4 sahabat... bernama putih, senja, langit dan elang, sudah bersahabat sejak lama, sudah hampir 6 tahun...
6 tahun bukan lah waktu yang pendek untuk saling mengenal bukan?
berawal dari teman sekelas, teman seorganisasi, teman diskusi, teman bermain...
selalu ada cerita keluarga, cinta, organisasi, pekerjaan dan impian dalam setiap pertemuannya.
hari demi haripun terlewati hingga saat ini.
saat dimana semua mungkin akan terpisah, hingga waktu yang tidak menentu
langit dan elang sudah mendapatkan pekerjaan, dan tempat mereka bekerja yang jauh
tinggal putih dan senja yang belum tau akan kemana...
mungkin senja akan menekuni hobi nya, dari hobinya itula dia mendapatkan penghasilan
putih, gadis satu ini adalah satu-satunya perempuan di antara mereka, masih selalu semangat mengejar impiannya walau belum direstui orangtuanya.
hari minggu adalah hari mereka bersama.
sejak dulu sampai saat ini
berkumpul bercerita adalah hal biasa yang mereka lakukan
tapi berbeda pada malam itu.
senja tiba-tiba memulai pembicaraan
''kita sudah lama berteman, sudah hampir 6 tahun, sebentar lagi kita akan berpisah, melangkah dengan kaki dan jalannya masing-masing. tapi ada satu hal yang masih mengganjal bagi ku'' senja terdiam
''apa itu senja'' tanya putih
''kamu, kamu putih, selama 6 tahun ini kamu tak pernah menceritakan tentang kisah cintamu kepada kami semua'' kata senja
putih pun terlihat kaget dan sontak berhenti dari minumnya
''haahaa aku? cinta? seseorang?''
''iya putih, kamu ga pernah bicara tentang cintamu pada seseorang, kamu hanya sebagai pendengar setia kami saja. ''sahut elang
''kamu hanya membicarakan kegiatan-kegiatan sosialmu bersama anak-anak panti, anak-anak yayasan, anak-anak bimbinganmu'' kata langit
''dan adek-adekmu serta orangtuamu saja'' sambung senja
''apa yang aku ceritakan kekalian tentang cinta pada seseorang?, aku bingung aku ga pernah mencintai dalam dalam atau sangat ingin memiliki seseorang, tapi aku pingin nikah'' jawab putih sambil tertawa
''nah ini yang jadi permasalahannya putih, kamu terlalu fokus pada anak-anakmu, adek adekmu dan keluargamu itu, sampai kamu tak ada waktu untuk memikirkan dirimu sendiri'' sahut langit
''haa? masak sih? tapi iya sih sepertinya'' jawab putih dengan nada datar
''dasar kamu, kamu kurang peka, terlalu cuek dengan penampilan, dan dengan laki-laki, perhatianmu cuma untuk dunia sosial saja'' jawab langit
malam itu putih merasa terpojokan dengan pernyataan-pernyataan sahabat-sahabatnya
''terus aku harus bagaimana? ya gimana ya, bingung kalau di tanya tentang cinta mah'' jawab putih
''sekarang siapa yang dekat denganmu?'' tanya senja
''kalian'' jawab putih
''dasar, maksudnya selain kita putihhhhh..'' sahut langit
''haaahaa.. siapa ya,, ga ada sih'' cuma kalian aja
''mana lihat hape mu,'' sambil merebut hp dan melihat-lihat
dan akhirnya pun langit menanyakan '' ini siapa?''
'' temen'' jawab putih
''ini siapa?''
''temen juga, udah ah itu semua temen''
dan tiba-tiba langit melihat ke bawah, sambil bilang ''nah kalau ini sepertinya bukan teman ya, teman kok kayak begini, perhatian banget sepertinya''
''ya elah, kan emang aku perhatian sama semua, sama kalian apa lagi, ya berarti kalau dia perhatian sama aku ya wajar dong, berarti baik, ya seimbang begitu lah'' jawab putih dengan tegasnya
''ampun deh putih, kamu itu cuek banget sih.. hiiiihhhh..'' gemasnya langit sambil pegang kepala putih
senja pun berdiri dan memandang putih dengan tajam
kita semua hari ini ingin mendeklarasikan bahwa
''hei putih, kamu mulai sekarang ga boleh cuek, harus peka terhadap laki-laki dan satu lagi, kamu harus diet untuk mengurangi berat badanmu''
putih pun tertawa sambil heran melihat tingkah sahabat-sahabatnya...
ternyata mereka bertiga, yaitu senja, langit dan elang sudah merencanakan deklarasi itu untuk menyabut kedatangan putih dari luar kota.
''gimana putih, mau kan janji sama kita, cukup 4 bulan saja, kamu ga boleh cuek, kamu harus perbaiki penampilanmu baik fisik maupun rohani, dan diet, ga boleh ngemil, makan coklat atau apapun, harus turun minimal 6 kg'' kata langit
''what??? hei kalian apa-apaan sih, ngak ngak lah'' putih sambil melotot
''ini untuk kebaikan kamu juga putih, kamu ga pingin nanti pas pelantikan kamu keliatan anggun dan cantik'' elang mencoba membujuk
''ngak, aku begini adanya'' tegas putih
''susah deh ngomong sama kamu anak keras kepala'' celetuk langit
''ya udah deh, kalau gitu demi kami bertiga, kami bertiga ingin melihat kamu berbeeda di hari wisudamu nanti, gimana? ayolah, sebelum berpisah lama lho'' bujuk senja
putih memang hanya bisa terbujuk oleh omongan senja.
akhirnya pun putih menyetujuinya demi sahabat-sahabatnya.
dan pembicaraan pun berlanjut dengan cerita elang yang sudah putus hubungan dengan mentari...
elang pun memulai pembicaraan '''hei aku udah ga sama mentari'
senja dan langit pun hanya diam sambil menahan tawa
yang kaget hanya putih, karena dia tak pernah tau cerita ini, memang sudah lama putih jauh dengan sahabat-sahabatnya itu,
''kok bisa'' putih penasaran
''kurang cocok, ternyata kamu dulu bena putih, entah lah aku ga tau harus bagaimana sekarang'' elang dengan wajah sendunya
''sudah lah gampang saja lang, sekarang aku tanya, siapa yang selalu ada buatmu untuk bercerita tentang semuanya, yang tak pernah lelah sebagai pendengar terbaikmu'' tanya langit pada elang
''putih bukan?'' tanya langit
''siapa yang selalu membelamu di saat-saat orang lain tidak percaya padamu?? tanya langit lagi
''putih bukan'' jawab senja
''lalu siapa yang sangat tau kebiasaanmu, buku yang kamu baca, tontonan apa saja yang kamu sukai?''tanya langit
'' putih bukan?'' jawab senja
elang dan putih pun hanya terdiam atas pertnyataan dari kedua sahabatnya itu
elang terfikir dan menjawab '' iya ya, kamu ya putih, aku baru nyadar''
lalu... sekarang apa yang kamu pikirkan lang?'' tanya langit
''aku kadang befikir dan sekarang bingung senja, mencari yang baik itu susah sekali, tidak ketemu-ketemu, tau sendiri kan sudah banyak aku mencoba menjalin hubungan dengan beberapa perempuan, tapi... pada akhirnya tidak berlanjut'' jawaban dari elang
dan kemudian langit pun menimpal
'' dan bagaimana dengan putih?kamu tidak tahu,semuanya tidak pasti,kadang aku berpikir mengapa susah-susah mencari jauh-jauh padahal kamu sudah kenal perempuan yang sangat baik,mengapa kamu tidak mencoba melamarnya saja''putih dengan kaget dan tiba-tiba merasa canggung mendengar pernyataan senja kepada elang
dan senja melanjutkan kalimatnya '' aku berpikir,mengapa tidak kamu saja putih, perempuan yang sudah elang kenal sejak lama,aku tahu kamu baik dan meskipun ada keburukan,pati elang akan sudah menerimanya sejak lama"
putih terkejut tentu saja
tiba-tiba elang berkata ''kau tau putih,aku mungkin yang terlalu muluk mencari-cari,sampai-sampai aku tidak mengacuhkan orang-orang yang baik disekitarku selama ini"
putih terlihat bingung dengan ketiga sahabatnya dan entah akan berkata apa... karena begitu aneh rasanya
putih terlihat bingung dengan ketiga sahabatnya dan entah akan berkata apa... karena begitu aneh rasanya
masih menggantung... dan belum ada pernyataan-pernyataan berikutnya
tapi putih pun tak berani bilang tidak atau iya
karena dia selalu memasrahkan diri pada Tuhan,...
masing-masing sibuk dengan pikirannya masing-masing.
entahlah akan berlanjut seperti apa dan bagaimana....
hanya masa yang akan bisa menjawab.
tapi putih pun tak berani bilang tidak atau iya
karena dia selalu memasrahkan diri pada Tuhan,...
masing-masing sibuk dengan pikirannya masing-masing.
entahlah akan berlanjut seperti apa dan bagaimana....
hanya masa yang akan bisa menjawab.
Komentar
Posting Komentar