Langsung ke konten utama

Dulu dan Sekarang

karena nganggur di rawat inap setelah selesai pengobatan, saya pun iseng-iseng baca buku farmakologi. tertulis di sampul buku itu milik dok ****, halaman demi halaman kubaca, tiba-tiba menemukan kertas diantara selipan halaman. ku buka dan ku baca kertas itu. 
kaget dan nelangsa ya...
kertas itu tertuliskana agenda-agenda mingguan dok **** 
tertanggal 18 April 2008 
tertulis jadwal dan targetan mingguan. 
seingatku,
Qiyamul lail 2 kali seminggu
sholat Dhuha 
sholat rawatib subuh dan maghrib harus rutin 
sholat jamaah, 
hafalan Al Quran 
tulisan-tulisan tentang surah-surah yang ada di Al Quran terkait hijab dan kebaikan.
dan ada kaliamat besar di kertas itu 
''Don't forget to bring Quran everyday''
serta jadwal-jadwal kajian yang beliau ikuti...

dan yang membuat saya kaget adaalahhh.....
ini bener kah dok **** yang dulu, tapi kok beda sama yang sekarang?
beda banget malah... yang menurut saya dulunya islami, sekarang didepan mata saya beliau bukan seperti yang dulu, 

Astaghfirullah....
apa yang membuat beliau seperti itu sekarang  saya pun juga tidak tau. 

yang bisa saya ambil hikmahnya adalah 
saya membuka buku itu dan menemukan kertas itu, mungkin peringatan dari Allah untukku  terkait kadar iman yang menurun dan targetan-targetan mingguan yang saya buat. 
hikmah lain, ya rabb pembolak-balik hati manusia, tetapkan lah ketaatanku padaMU, 
bisa saja orang yang dulunya sudah taat kepadaNya, tapi tiba-tiba berubah... 
yang dulunya baik, sekarang kurang baik, yang dulunya kurang baik, sekarang menjadi baik.
kita pun tidak tahu kapan malaikat maut akan mencabut nyawa kita. apa tahun depan? bulan depan? besok? atau beberapa jam? atau beberapa menit? 
yuk mari mengingat kematian karena dengan mengingatnya memotivasi untuk berbuat kebaikan. 

Rasulullah Shallallahu ’alahi wassalam membenci orang-orang yang merasa panjang umur, dengan sabdanya,
”Sesungguhnya yang paling aku takuti atas umatku ialah hawa nafsu yang masih merasa panjang umurnya. Adapun hawa nafsu yang menyesatkan manusia dari kebenaran dan hawa nafsu yang masih merasa panjang umurnya (panjang angan-angan) semua itu akan lupa pada hari akhir.”

sampai tulisan ini selesai sayapun masih berfikir ''kok bisa ya, haduh sayang bangettt yang dulunya lebih baik sekarang menjadi seperti ini... Allah ampuni dosanya, kembalikan beliau seperti yang dulu'' 
Aamiin 

Overall, beliau ramah, baik dan pinter kok :))
tapi ya cuma itu tadi :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...