Alhamdulillah setelah pembicaraan dan sedikit perdebatan dengan bapak lega rasanya malam itu,
dan sebuah keputusan yang dapat aku ambil atas ridho bapak dan ibu, setelah bapak dan ibu ridho semoga Allah meridhoi jalanku ke depan,,, aamiin insyaAllah...
berawal dari pertanyaan bapak , setelah lulus akan kemana, dan saya menjawab,
bapak saya mau menjadi Dosen, saya ingin mengabdi, berbagi ilmu, passion saya mengajar, jadi setelah lulus mungkin saya akan bekerja sambil mencari beasiswa untuk melanjutkan S2.
iyaa.. saya sudah memutuskannya, semakin hari semakin yakin untuk mengejar cita-cita ini.
dulu, bercita cita menjadi psikolog dan penulis sastra, tapi takdir berkehendak lain, saya tak diterima di psikologi dan sastra indonesia UGM, Unair, jungkir balik mendaftar lewat berbagai jalur, tapi hasil nihil, sampai mengikuti SNMPTN 2009, tetap nihil,
entahlah... sudah takdir Allah menempatkanku di kedokteran hewan univ brawijaya. kedokteran hewan adalah jurusan pilihan bapak saya. ya sudahlah pada akhirnya saya di sini, di bidang inilah saya berada, suka tidak suka tetap akan menjalani, dan pada akhirnya harus suka, harus ikhlas dan harus menikmati.
pada akhirnya, Allah menunjukkan kuasaNya, saya mulai menyukai bidang, jurusan ini. Alhamdulillah.
dan kini, hampir 6 tahun sudah saya di kedokteran hewan, tak mungkin berpindah haluan. sayang bukan? sudah belajar mati-matian, menghabiskan jiwa, raga dan finansial, masa begitu saja akan ditinggal selesai lulus, tentu tidak... tidak...
yap menjadi seorang Dosen sudah menjadi keputusan bulat, menjadi seorang dosen selain saya bisa mengajar mahasiswa tapi juga bisa menjadi pembimbing, pembinmbing akademik mereka, saya bisa menyalurkan jiwa psikologi, dan menjadi dosen saya tetap bisa menulis, walau tulisannya nanti pasti berbeda, tulisan ilmiah. toh juga sama tulisannya. hanya yang membedakan genrenya.
yaaaa....
Alhamdulillah ya Allah, engkau menunjukkan jalanMu,
membukakan fikiranku, saya bisa menarik benang merah di dalam cita-cita ini yaitu Penulis & Psikolog.
ditambah lagi ketika diskusi dengan Prof. Samik,
beliau berkata ''tuntutlah ilmu mu nak, lanjutkanlah sekolahmu kalau memang benar-benar niat menjadi dosen, insyaAllah ada rejeki kalau memang ada niat tulus dari dalam diri, pendidikan di Indonesia di bawah Malaysia sekarang, banyak penduduk di Malaysia sudah S2, kamu melanjutkan S2 itu termasuk menaikkan kredibilitas bangsa''
dan teringat ketika koass di jakarta dan berkesempatan diskusi dengan Prof Dondin.
''menjadi dosen itu tulus dari hati, susah susah gampang, tapi kalau kamu sudah memilihnya, kamu akan menikmatinya, tak perlu pintar ip cumloude, banyak anak bimbingan saya ip di bawah 3, dan setelah saya bimbing ip nya diatas 3,5, itu artinya hanya butuh usaha yang lebih untuk bisa mencapai puncak, segera lulus silvi, kalau ingin benar-benar melanjutkan sekolah lagi, ya lanjutlah, ingat, profesi dosen itu bekerja dari hati ke hati.''
oia, jadi teringat kata dok den : '' makanya cepetan lulus, terus sekolah lagi, ilmu semakin kamu cari semakin kamu merasa bodoh, maka tetaplah mencari ilmu dan tetaplah merasa bodoh''
jika ada niat selalu ada jalan, dimana ada kemauan di situ ada jalan...
Bismillah... semoga Allah meridhoi jalan saya.
yap menjadi seorang Dosen sudah menjadi keputusan bulat, menjadi seorang dosen selain saya bisa mengajar mahasiswa tapi juga bisa menjadi pembimbing, pembinmbing akademik mereka, saya bisa menyalurkan jiwa psikologi, dan menjadi dosen saya tetap bisa menulis, walau tulisannya nanti pasti berbeda, tulisan ilmiah. toh juga sama tulisannya. hanya yang membedakan genrenya.
yaaaa....
Alhamdulillah ya Allah, engkau menunjukkan jalanMu,
membukakan fikiranku, saya bisa menarik benang merah di dalam cita-cita ini yaitu Penulis & Psikolog.
ditambah lagi ketika diskusi dengan Prof. Samik,
beliau berkata ''tuntutlah ilmu mu nak, lanjutkanlah sekolahmu kalau memang benar-benar niat menjadi dosen, insyaAllah ada rejeki kalau memang ada niat tulus dari dalam diri, pendidikan di Indonesia di bawah Malaysia sekarang, banyak penduduk di Malaysia sudah S2, kamu melanjutkan S2 itu termasuk menaikkan kredibilitas bangsa''
dan teringat ketika koass di jakarta dan berkesempatan diskusi dengan Prof Dondin.
''menjadi dosen itu tulus dari hati, susah susah gampang, tapi kalau kamu sudah memilihnya, kamu akan menikmatinya, tak perlu pintar ip cumloude, banyak anak bimbingan saya ip di bawah 3, dan setelah saya bimbing ip nya diatas 3,5, itu artinya hanya butuh usaha yang lebih untuk bisa mencapai puncak, segera lulus silvi, kalau ingin benar-benar melanjutkan sekolah lagi, ya lanjutlah, ingat, profesi dosen itu bekerja dari hati ke hati.''
oia, jadi teringat kata dok den : '' makanya cepetan lulus, terus sekolah lagi, ilmu semakin kamu cari semakin kamu merasa bodoh, maka tetaplah mencari ilmu dan tetaplah merasa bodoh''
jika ada niat selalu ada jalan, dimana ada kemauan di situ ada jalan...
Bismillah... semoga Allah meridhoi jalan saya.
ibu, ku dedikasikan cita cita ini untukmu, karena ibu saya ingin sekali anaknya ini menjadi seoang Dosen.
Bapak, terimakasih engkau telah memilihkan jurusan ini dulu, di jurusan inilah saya bertemu dengan teman-teman dan sahabat yang hebat, serta bertemu dengan orang-orang luar biasa.
Komentar
Posting Komentar