Langsung ke konten utama

jatuh cinta

Bukuku
kau berbentuk buku,
lembaran demi lembaran penuh makna,
makna kehidupan, hakekat hidup.
tertulis kalam-kalam ilahi,
tenang, tentram hati ini membacamu
selalu kubawa kemanapun ku pergi
Al quran namamu, pedoman hidupku
yang selalu mengingatkanku pada Sang pencipta
maafkan aku karna sering mengabaikanmu
walau selalu ada di tas tapi terkadang ku tak membacamu,
maaf... maaf,.. maaf... Ya Rabb

Lepi hitamku,
hampa hidupku tanpamu,
ku sayang padamu,
kau yang selalu setia menemaniku,
berjuang meraih masa depan,
siang malam tak pernah mengeluh,
apalagi ketika kau setia meneemaniku bekerja keras
demi skripsi, laporan-laporan koass
tempat menulis untuk mencari selembar uang untuk jalan-jalan :))
luarbiasa kamu lepi hitamku,
sering ku marah padamu saat kamu lagi ngambek,
terimakasih ya lepiku

jupiku
membawaku pergi kemanapun
melesat cepat menerjang waktu
tak pernah rewel,
setia menemani berpetualang
salut dengan kekuatan dan ketangguhanmu
walau terkadang kulupa memanjakanmu
lupa memandikanmu, memberi makan (ganti oli+servise)
terimakasih jupiku, hidup tanpamu serasa hampa,
tak ada yang bisa diajak jalan-jalan

jam tanganku
menyeruak waktu, detikan jarummu selalu menjadi acuanku
menembus dunia dengan putaranmu
terimakasih jamku, tak ada kau mungkin ku selalu terlambat
tak ada kau mungkin aku akan hilang kepercayaan daro orang-orang

hpku
kalangkabut tak ada dirimu,
sepertinya sudah menjadi bagian hidup ini
selalu ada dalam kantong,
selalu ada disamping, dimanapun tempatnya
menghubungkanku dengan keluarga, sahabat, teman, dan lain-lain
terimakasihku untukmu...

tasku
menahan beban, berisikan bekal-bekal untuk dibawa,
rasanya ada yang kurang kalau pergi tanpa dirimu,
terimakasih tas hitamku

sendal jepitku
tak pernah berteriak,
selalu ku injak
menemani setiap langkah kakiku,
terimakasih sendalku,
walau sudah magabut, kau tetap menarik bagiku :)


terkadang kita lupa dengan barang sepele milik kita, padahal walaupun mereka barang, hidup kita tak bisa tanpa mereka.
sangat-sangat berarti, baru sadar kalau sudah rusak atau hilang,
maka rawatlah, sayangilah, jagalah baik-baik.
karena mereka bagian dari masa depanmu...
terimakasih bukuku, jupiku, hpku, tasku, jamtanganku, sendal jepitku


^___^


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...