Langsung ke konten utama

Kehidupan

tak terasa sudah hampir 2 minggu saya merantau ke barat (jakarta) mencari kitap suci tong sang cong (red : koass)... awalnya merasa kurang nyaman, liatin kalender, kapan pulang, merasa ga kerasan,
seorang teman bilang ''kerasan ga krasan ya teteap saja kan kamu koass di sana''
kemudian saya berfikir, bener juga apa yang dia bilang, mau ga mau, suka ga suka, kerasan ga krasan, saya tetap saja koas disini.
tersadarlah saya. daripada tetap ngerundel (negative thinking) ya lebih baik jalani dengan ikhlas, lebih dapat pahala.
Alhamdulilah setelah seiring berjalannya waktu, saya mencoba menjalani dengan ikhlas, tidak mengeluh, dan menikmati, alhasil setelah hari ke-5 koass,sayaa merasakan kenyamanan di sini walau merasakan terisolasi karena banjir selama 3 hari, merasa bahagia, mensyukuri atas nikmatNya.

intinya, semua hal yang kita lakukan jika kita melakukannya dengan ikhlas, menikmati setiap jengkal langkah, setiap detik perputaran jam, kita akan merasakan kenikmatan-kenikmatan ya Allah berikan.
dan tak terasa, waktu begitu cepat berlalu, sekarang sudah hari ke-15 saya tinggal di jakarta.
bahagia, mendapat ilmu-ilmu yang baru, mendapat teman baru, lingkungan baru, cuaca baru, bisa belajar mempelajari kebiasaan orang-orang disini, budaya yang baru...
terimakasih Tuhan, engkau memang yang mengerti hambaMu ini,

jika kita berpegang teguh dengan ketetapan Allah, hidup kan bahagia,
Allah berfirman dalam Al-Quran, setiap orang harus bersyukur atas kenikmatan ya Allah berikan


“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim [14]:ayat 7)


dan selalu percaya dengan kata-kata
Innamal A’malu bin niyat, segala amal tergantung pada niat...

niat beribadah mencari ilmuNya, ilmu kedokteran hewan... 

Terimakasih Allah, 
Terimakasih utk seorang teman yang mengingatkan, walau kadang orangnya nyebelin.

Jakarta, 22 Januari 2014
Rabu, 23.00 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...