Langsung ke konten utama

selamat vebby :)

hari ini adalah hari spesial untuk sahabat saya... vebby,
hari ini adalah hari penrnikahannya dengan mas Aris.
congrats vebby sayang...
awal cerita sebenranya aku di suruh menginap di rumah vebby malam sabtu, menemani dia sebelum di pinang orang, hehe tapi teman dari surabaya datang dan menginap di rumah,
ya masa aku tinggalin, wal hasil tak jadi inap di rumah vebby.
pagi-pagi aku pun sudah siap-siap ke rumahnya, sebelumnya ke asrama ETOS, bersama teman-teman ETOS alias ETOSERs hhehe berangkat ke sana sambil bawa kado.
vebbyyy....
begitu banyak cerita yang tlah kita lalui dan akhirnya kamu tlah menemukan pendamping hidupmu,
dan kalimat kamu tadi bikin nyesss,,,
saat aku memelukmu dan memberi selamat setelah akad nikah,
''slipiiii,,, akhirnya aku sudah tidak sendiri''
nyess...selamat ya veb, dan doakan aku segera menyusulmu.
dan kata-katamu terngiang dalam benakku sampai sekarang. entahlah...
sekali lagi selamat, akhirnya hari ini segala penantianmu telah datang
selamat mendapat gelar baru sebagai seorang istri.
bahagia dan terharu...





mirip ga sih sama aku? banyak orang bilang... lebih dari 10... setiap kita jalan dan bertemu dikiranya kaka beradik, saudara, karena si vebby ini juga berbadan lebar -__-

okey baik.lah. disini aku ingin bercerita tentang ceramah sebelum akad tadi, 
deg-degan... 
akupun jadi berfikir, nanti kalau aku sudah menikah bagaimana yaa?
kalau kebiasaan kita beda, misalnya, cara bangun tidurnya suami ( bangun jam 5 setelah itu tidur,,dll, dan aku?, cara makannya, makanan apa yg dia g suka, keluarganya, bagaimana karakter keluarganya, kebiasaan-kebiasaan di keluarganya, 
ya Ampun.... benar-benar menikah itu sama dengan memulai belajar mengenal orang lain. 
dan kita harus sabar, jika pasangan kita tak sesuai dengan kebiasaan kita, harus bersabar dan belajar memahaminya, 
karena pasangan kita adalah manusia, dimana manusia tak ada yang sempurna, dengan adanya pasangan kita lah yang akan menyempurnakan kehidupan kita,

dan ternyata menikah itu gampang 
tak ada sepersekian detik, sudah halal, subhanallah tapi perjanjian akad nikah itu ada sebuah perjanjian seumur hidup, gampang pengucapannya tapi berat bebannya. 

setelah menikah itu yang ga gampang, dan menikah itu belajar seumur hidup :)


  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...