menjadi seorang perempuan itu menurut saya tidak hanya lemah lembut, dan manja tapi memang harus tangguh, kuat, bagaimana kalau hanya lembah lembut tanpa mempunyai kekuatan yang kuat untuk menghadapi hidup.
memang benar wanita harus mempunyai sifat lemah lembut dan manja, tapi ada waktunya. waktu ketika bersama suami, yang sudah halal.
kuat di sini yang saya maksud adalah seorang wanita bisa dapat tahan banting menghadapi hidup, mampu bekerja keras untuk keluarga, sehat jasmani rohani, kuat iman, mandiri, tak tergantung dengan orang lain.
kekuatan hadir karena banyaknya masalah yang menempanya.
menurut saya yang sesuai untuk wanita adalah fisik kuat, tangguh, tetapi wanita harus mempunyai hati dan jiwa yang lembut, tapi tak boleh lemah, lembut adalah fitrah seorang wanita, setomboy apapun seseorang wanita pasti ada sisi kelembutan yang ia simpan dan tersembunyi. menurut saya setiap wanita mempunyai sisi itu, tapi hanya perlu dimunculkan atau belum muncul.
wanita harus lembut untuk mengusap kepala anak-anaknya,\
menebar kasih sayang ke setiap orang,
menjadi sandaran dan pangkuan untuk suaminya dikala lelah,
menjadi penerang dan pemberi ketenangan untu keluarganya.
wanita sejati seharusnya tak pernah identik dengan kata lemah,
mereka harus kuat untuk menguatkan suaminya,
harus kuat mendidik dan membesarkan anak-anaknya,
menyiapkan mereka menjadi generasi rabbani, generasi masa depan.
mereka harus kuat dan tidak cengeng untuk memanggul amanah-amanah yang ada di pundaknya.
cukup kuat untuk mampu mengurus dirinya, anaknya, suaminya, orangtuanya, dan mayarakatnya.
wanita menyimpan kekuatan dan memiliki kelembutan
tidak cengeng, tidak manja apalagi menye-menye, tidak cepat berputus asa.
khadijah, Asma, Fatimah, dan masih banyak lagi wanita yang mengukir sejarah besar dunia tidak pernah memilih jalan menjadi wanita yang lemah.
How about you?
Komentar
Posting Komentar