Langsung ke konten utama

firasat

seorang ibu mempunyai firasat yang kuat tentang anaknya. tentang pilihan anaknya, tentang apa yang terjadi pada anak-anaknya. walau si anak tak pernah cerita apa yang terjadi.
dan dalam proses ini pula, ibu menjadi sebuah tolak ukur dalam pemilihan. 
walau sudah ada komunikasi intens kepada ibu tepi beliau berkata ''belum, ibu belum sreg''
ibu pun berkata ''kalau jodoh kamu sudah datang, ibu tak akan pernah menolaknya''
iya, proses pun telah disudahi karena ibu belum meridhoi. 
dan akhirkata ''ibu pingin yang pernah datang tahun lalu ke rumah, yang itu .....................''
maafkan anakmu ibu, karena yang tahun lalu datang pun mungkin tak akan pernah datang lagi ke rumah, karena anakmu juga tak tau sekarang dia dimana dan sedang apa. 

hanya ingin bilang 
''jangan pernah keras kepala dalam pilihan kita, firasat ibu jauuuhhh lebih baik, alangkah baiknya kita menuruti kehendak beliau, toh seorang ibu akan memilihkan yang terbaik untuk anaknya, 
dia lebih mengetahui kita, karena Dia yang telang mengandung, merawat, mendidik dan membesarkan kita selama ini''

tak apa, karena Dia adalah surga, surga ada ditelapak kaki ibu, jikalau memang beliau belum meridhoi, mungkin mempunai firasat yang entah dari mana datangnya. 
ridhonya orang tua adalah ridha Allah.

sabar dan ikhlas, 
 :) 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...