Dear nana dan rio
my beloved brother...
nana... bagaimana kabarmu di sana?
rio... bagaimana kabarmu di sana?
kalian bagaikan bintang dan bulan bagi kehidupan mba.
mba ingin yang terbaik buat kalian,
dear nana.
kau ingat dek, saat SMP dulu, kamu mendapat undangan untuk mengambil rapot, kau serahkan undangan itu padaku, bukan pada bapak,
kau tau, dulu bapak begitu sibuk, saking sibuknya tak sempat mengambil rapot mu,
kau bilang: ''mbak, ini undangan dari sekolah, mbak yang datang ya, bapak paling juga ga bisa''
kau sudah bisa menebaknya, tapi mbak selalu memberi pengertian padamu kalau yang dilakukan bapak semata-mata mencari nafkah untuk kita, bukan dia tidak perhatian dan sayang padamu dek.
kaupun mencoba mengerti...
walau dalam hati,,, sebenarnya aku tau apa yang kamu rasakan. tapi mba mencoba untuk lebih dewasa menenangkanmu.
kau ingat waktu kau kecelakaan, SMP kelas 3 dan mbak SMA kelas 3, saat itu sore setelah magrib kamu berangkat untuk les, dan mba di rumah belajar untuk UAN.
tetiba datang seoang mengetuk pintu
dan beliau bilang ''permana kecelakan dan sekarang di bawa ke RS hasta brata''
kau tau apa yang aku rasakan saat itu, kaget hampir pingsan, dan pada akhirnya aku diantar beliau ke rumah sakit di mana kau di rawat,
kau ingat kan, waktu itu bapak tugas di jayapura, dan hanya kita berdua di rumah,
ku lihat kamu tergeletak di ruang UGD, mbak pegang tanganmu erat sambil terisak tangis, kaupun masih bersimbah darah, bingung, dan ga tau harus berbuat apa, hanya ada kita berdua, ibu waktu itu di solo, bapak di jaya pura, kucoba menguatkan mu, beruntunglah yang datang ke rumah tadi temannya bapak, beliau yang membantu administrasi rumah sakit,
kalut... dalam benakku, aku hanya ingin kau selamat, tanpa sadar ku bisik kan doa-doa di telinga mu,
kau pun menggema erat tanganku, kau bilang, ''bapak dan ibu jangan tau dulu ya mba''
dan pada akhirnya Alhamdulilah, setelah proses operasi itu kau selamat.
bapak dan ibu memang sengaja tidak di kasih tau, setelah 1 hari kamu di rumah sakit, baru telpon bapak, dan ibu pun belum tau, sepulang dari rumah sakit ibu baru tau.
kau ingat kan, siapa yng selalu setia menemani mu di rumah sakit, bapak baru datang 2 hari setelah kamu di rumah sakit.
pagi-siang-malam mbak selalu ada untukmu, yang membantumu mengambil makan, menyuap, mengantar ke kamar mandi, menggosok-gosok badanmu, memijat-mijat kakimu, dan untungnya kamu tidak pernah mengeluh kesakitan. kau hanya bilang ''mba tidur mba, ibu belum tau kan?, jangan sampai tau ya mba''
hari demi hari ke rumah sakit dan akhirnya pulang juga,
dek nana... kalau ingat kejadian itu... sedih rasanya, ketika kau butuh support ibu dan bapak, mereka tak ada, sabar ya dek, kau tau, di hadapanmu mba selalu tersenyum, tapi di setiap waktu dalam kesendirian mba sedih, mba ga bisa menghadirkan mereka berdua dalam kehidupanmu, tap mba berusaha untuk menjadi ibu dan bapak walau tidak semestinya
kau selalu cerita tentang apapun padaku, mulai dari cita-citaamu, kamu akan melanjutkan sekolah ke mana, cerita tentang teman-temanmu, mba hanya ingin mencoba menjadi teman, kakak, ibu, sekaligus bapak, agar kamu tak kehilangan kasih sayang,
kau ingat kan waktu SMP dulu, kita tidur berdua di kamar,dan kamu selalu takut kalau lampunya di matikan, dan kita pun saling bercerita sebelum tidur, dan pada akhirnya aku ngomong sendiri kamu sudaah terlelap.
hmm... adek.. dasar...mba juga sering marah kalau kamu bandel, susah di kasih tau, itu untuk kebaikanmu dek. banyak yang kau ceritakan,
aku adalah orang pertama yang mendengar cerita-ceritamu. Orang pertama yang kau tanyai pendapatnya. selalu meminta pertimbanganku jika kau ingin mengambil keputusan, milih jurusan SMA, milih jurusan kuliah, begitupun memilih jodoh. disaat bapak ibu dan orang lain menganggap keputusanmu yang kamu ambil salah, mba yang selalu mengerti dan mendukung dibelakangmu,
dan pada akhirnya bapak dan ibu meleleh juga dengan penjelasan dari ku.
tak terasa ya.. kau sekarang sudah dewasa, kau sudah berumur 22 tahun, ya rabb... padahal rasanya baru kemarin mba masih cerewetin kamu, kita cerita-cerita berdua di depan TV.
dari dulu, aku hanya ingin kamu tak merasa kurang kasih sayang karena ketidakbersamaan bersama ibu dan bapak, aku ingin kau masih merasakan kasih sayang seorang perempuan, walau bukan ibu tapi kakakmu,
tetap lah kasih sayang ibu sepanjang masa, akupun percaya, ibu selalu ada untukmu dek, walau jauh dan jarang berkomunikasi, tetap ibumu adalah ibumu yang melahirkanmu,
mbak hanyalah orang yang dikirim untuk kamu agar kamu tidak kehilangan sosok seorang ibu.
dear Rio
kita jauh ya yo, maaf ya,, mba memang jarang bersamamu. lebih banyak bersama mas mu nana. tapi kau adalah adikku yang manis, yang baik, yang kalem, yang pinter, kau tak beda jauh sama nana, kau selalu bertanya pendaapatku saat kau dalam menentukan pilihan, walaupun jarak memisahkan kita, tapi komunikasi masih terjaga,
kau sekarang dipondokan, kau selalu bilang ''rio di jwa tengah saja mba, kasihan ibu nanti sama siapa, kan bapak sudah sama mbak dan mas nana''
banyak cerita yang kau ceritakan padaku saat aku mengunjungimu di pondokan ataupun kamu liburan di malang, tapi yang mba heran, kamu tak pernah bertanya pendapat dan diskusi dengan bapak,
mbak selalu bilang ''beliau bapakmu rio, kalau ada apa-apa bilang aja, tanya aja''
sepertinya memang kamu dan bapak jauh... bicara hanya seperlunya saja.
mungkin itu karaktermu (pendiam)
terkadang mba juga lelah... lelah...
lelah sebagai penengah kalian berdua dengan ibu dan bapak,
bapak selalu memberitauku, cerita padaku tentang kamu dek, menyuruh ini itu lewat mbak...
bapak memang jarang bicara padamu, tapi bapak dan ibu menyampaikan pesan-pesan lewat mba.
mba lelah sebagai penengah diantara kalian, tapi ya bagaimana lagi, memang ini keadaannya, kamu tak bisa ngobrol layaknya teman dengan bapak, dan sebaliknya...
terkadang mba juga lelah... lelah...
lelah sebagai penengah kalian berdua dengan ibu dan bapak,
bapak selalu memberitauku, cerita padaku tentang kamu dek, menyuruh ini itu lewat mbak...
bapak memang jarang bicara padamu, tapi bapak dan ibu menyampaikan pesan-pesan lewat mba.
mba lelah sebagai penengah diantara kalian, tapi ya bagaimana lagi, memang ini keadaannya, kamu tak bisa ngobrol layaknya teman dengan bapak, dan sebaliknya...
dear nana dan rio
mba bukanlah mbak yang sempurna,
mbak hanyalah kakak yang ingin selalu melihat sinar bahagia yang terpancar dari matamu.
yang ingin kalian sukses di masa depan
yang kalian selalu menjadi anak sholeh, ingat ALLAH, berakhlak baik,
Jadikanlah adikku seorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya
Berani menghadapi kala ia takut tuk bangun
dan tidak tunduk dalam kekalahan yang tulus
Serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan
Oh Tuhan,
Jadikanlah adikku seorang yang tahu akan adanya Engkau dan mengenal-Mu, sebagai dasar segala pengetahuan Ya Tuhan,
Bimbinglah ia bukan di jalan yang gampang dan mudah tetapi di jalan penuh desakan, tantangan dan kesukaran
Ajarilah ia: agar ia sanggup berdiri tegak di tengah badai dan belajar mengasihi mereka yang belum berhasil
Ya Tuhan jadikanlah adikku seorang yang berhati suci,
Bercita-cita luhur sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain,
Mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu
Sesudah semuanya membentuk dirinya aku mohon ya Tuhan Rahmatilah ia,
Berilah kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran agar ia bisa mnerima kekurangan ku sebagai kakak
Ini semua ya Tuhan dari kekuatan dan keagungan Mu itu
be a good son for your parents……
be a good brother for your sister …
be a good student for your teachers
be a good friend for your friends…..
be a good boy for some ones who love you, for some ones who you love and be a good boy for yourself , ok!!!!…….


Komentar
Posting Komentar