Langsung ke konten utama

kekuatan vs kelembutan wanita

menjadi seorang perempuan itu menurut saya tidak hanya lemah lembut, dan manja tapi memang harus tangguh, kuat, bagaimana kalau hanya lembah lembut tanpa mempunyai kekuatan yang kuat untuk menghadapi hidup.
memang benar wanita harus mempunyai sifat lemah lembut dan manja, tapi ada waktunya. waktu ketika bersama suami, yang sudah halal.
kuat di sini yang saya maksud adalah seorang wanita bisa dapat tahan banting menghadapi hidup, mampu bekerja keras untuk keluarga, sehat jasmani rohani, kuat iman, mandiri, tak tergantung dengan orang lain. 
kekuatan hadir karena banyaknya masalah yang menempanya.

menurut saya yang sesuai untuk wanita adalah fisik kuat, tangguh, tetapi wanita  harus mempunyai hati dan jiwa yang lembut, tapi tak boleh lemah, lembut adalah fitrah seorang wanita, setomboy apapun seseorang wanita pasti ada sisi kelembutan yang ia simpan dan tersembunyi. menurut saya setiap wanita mempunyai sisi itu, tapi hanya perlu dimunculkan atau belum muncul. 
wanita harus lembut untuk mengusap kepala anak-anaknya,\
menebar kasih sayang ke setiap orang,
menjadi sandaran dan pangkuan untuk suaminya dikala lelah,
menjadi penerang dan pemberi ketenangan untu keluarganya. 

wanita sejati seharusnya tak pernah identik dengan kata lemah, 
mereka harus kuat untuk menguatkan suaminya,
harus kuat mendidik dan membesarkan anak-anaknya, 
menyiapkan mereka menjadi generasi rabbani, generasi masa depan.
mereka harus kuat dan tidak cengeng untuk memanggul amanah-amanah yang ada di pundaknya. 
cukup kuat untuk mampu mengurus dirinya, anaknya, suaminya, orangtuanya, dan mayarakatnya. 
wanita menyimpan kekuatan dan memiliki kelembutan 
tidak cengeng, tidak manja apalagi menye-menye, tidak cepat berputus asa. 
khadijah, Asma, Fatimah, dan masih banyak lagi wanita yang mengukir sejarah besar dunia tidak pernah memilih jalan menjadi wanita yang lemah. 
How about you?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duniaku

Tak tau mengapa aku senang bersama anak-anak, kalo bersama mereka rasanya hati senang, bercanda tawa bersama mereka, tapi kadang juga jengkel ngadepin anak-anak yang susah diatur, tenggorokan rasanya kering. Nah di rumah kebetulan aku membuka tempat belajar buat anak-anak yang mau belajar, saat pertama buka yang mau duluan adalah 3 bersaudara bila, yepta, dan tasya, kemudian bertambah rico, doni, dan afre, setelah beberapa hari kemudian, bertambah fandi, diva, ananta, dan rasya, mereka semua mempunyai latarbelakang pendidikan dan keluarga, dan karakter belajar yang berbeda-beda. Tapi yang menyamakan mereka adalah sama-sama bersemangat untuk belajar Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara yang tinggal di dpn rumahku, mereka hanya tinggal bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan kakak...

Mengapa memilih Turki?

Turki, adalah salah satu negara impian yang ingin saya kunjungi selain Saudi Arabia (Mekkah, madinah). Nah, ini saya coba utarakan alasan mengapa saya sangat suka dengan negara ini,  banyak orang bertanya... ''lho kok Turki? apa yang menarik dari Turki?'' ''kenapa mesti turki? kok ga australia, eropa?'' sejak masih SMA saya memang sudah suka dengan negara satu ini, awalnya tertarik karena melihat acara travelling yang kebetulan berada di Turki, kemudian membaca novel Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy), betapa indahnya beliau mendeskripsikan tentang Timur Tengah, seakan-akan aku sedang berada di sana, menjelajahi setiap sudut yang ia ceritakan. saya tidak tau Turki, yang saya tau Konstantinopel, saya jatuh cinta pada kota ini… bukan pada Turki (saat itu). Setelah tau ternyata Konstantinopel berganti nama jadi Istanbul dan itu terletak di Turki, saya jadi makin suka Turki. Entah kenapa, pokoknya suka Turki titik. Hanya itu… tidak lebih. Al...

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...