Langsung ke konten utama

Taman Kata (1) - pertemuan

perjalanan memang unik, penuh misteri, begitu pula dengan perjalanan  langit dan bumi.
mereka berada dalam satu dimensi, 
langit pun tak sadar bahwa ada bumi dalam satu tempat. satu dimensi dari Sang Maha Pencipta

langit memang jauh dari bumi, 
entah kapan kan bertemu dengan bumi, belum ada sela penghubung diantara mereka saat ini, Tuhan belum berkehendak, belum menurunkan hujan yang biasa mengirimkan rasa rindu langit pada bumi, 
hujanlah yang bertugas dalam mengirim pesan-pesan cinta dan sayang langit kepada bumi, 
sembari menunggu pesan itu, bumi hanya bisa menatap langit dan bercerita dalam hati tentang kerinduan di balik jendela. 

sajak langit dan bumi :
dari bumi kepada langit : 
hai langit masih kah kau memberikan aku secercah harapan untuk mengisi kotak pardonku
hai langit masih adakah ruang-ruang penghubung diantara kita?
terlalu jauh jarak kita, apakah ada penghubung di antara garis horizontal hati ini?
tak ada tangga yang tinggi untuk menggapaimu, kau terlalu jauh langit, 

terlalu lama waktu memisahkan kita, atau sebenarnya menghubungkan?
bumi hanya bisa melihat langit, 
merindu dalam indahnya semburat mega senja yang langit buat, 
membayangkan tarian bidadari dengan sayap-sayapnya di atas awan,
menyeruak rindu bumi kepada langit. 

ah ternyata itu hanya mimpi 

to be continue

Batu, 10 Februari 2014






Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...