Langsung ke konten utama

Penjual Nasi

ada yang banyak diamati di sekitar kita. 
contohnyanga ibu-ibu warteg penjual nasi di depan klinik ini, ternyata ibunya orang karanganyar dan orang tegal,mereka merantau ke jakarta, mencari pundi-pundi uang untuk keluarga di kampung halaman, 
berawal dari obrolan iseng, ternyata ibu nya sudah mengenal kami, kok bisa?,, ya dari kelompok sebelumnya, kelompok sebelumnya bilang, kalau nanti ada temen-teman yang akan koass di sini lagi. 
wah... jadi ga enak ini :))
beliau juga bilang ''itu teman-temannya 2 kelompok kemarin sering makan kesini mba, baik-baik dan ramah-ramah ya, mau pulang ke malang pun juga pamitan ke saya,,, salam nanti kalau ke malang lagi,''
wah ternyata teman-temanku gametogenesis emang baik-baik dan ramah banget ya ke setiap orang hehe :))

 ah itu hanya inter mezzo, 
yuk lanjut...
ya Allah, hanya untuk mencari secarik uang untuk makan harus jauh-jauh ke jakarta ya, sebegitu hebatnya kah jakarta? sampai orang-orang rela hidup di kolong jembatan untuk berteduh. dan tidur di kamar kecil, 
betapa nikmat dan kuasaMu besar ya rabb... lindungi mereka. 
di jakarta ini, kalau orang yang borjuis keliatan banget
kalau orang yang di bawah standart juga keliahatan banget, domplang sekali, sangat kelihatan.
tapi inilah kehidupan, ada susah ada senang, tapi bagaimana si kaya memfasilitasi si miskin, begitu juga si miskin mau menerima si kaya. itu idealnya, 
tapi namanya manusia ga ada yang ideal, hidup ga ada yang ideal, 
ah entah lah, renungan saya membuat saya semakin bersyukur atas nikmat-nikmatNya, 
mungkin ini kali ya, saya sering dibilang ''aneh'' oleh teman-teman
setelah makan dan diam di depan warung, melihat sana-sini, kemudian berfikir. 
kadang juga berhenti di jalan hanya untuk melihat sesuatu (*kemarin melihat anak-anak pemulung yang lagi mengambil botol-botol bekas). 
saya memang tidak bisa membiarkan saja, sedih dan trenyuh rasanya. 

kata teman-teman, aku autis, saya bukan autis, saya hanya ingin memaknai setiap jejak langkah dimanapun saya berada dan mengambil hikmahnya. 

dan saya selalu bilang kepada teman-teman, ''jika cari makan jangan sesuka hati kita, yuk mencari pahala dengan membeli di warteg-warteg yang kiranya penjualnya memang membutuhkan uang''

semua yang kita lakukan niatkan ibadah mencari pahala :))


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...