Langsung ke konten utama

Dandelion

Dandelion namanya, bunga yang mungil, kecil hidup di hutan-hutan,
kemarin hari minggu sepulang mengurus kucing-kucing rawat inap aku main ke daerah junggu, lereng gunung arjuna, 1 jam dari rumah.
aku baru tau bunga ini namanya dandelion dari adek tingkatku yang dulu pernah jalan-jalan nemenin dia hunting foto.



Dandelion,,, tubuhmu kecil, dan sangat ringan, tapi kau dapat hidup dimanapun dan kapanpun, 
dibantu angin yang menerpamu, dan benih itu tumbuh...lebih dan lebih....








hembusan angin menerpamu, membawamu kemanapun pergi
kau tetap bertahan... sampai tumbuh indah kembali.

hembusan angin, badai, teriknya matahari, kuatnya dentuman air hujan, 
tanpa induk di sampingmu, kau bisa bertahan hidup, 
hidup sendiri, dibawah langit biru nan indah....

Dandelion 
bunganya rapuh, tapi bisa menghasilkan benih yang baru nantinya...
aku jadi berfikir, bahkan bunga sekecil dandelion ini bisa begitu kuat, gigih untuk tetap bertahan hidup, angin yang membantu menerbangkan benih-benih itu.
Allah telah menjamin rizkyNya oleh Allah. maka pantaskah kita manusia, makhlukNYa yang di ciptakan dengan sebaik-baik bentuk ini berputus asa? 

ada ayat di Al Quran 
''Kamu sekali-kali melihat pada ciptaan Yang Maha pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang?'' Al Mulk : 3


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...