Langsung ke konten utama

#5

Ya rabb, peka kan hati ini terhadap orang-orang di sekitarku, merasakan apa yang mereka rasakan.
saya sering mengamati dalam setiap perjalanan yang saya lakukan, entah perjalanan ke kampus, ke masjid, ke tempat manapun yang akan saya tuju. dan suatu hari dalam sebuah perjalanan menuju kampus, melewati perumahan elite, layaknya istana, (perumahan) besar-besar, bagus, tapi entah berpenghuni atau tidak, dan di sisi lain, dibelakang perumahan itu, tau kah? rumah kecil, kumuh, beralsakan tanah, berdinding seng dan kayu. berderet... astaghfirullah, kesenjangan sosial yang sangat terlihat dinegeri ini. 
dan aku hanya bisa miris, sedih, serta bersyukur atas apa yang saya miliki sekarang. 
saya hanya mikir, apakah mereka orang kaya tidak memikirkan orang-orang yang hidupnya masih kurang mampu, ataukah orang miskin adalah mereka yang tidak mau berusaha... entahlah, wallohualam

saat saya sedang pulang dari ngerjain project bersama teman. saya  bertemu dengan seorang ibu yang mendorong gerobak yang berisi botol-botol bekas, dan yang paling membuat hati ini menagis adalah pekerjaan itu dilakukan jam 23.00/ 11 malam.cukup larut malam dimana ibu ibu yang lainnya sedang tidur nyenyak, dan saat itu juga saya berfikir kemanakah suaminya, kemanakah anak-anaknya, ya rabb aku hanya bisa berdoa saat itu, karena posisinya saya sedang mengendarai kencang dan susah untuk berbelok arah, sesampainya rumah, hanya bisa mendoaakn beliau agar Allah selalu memberikan keberkahan, kenikmatan, dan kelancaran segala urusan ibu tersebut. aamiin. 

kepada bapak pemulung yang sering saya lihat saat subuh, sungguh, semoga ALLAH mudahkan dan lancarkan dalam pencarian rejeki yang halal. 

pun saya ingin kaya, agar bisa membuat bisnis yang bergerak dalam barang barang bekas, agar bisa bekerja lebih layak lagi, atau saya bisa sedekahin untuk mereka, atau saya bisa membangunkan perumahan / rumah susun yang lebih layak untuk mereka, dsan mendirikan sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu tanpa membayar apapun. ya rabb...kabulkanlah doaku. 

malu diri ini, terkadang masih belum benar-benar bersyukur atas segala nikmat yang sudah Allah berikan selama ini kepadaku,
Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân

lagi dan lagi Allah menampar saya dengan ini semua, 
lagi dan lagi Allah memberikan hikmah atas semua pertemuanku dengan mereka, 
saya banyak belajar dalam perjalanan asal kita peka...'peka' 
dalam setiap perjalanan hidup selalau ada pelajaran yang dapat dipetik, asal kita mau berfikir dan mau peka. 

jalani--nikmati--dan syukuri...

rejeki Allah tak akan pernah tertukar asal kita tetap berusaha dan berdoa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...