Langsung ke konten utama

''Veteriner''

masih banyak orang awam yang belum mengetahui tentang profesi ini
profesi Dokter Hewan,
bisa diamati dari beberapa pengalaman saya atau mungkin pengalaman teman-teman lainnya jika di tanya
Mr X : ''kuliah dimana mba, jurusan apa?''
Saya : '' FKH''
Mr X : '' FKH itu jurusan apa ya? hukum?''
Saya :'' fakultas kedokteran hewan pak.''
Mr X : ''lho kenapa ambil kedokteran hewan, kok ga ambil kedokteran umum saja?';
Saya : '' pilihan hidup pak''
pasti banyak teman-teman yang mengalami hal yang sama yang saya utarakan di atas tadi.
tapi banyak juga sih yang bilang
''wah, berarti pinter yaa masuk kedokteran hewan, banyak spesies yang harus di pelajari, ga tambah pusing tuh'' dan masih banyak lagi.

nah disini, saya mencoba menshare pendapat sekaligus pengalaman saya selama menjalani kuliah dan proses koass di keodkteran hewan.
kedokteran hewan mungkin masih belum familiar di orang awam. ya maklum lah kondisi di Indonesia juga masih seperti ini, tapi pernah kah kita berfikir, kalau kita masih di pandang sebelah mata, bukan orang lain yang salah, tapi mungkin kita nya sendiri yang masih kurang ''menunjukkan'' siapa kita (calon dokterhewan maupun dokter hewan), bukan berarti menyombongkan diri, tapi lebih mengexplore diri kita, berkarya dengan ranah keilmuan kita,
dengan sikap yang santun, karya yang luar biasa, pasti orang akan memandang kita, dengan pandangan yang baik, ''oh ini to dokter hewan'', ''oh ternyata kedokteran hewan ada juga ya'' dan pendapat-pendapat lainnya.

sejujurnya, kedokteran hewan ini bukan pilihan pertama saya, ini pilihan ke-3, hehe
pertama adalah, Psikologi UGM, dan Psikologi UB, pilihan pertama dan ke dua saya belum beruntung dan akhirnya ketrima di pilihan ketiga, terpaksa saya masuk kedokteran hewan, dan ternyata saya baru tau setelah masuk, kalau di UB ini, kedokteran hewannya adalah angkatan pertama, 
dalam benak saya dulu,''haa? ga punya kakak kelas donk, terus aku mau tanya kedokteran hewan ke siapa? ini ilmu apaan ya? kuliahnya kayak gimana ya?''
itu yang mengganggu dalam otak saya, awal masuk masih blank mau ngapain. 
menurut saya itu adalah hal yang wajar. 
hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, semester demi semester,
menjalani kuliah semester 1 dengan perasaan ogah-ogahan, datang-duduk-dengerin dosen jelasin, ujian ya belajar, nilai keluar, kalau bagus seneng, kalau ndak ya biasa saja. 
Flat sekali saya menjalani kuliah selama satu tahun
keinginan saya masih kuat dan masih ingin mendaftar SNMPTN ambil psikologi dan sastra indonesia.
tetapi apa daya, saya belum diberi kesempatan memasuki jurusan Psikologi, 
pada akhirnya saya tetap berada disini,

Allah telah menempatkan saya di sini, 
Telah banyak suka dan duka yang saya dapatkan disana (kedokteran hewan UB). Jujur, saya cukup lelah dengan tugas laporan dari setiap praktikum yang di dapat, sehingga menghabiskan waktu belajar.
Akan tetapi, saya mendapatkan banyak hal disitu. Orang-orang yang hebat seperti sahabat, dosen, teman-teman sejurusan dan beda jurusan, baik di dalam kedokteran hewan maupun di luar jurusan KH, dan pengalaman berorganisasi dalam universitas maupun luar universitas. Mereka  mengajarkan saya banyak hal. Harapan, persahabatan, cinta, usaha.

Overall, saya menikmati perkuliahan saya disini. Dan lentera jiwa saya lah yang menuntun saya hingga sekarang. sampai pada akhirnya di semester 6 saya menyadari hal itu... dan sekarang menjalani koass (profesi dokter hewan).

dan pada akhirnya di dalam proses koass ini lah saya benar-benar merasakan jatuh cinta pada profesi ini
mari membayangkan hehe...
kedokteran hewan, kuliahnya lama, mempelajari berbagai macam hewan (Anjing, kucing, sapi, domba, satwa liar, ayam dll)
ada banyak perbedaan Anatomi, sistem pencernakan, pemberian obat, penyakit, behavior setiap hewan
contohnya saja ini, 
ada banyak jenis sapi, ras kucing, ras Anjing, babi, satwaliar, unggas,..
sistem reproduksi, sistem pencernakan setiap jenis hewan juga berbeda, terapi pemberian obat, obat mana yang boleh di berikan di anjing ras jenis A dan tidak boleh diberikan di anjing jenis B, sistem reproksi antara anjing kucing, sapi, unggas juga pastinya berbeda. 
jenis-jenis penyakit yang menyerang sapi apa saja, anjing kucing apa saja, pastinya juga ada perbedaan. 
ilmu ophtalmology (mata), cardiovasculer (darah dan jantung), urinary, digesti (pencernakan),syaraf, membuka mata dan hati saya, begitu luar biasanya Tuhan menciptakan hewan dengan sistem-sistem di dalam tubuhnya, 
mata, jantung, aliran darah dari A-Z, hati, ginjal, otak, hormon, yang ada didalam tubuh.
pemeriksaan fisik dari ujung kepala sampai ekor, mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit di dalam tubuh, terapinya bagaimana,
ribet banget ya kelihatanya? mempelajarinya saja ribet apa lagi yang membuat (Allah yang buat) 
tapi seru kalau kita menyukainya, ilmu-ilmu itulah yang menambah kesyukuran kita pada Tuhan. 
Tuhan menciptakan tubuh hewan yang sedemikian rupa, lengkap, sesuai dengan fungsinya, memang compliceted sekali memang ilmu kedokteran hewan.

Tapi dengan menjadi calon dokter hewan, saya akan bisa mengobati banyak hewan yang sakit, dan mereka bisa bermanfaat bagi pemiliknya. 

coba fikirkan lagi, kalau produksi sapi, ayam dan telur menurun karena penyakit, masyarakat mau makan apa untuk memenuhi kebutuhan proteinnya? siapa yang bertanggung jawab atas penyembuhan penyakit hewan? dokter hewan bukan?

kalau anjing dan kucing kena penyakit atau ada yang mau melahirkan? ke siapa periksanya? ke dokter hewan bukan?

satwa liar di hutan punah karena pembalakan liar, kemudian perlu adanya konservasi. yang mengerti dan bertanggung jawab dalam mengobati penyakir satwa liar siapa? dokterhewan bukan? kalau hewan punah nanti generasi penerus kita mau lihat hewan apa?

kemudian dalam laboratorium, hewan coba biasanya menggunakan tikus putih, dalam pemeriksaan boleh tidaknya dilakukan penelitian yang bertandatangan dalam surat laik etik siapa? dokter hewan bukan?

dan masih banyak lagi profesi untuk dokter hewan.
saya bangga menjadi calon Dokter Hewan.
dengan mottonya
''Manusya Mriga Satwa Sewaka (mengabdi untuk kesejahteraan manusia melalui dunia hewan)''
dan ini Menurut OIE (Organisasi International Kesehatan Hewan ) ada 33 bidang kerja Dokter Hewan di 110 negara antara lain :

Food Technology
Food Inspection
Food Hygiene
Consumer Protection
Laboratories
Legislation
Artificial Breeding
Zoos
Laboratory Animal
Animal Wellfare
Zoonoses
Veterinary Medicine
Clinical Health Care
Diseases Control
Exotic Diseases
Epidiomology
Quarantine
Livestock and Animal Product
Aqua Culture
Wildlife
Environmental Protection
Nutrition
Parasitology
Teaching
Research and Development
Livestock Marketing
Publications
Economics
Import Animal Product
Livestock industry Organization
Administration
International Cooperation
Profesional Organization

Jadi? gimana? banyak kan lapangan pekerjaan dokter hewan?

bagi adek-adek tingkat ataupun yang mau masuk kedokteran hewan, ataupun teman-teman saya yang masih seperti saya. tetaplah mencari lentera jiwa itu, karena lentera jiwa itu pasti ada dan pasti dapat kita temukan. 
untuk adek-adek, sebelum terlambat memilih jurusan, pilihlan jurusan yang memang kalian sukai, senangi, kalaupun masuknya karena terpaksa atau terjerembab, cobalah menikmati, cobalah memahami, cobalah membuka diri untuk jurusanmu yang telah menerimamu, jangan sampai terlambat seperti saya, baru memahami apa itu dokter hewan semester 6. hehe
menyesal? iya, kenapa kok ga dari awal semester saja saya menyukai ilmu veteriner, coba kalau dari awal saya mencari tau dan merasa ingin tau tentang veteriner, pasti lebih banyak lagi ilmu-ilmu kedokteran hewan yang bisa saya dapatkan, 
tapi Penyesalan tak akan ada habisnya, lalu biarlah berlalu, yang terpenting menetap masa depan dengan optimis, belajar, belajar dan belajar sampai akhir hayat...
jadi gimana? sudah kah menemukan lentera jiwamu saat ini? 
temukan ''Lentera Jiwa'' dengan membuka dan menerima, karena lentera jiwa itulah yang akan menuntunmu, yang akan menemanimu meraih passion dalam hidupmu. 

Subhanallah ya, luar biasa, terimakasih Allah, engkau masih memberikanku kesempatan untuk terus mempelajari Ilmu Mu, 
Ya Allah. sungguh nikmatmu begitu banyak. mudahkanlah hikmah Mu ini dan hikmah Mu yang lain untuk bisa hamba pahami, sehingga kami dapat belajar lebih banyak, dan makin menyadari betapa kecilnya kami di hadapan-Mu.
semoga ilmu yang saya dapatkan bermanfaat bagi hewan-hewan dan pemilik hewan (manusia)

Segala puji bagi-Mu Ya Allah… Tuhan Semesta Alam.
Aamiin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...