selalu cerewet mengoprak-oprak untuk mengumpulkan proker dan selalu rajin menulis notulensi dengan goresan bulpoin ya...