Langsung ke konten utama

Kompetisi

kita manusia di ciptakan mempunyai kodrat ''kompetisi'' 
pernahkah kita berfikir apa itu kompetisi? istilahnya ''bersaing''
sejak kita sebelum dilahirkan, kita sudah mempunyai sifat untuk bersaing, bersaingnya dengan jutaan sperma untuk bertemu ovum. berperang dengan saingan, menembus ovum. sampai akhirnya menuju fase pembuahan, kemudian segumpal darah sampai akhirnya menjadi janin yang telah ditiupkan roh oleh Allah. 
sampai akhirnya lahir ke dunia, 
menjadi seorang manusia. kemudian tumbuh dari masa ke masa, sampai akhirnya tumbuh dewasa,

sudah menjadi sifat manusia mempunyai sifat kompetisi,
ketika SD, kita sudah bersaing untuk menjadi juara 1, 
SMP, bersaing untuk mendapat bangku SMP yang favorit, 
begitu juga SMA. bersaing dalam keikutsartaan lomba,
kuliah, kerja, semua di dunia ini tak bisa dipisahkan dengan yang namanya ''kompetisi''.

iya inilah hidup, sebuah kompetisi harus dilalui, dari sebuah kompetisi kita belajar berusaha, berjuang, belajar ikhlas, jujur dan amanah. 
tapi sekarang, banyak menyalahgunakan kata ''kompetisi'' banyak manipulasi untuk mendapatkan apapun yang diinginkan, tapi cobalah kita berfikir,
jika hal itu dilakukan dengan sportif, maka tak akan ada yang dirugikan dari kompetisi ini. bahkan saat kita mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk mengikuti kompetisi. bukan bertambah saingan tapi bertambah poin kita. kompetisi ini didasari oleh jiwa yang bersih tanpa manipulasi dalam bentuk apapun.

yakni Kompetisi dalam Meraih Ridho Allah.
Naah,,,, oleh sebab itu marilah kita Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan)di jalan Allah agar kita semua menjadi pemenang piala terhebat, dan piala termahal karena tak bisa dibeli dengan sejumlah uang, Piala ini dari Dzat yang maha Agung. kebahagian dunia dan akherat. 

semangat... semangat.... pasti bisa jika dilakukan dengan jalan yang benar :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...