panggil saja dek eza..sudah lama ku mengenalnya, tapi baru beberapa tahun terakhir dekat dengannya, dekat layaknya kakak dan adek, dia adalah adek tingkat. dan ada 1 bagian koass yang bareng dia,
diapun sering cerita tentang ceweknya, keluargana dan lainya,
saya banyak belajar tentang dia, anaknya cerdas, tapi malas dan bandelnya minta ampuuuunnnn... hrrr... butuh kesabaran menghadapi adek eza ini.
sebenarnya anak yang cerdas tapi karena malasnya itulah IP nya jelek.
di sela koass yang lalu dia sering bercerita tentang ceweknya yang sudah putus, bla..bla.. dan bla... sambil gambar di scetbooknya itu...
dia emang jago gambar,, tiap bosan selalu gambar, dan di tasnya selalu ada scetbook, pensil dan penghapus.
dia emang jago gambar,, tiap bosan selalu gambar, dan di tasnya selalu ada scetbook, pensil dan penghapus.
yaa... mungkin dia merasa nyaman untuk bercerita semuanya kepada saya.
logatnya ''mbak sil,,, mbak sil'' yang sudah saya mengerti dan faham bahwa anak ini ingin cerita sesuatu.
tentang dia yang masih sering merokok,
tentang dia yang masih galau tentang mantannya
tentang dia yang ga bisa bangun pagi
tentang dia yang sekarang bingung tentang masa depannya
tentang dia yang sekarang lagi galau hidup dengan ketidak jelasannya.
sabar ya dek eza...
sedikit demi sedikit saya menjadi faham tentang karakter anak ini... selalu ada waktu untuk menampung cerita dan sedikit memberi solusi padanya.
entah kenapa, aku bingung, karena dia selalu tak bisa menatap mataku saat berbicara denganku, entahlah. heran aku...
tapi dari dia aku belajar banyak...
seru anaknya,,,
kalau udah wa ''posisi''
ku jawab di sini
dia selalu biklang ''hunting yuk mbak''
yaa.... menemani dia hunting foto, jalan-jalan ke alam, kemanapun...jeprat jepret...
dia menjelaskan tentang prinsip kamera, bagaimana menggunakan tele, slr, cara memfoto dll.
yang dulu aku menganggapnya... ''ih foto ya foto aja, ngapain sih niat-niat sampek beli ini itu''
dan sekarang aku mengerti, faham. kalau foto itu adalah sebuah seni, mempunyai trik sendiri-sendiri,
yup.. kalau aku cukup tau saja.
anak ini emang rada autis dan cerdas, terkadang banyak pertanyan dari dia yang tidak aku fikirkan, dan hal hal yang sebenarnya sepele tapi ternyata tak pernah aku pedulikan,. dan aku tak bisa menjawabnya.
kalau dia lagi cerita tentang apa yang dia tau,,, aku cuma bisa bialng '''hmmm... owwhhhhh... yayayaaaa'' itu adalah ilmu baru yang baru aku tau... entahlah,dia pintar dan sering baca artikel-artikel,
terkadang dia bilang ''mbak aku tadi kebablasan sholat subuhnya'' ''mbak, habis lulus mau kemana? aku bingung''
dan beberapa hari ini kau bilang ''mbak aku ga kuat, mau buka dulu ya''
ku bilang ''mbak sudah percaya sama kamu za, kamu pasti bisa''
akhirnya kamu ga jadi mokel... hehe
ku bertanya padanya ''za, kamu kenapa kok begini''
dia bilang ''belum ada yang ingetin dan nemu orang yang bisa bikin aku berubah ke jalan yang bener''
me : terus?
dia ''cariin dong mbak''
me : ''pantesin dulu dirimu baru mbak cariin yang lebih baik hehe''
dia '' ketawa ga jelas.
yaaa itu lah dek eza, anak yang labil, moodyan, cerdas, terkadang so sweet juga, ya namanya laki-laki kalau ada teman nya yang perempuan yang lagi butuh ya di bantuin.
teruntuk dek eza,
mungkin sekarang ini mbak masih sering bersamamu, mengingatkanmu, dan selalu ada untukmu, nemenin ngerjain laporan koassmu sambil belajar bareng dll.
sampai-sampai banyak teman-teman bilang ''kok bisa sih deket sama dia'', ''kamu lagi deket sama mba sil ya''
biarlah... heehee biarlah anggap orang apa, tapi tetap, aku hanya menganggapmu sebagai adek.
tapi waktu terus berjalan, rubahlah dirimu untuk yang terbaik untukmu,
mbak senang, kamu sudah percaya sama aku,
dengan kamu curhat tentang masalahmu, dan meminta solusi itu adalah wujud kepercayaanmu kepadaku,
tapi ada beberapa hal yang kamu tak bisa bergantung kepadaku
misalnya ''selalu menitip buku di tasku'' ''selalu mengingatkanmu sholat dan telp kamu untuk membangunkanmu''
ya kalau aku belum menikah, kalau sudah menikah kan ga bisa dek.
jadi dek eza, seperti yang mba selalu bilang padamu, perbaiki dirimu sedikit demi sedikit, insyaALLAH mba masih bisa bantu kamu, ini untuk dirimu sendiri kok, bukan untuk orang lain :)
atau kalau enggak...mau kan membuat mbak mu ini seneng melihat kamu lebih baik,
mbak tetap bangga sama kamu... walau masih banyak temen-temenmu yang meremehkanmu.
salam dari mbak mu
Komentar
Posting Komentar