Langsung ke konten utama

Banjir

akhirnya aku merasakan menjadi korban banjir juga....hehe agak lebay sih.
tersadar, jadi ini ibukota Indonesia.. jekardah. kemarin-kemarin hanya bisa melihat di berita televisi, eh malah sekarang merasakan sendiri gimana rasanya terkena banjir, 
ga bisa kemana-mana karena akses jalan penuh air, mau beli makan pun juga susah, warung depan klinik tutup, mau ke indomart jauh jalannya, apalagi banjir, Ya Allah... 
tapi tapi... serunya ni, kita (red : anak koass), dokter-dokter, paramedis dan mas2 OB pada masak bareng, makan bareng. biasanya yang masak dok putri, dok irma dan dok lina, mas heru. dan kita2 cewek2 yang koass ( aku, fitri, roosy, weni, dan devi) cuma bantuin iris-iris sayur dan bahan-bahan yang akan di masak, 
biasanya kami masak untuk makan siang dan makan malam, siang jam 12.00, malamnya setelah kami beraktivitas. lagian klinik juga sepi, jadi dokternya juga ada waktu luang. 
enak ni di klinik, merasa terjalin kebersamaan dan kekeluargaan antara bawahan sampai atasan, ga membedakan dan mengkotak-kotakan. makan ya makan apa adanya, becanda sana-sini :) 
semakin lama semakin betah karena lingkungan disini sangat menyenangkan dan nyaman, orang-orangnya baik-baik dan ramah, ya ada sih salah satu yang agak-agak,, tapi ya biarin saja, namanya orang juga ga ada yang sempurna :))

hari ini sudah hari ke-3 banjir datang dan belum surut. 
ya Rabb, aku ga menyalahkan engkau menurunkan air hujan ini, tapi berilah keberkahan atas kejadian banjir.
tetap bersyukur apapun lah yang terjadi, 
kalau baca di koran tuh ya, ada yang harus ngungsi, rumahnya kebanjiran, belum dapat makanan, ya allah...
kalau kata bapak saat telp kemarin, 
bapak : ''piye jakarta? kena banjir po ga?''
aku : '' banjir pak, ga bisa kemana-mana? pak, aku pingin sgera balik.''
bapak : ''nah kan, syukurlah, kamu kan jadi bisa merasakan yang kebanyakan orang jakarta rasakan, hidup itu ga seenak yang kamu bayangkan nduk!''
aku : ''iya pak, bener,''
telepon pun berlanjut membicarakan masalah lainnya, dan akhirnya aku bisa mengambil hikmah ini semua, 
begitu banyak kuasa Allah yang dikirimkan untuk ku dan keluargaku, pantaskah mengeluh? semoga Allah mengampuni dosa-dosaku, dosa-dosa keduaorangtua, keluarga, dan saudara-saudara muslimku, Aamiin. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...