Ya rabb, peka kan hati ini terhadap orang-orang di sekitarku, merasakan apa yang mereka rasakan.
saya sering mengamati dalam setiap perjalanan yang saya lakukan, entah perjalanan ke kampus, ke masjid, ke tempat manapun yang akan saya tuju. dan suatu hari dalam sebuah perjalanan menuju kampus, melewati perumahan elite, layaknya istana, (perumahan) besar-besar, bagus, tapi entah berpenghuni atau tidak, dan di sisi lain, dibelakang perumahan itu, tau kah? rumah kecil, kumuh, beralsakan tanah, berdinding seng dan kayu. berderet... astaghfirullah, kesenjangan sosial yang sangat terlihat dinegeri ini.
dan aku hanya bisa miris, sedih, serta bersyukur atas apa yang saya miliki sekarang.
saya hanya mikir, apakah mereka orang kaya tidak memikirkan orang-orang yang hidupnya masih kurang mampu, ataukah orang miskin adalah mereka yang tidak mau berusaha... entahlah, wallohualam
saat saya sedang pulang dari ngerjain project bersama teman. saya bertemu dengan seorang ibu yang mendorong gerobak yang berisi botol-botol bekas, dan yang paling membuat hati ini menagis adalah pekerjaan itu dilakukan jam 23.00/ 11 malam.cukup larut malam dimana ibu ibu yang lainnya sedang tidur nyenyak, dan saat itu juga saya berfikir kemanakah suaminya, kemanakah anak-anaknya, ya rabb aku hanya bisa berdoa saat itu, karena posisinya saya sedang mengendarai kencang dan susah untuk berbelok arah, sesampainya rumah, hanya bisa mendoaakn beliau agar Allah selalu memberikan keberkahan, kenikmatan, dan kelancaran segala urusan ibu tersebut. aamiin.
kepada bapak pemulung yang sering saya lihat saat subuh, sungguh, semoga ALLAH mudahkan dan lancarkan dalam pencarian rejeki yang halal.
pun saya ingin kaya, agar bisa membuat bisnis yang bergerak dalam barang barang bekas, agar bisa bekerja lebih layak lagi, atau saya bisa sedekahin untuk mereka, atau saya bisa membangunkan perumahan / rumah susun yang lebih layak untuk mereka, dsan mendirikan sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu tanpa membayar apapun. ya rabb...kabulkanlah doaku.
Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân
lagi dan lagi Allah menampar saya dengan ini semua,
lagi dan lagi Allah memberikan hikmah atas semua pertemuanku dengan mereka,
saya banyak belajar dalam perjalanan asal kita peka...'peka'
dalam setiap perjalanan hidup selalau ada pelajaran yang dapat dipetik, asal kita mau berfikir dan mau peka.
jalani--nikmati--dan syukuri...
rejeki Allah tak akan pernah tertukar asal kita tetap berusaha dan berdoa.
Komentar
Posting Komentar