perjalanan memang unik, penuh misteri, begitu pula dengan perjalanan langit dan bumi.
mereka berada dalam satu dimensi,
mereka berada dalam satu dimensi,
langit pun tak sadar bahwa ada bumi dalam satu tempat. satu dimensi dari Sang Maha Pencipta
langit memang jauh dari bumi,
entah kapan kan bertemu dengan bumi, belum ada sela penghubung diantara mereka saat ini, Tuhan belum berkehendak, belum menurunkan hujan yang biasa mengirimkan rasa rindu langit pada bumi,
hujanlah yang bertugas dalam mengirim pesan-pesan cinta dan sayang langit kepada bumi,
sembari menunggu pesan itu, bumi hanya bisa menatap langit dan bercerita dalam hati tentang kerinduan di balik jendela.
sajak langit dan bumi :
dari bumi kepada langit :
hai langit masih kah kau memberikan aku secercah harapan untuk mengisi kotak pardonku
hai langit masih adakah ruang-ruang penghubung diantara kita?
terlalu jauh jarak kita, apakah ada penghubung di antara garis horizontal hati ini?
tak ada tangga yang tinggi untuk menggapaimu, kau terlalu jauh langit,
terlalu lama waktu memisahkan kita, atau sebenarnya menghubungkan?
bumi hanya bisa melihat langit,
merindu dalam indahnya semburat mega senja yang langit buat,
membayangkan tarian bidadari dengan sayap-sayapnya di atas awan,
menyeruak rindu bumi kepada langit.
ah ternyata itu hanya mimpi
to be continue
Batu, 10 Februari 2014
Komentar
Posting Komentar