Langsung ke konten utama

Yakin kah?

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan, sedangkan apa yang ada dalam diri individu, pikiran, perasaan, pengalaman-pengalaman individu akan ikut aktif berpengaruh dalam proses persepsi. Persepsi inilah yang akan mempengaruhi derajat keyakinan kita terhadap suatu hal. Jangankan terhadap pasangan yang baru mau akan menikah, terhadap karir atau tempat kerja kitapun, hayooo ngaku siapa yang bisa 100% yakin? Keyakinan terhadap hal-hal fana atau yang bersifat duniawi bersumber dari persepsi, mari kita diskusikan.
http://sekolahpernikahan.ning.com/blog/sederhananya-cinta-1 : bagi yang belum membaca artikel saya sebelumnya silakan dibaca dulu ya. hehe. ( promotion) Artikel saya sebelumnya adalah hasil saya mengelola persepsi, alhasil keyakinan saya terhadap pasangan naik 20% ( data kuantitatif yang tidak bisa dipertanggunjawabkan, hehe karena hanya saya yg bisa mengukur ) ^^ Sama seperti mimpi yang harus dikejar supaya terwujud, maka keyakinan pun perlu diolah supaya lebih baik dan lebih tinggi derajatnya. Mengelola persepsi supaya lebih positif yuk,
Adakah yang berpikir bahwa ini adalah proses pemaksaan keyakinan? Hhhmmmm... tentu tidak. Allah akan kasih rambu-rambu kok kalau ternyata kita salah, percaya deh Dia punya lebih banyak cara untuk membantu mewujudkan keyakinan kita. Bukankah Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya?! Nah, setelah mengelola persepsi ke arah yang positif, diiringi dengan penyerahan diri ya supaya selalu ada tangan Allah yang membantu keputusan kita. Tanpa meninggalkan rasa takut dan rasa harap karena kita tidak punya daya tanpa kecerdasan yang Dia titipkan kepada kita. 
So, masih ada yang ragu-ragu dengan calon pasangannya? Dikelola yuk persepsinya. Jika Allah tidak memberikan rambu-rambu merah dalam proses pengelolaan keyakinanmu, maka lanjutkan dengan kata Basmallah, Allah bersama keputusan kita.
Teman-teman, mencintailah dengan sekadarnya dan berkeyakinanlah dengan sekadarnya. Jika keyakinan sudah tumbuh, maka lanjutkan dengan tanggungjawab atas pilihan, dan komitmen hingga akhir masa. Salam hangat sahabat ... ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duniaku

Tak tau mengapa aku senang bersama anak-anak, kalo bersama mereka rasanya hati senang, bercanda tawa bersama mereka, tapi kadang juga jengkel ngadepin anak-anak yang susah diatur, tenggorokan rasanya kering. Nah di rumah kebetulan aku membuka tempat belajar buat anak-anak yang mau belajar, saat pertama buka yang mau duluan adalah 3 bersaudara bila, yepta, dan tasya, kemudian bertambah rico, doni, dan afre, setelah beberapa hari kemudian, bertambah fandi, diva, ananta, dan rasya, mereka semua mempunyai latarbelakang pendidikan dan keluarga, dan karakter belajar yang berbeda-beda. Tapi yang menyamakan mereka adalah sama-sama bersemangat untuk belajar Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara yang tinggal di dpn rumahku, mereka hanya tinggal bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan kakak...

Mengapa memilih Turki?

Turki, adalah salah satu negara impian yang ingin saya kunjungi selain Saudi Arabia (Mekkah, madinah). Nah, ini saya coba utarakan alasan mengapa saya sangat suka dengan negara ini,  banyak orang bertanya... ''lho kok Turki? apa yang menarik dari Turki?'' ''kenapa mesti turki? kok ga australia, eropa?'' sejak masih SMA saya memang sudah suka dengan negara satu ini, awalnya tertarik karena melihat acara travelling yang kebetulan berada di Turki, kemudian membaca novel Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy), betapa indahnya beliau mendeskripsikan tentang Timur Tengah, seakan-akan aku sedang berada di sana, menjelajahi setiap sudut yang ia ceritakan. saya tidak tau Turki, yang saya tau Konstantinopel, saya jatuh cinta pada kota ini… bukan pada Turki (saat itu). Setelah tau ternyata Konstantinopel berganti nama jadi Istanbul dan itu terletak di Turki, saya jadi makin suka Turki. Entah kenapa, pokoknya suka Turki titik. Hanya itu… tidak lebih. Al...

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...