Sekarang saya sudah pasrah... pasrah akan ketetapanNya.
Saya serahkan pada Allah. Ikhlaskan. Mengatakan dengan tawakal
"ya allah aku serahkan hidupku rejekiku jodohku dan matiku di tanganMu"
Kita ikhlas atau tidak ketetapan dariNya lah yang akan terjadi. Jadi mengapa kita harus repot-repot memaksakan kehendak ? Mengabiskankan waktu.
Kalau memang dia jodohku ya pasti akan Allah pertemukan kembali di pelaminan.kalau bukan ya sudah lah. Alllah menyiapkan yang lebih baik lagi.
Yaa... bukan cinta. Bukan harta. Bukaan wajah. Bukn cerdasnya otak. Bukan lembutnya suara. Bukan parasnya yang tampan
Tapi ku mencari yang mampu menutupi kekuranganku dengan kelebihannya.. begitu juga sebaliknya. Yang mampu memahami getar jiwa dan menjadi sandaran hidup.
lelah sendiri...
Saya membutuhkan orang yang menguatkan, menjadi sandaaran, teman berbagi dalam suka dan duka, dia yang selalu ada untuk kita, berbicara berdiskusi tentang impian-impian masa depan, teman bercerita tentang semua, yang mengajak dalam kebaikan, membangun cinta kepadaNya, yang selalu menggenggam kuat tangan ini.
Kupasrahkan padaNya. Ya Robb, ku kembalikan hati ini pada-Mu, entah akan kau tautkan dimana aku pasrah...
Tapi tetap punya target yang tinggi, yang hebat yang indah. InsyaAllah itu menjadi doaa kita kepada Tuhan.
Ya... entah siapa. Saya sudah pasrah.. terseerah Allah saja bagaimana caranya dan dengan siapa...
aku yakin padaMu,, dan dengan keyakinanku ini selalu memperbaiki diri, mempersiapkan diri.
Komentar
Posting Komentar