Langsung ke konten utama

#2

cintakah ini? sesuatu yang sudah hampir terlupa bagaimana rasanya.
hati, oh, apa benar ini kesaksian dari hati?
aku sudah lupa bagaimana menyusun sajak indah dan puitis atas cinta

segalanya berubah kini,
aku adalah mahasiswa fkh yang tak lagi kerap melontarkan kata-kata indah,
bahkan buatku terkesan klise semua itu

aku kini tertakdir seperti ini adanya

termasuk untuk ini, wahai cinta

Aku akan mencintaimu sewajarnya, hmmm tidak tidak... maksudku cintaku pada mu karena Allah
tidak akan besar, karena cintaku pasti terbagi
untuk Rabbku, Nabiku Muhammad, Ayah dan Bundaku, adikku, dan kamu

ya, dan kamu masih harus berkompetisi dengan saudara-saudaraku untuk berbagi cinta,
dan dengan sahabat-sahabatku yang akan mendapat porsi besar untuk cinta ini

dannnn.....
aku tak tahu kau siapa,
nama, tempat tinggal, pekerjaan, kesibukan, kebiasaan, orang tua,
aku tak tahu
yang ku tahu, aku terlanjur jatuh cinta dan aku akan membangun cinta itu
aku tak tahu parasmu wahai lelaki beruntung,
yang ku tahu, kita pasti bertemu dalam pertanda

aku tak pernah tahu apakah kita telah saling kenal,
ataukah kau orang baru,
ataukah kau sahabatku,
ataukah kau yang bersamaku berjuang 6 tahun ini,
aku tak tahu, tidak juga kau

taukah kau calon suamiku, dalam tahajudku selalu berdoa untukmu..
''teruntuk calon suamiku yang sekarang entah di mana?
permudahkan dan lancarkanlah segala urusannya ya rabb...
jaga dia dimanapun dia berada.
lindungi dia dan keluarganya di manapun mereka berada,
wahai calon suamiku, doaku tak pernah terputus dalam sujud malamku kepada Robbku''


ya Rabb, beri kami jodoh yang baik..
dan karena itu aku yakin kau adalah lelaki baik
bersama kita meniti tangga ke surga
dalam naungan cinta
bersama kita mengeja kata dan tanda-Nya
bukan aku atau hanya kau,
tapi kita


p.s.
wahai kamu lelaki beriman yang kelak menjadi jodohku, jaga dirimu, jaga imanmu, jaga hatimu, karena satu saat nanti kita akan mampu membaca pertanda untuk bersatu dalam cinta.
ya Allah, ku titipkan dia, siapapun itu, yang kelak menjadi jodohku, berkahi dirinya dan keluarganya, limpahkan rizki yang halal dan berkah padanya dan untuk masa depan kami.




mau dapet jodoh yang baik? bercerminlah, sudah baikkah kita? masih ada waktu untuk berbenah wahai diriku *liatcermin*. karena lelaki yang baik adalah untuk wanita yang baik pula. semoga kita termasuk dalam golongan lelaki dan wanita yang baik itu :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...