Langsung ke konten utama

berjilbab

Masih lekat dalam ingatan saya, bagaimana cara saya berpakaian dulu. Benar-benar sungguh tak mencermin kan seorang perempuan, mempunyai rok ya hanya rok untuk sekolah saja.

sungguh. itu jaman jahillihah saya.

Tidak mau munafik, dulu saya juga melihat wanita-wanita yang berpakaian serba besar dan longgar dengan pandangan agak gimanaa gitu, terlalu alim (malah bagus ya justru,hhe). Rasanya kok ya, buat menjadi seperti itu butuh iman dan ilmu agama yang kuat dulu dan saya merasa belum sampai ke level situ. Saya rasa dengan sudah berkerudung saja, ya sudah bagus. Istilahnya sudah melaksanakan perintah agama. Padahal kan seharusnya berkerudung itu gak Cuma menutupi rambut dengan sehelai kain ya… sesuai dengan ayat berikut ini nih:


“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…” (QS An-Nur : 31).


sebenernya saya udah tau dengan perintah berhijab yang sesuai syar’i seperti ini, tapi mata batin saya seperti tertutupi. Kecongkakan khas manusia yang tidak mau mengikuti aturan agama dengan sempurna. Selalu ada kata tapi untuk sesuatu yang sebenarnya baik. sering pake celana jeans karena gak ada pilihan lain. Padahal kan banyak pilihan dibanding harus pake celana jeans yang gak sesuai syar’i kaya gitu. Pake rok misalnya, atau pake celana bahan kalau gak ada rok nya. Yang jelas tidak ngetat dan ngebentuk kaki banget.





berubaaaahh


“The change is good”

Setidaknya ambil sisi positifnya lah ya, kalo masih susah buat ngubah mindset sesuatu yang ‘udah biasa’ misalnya: “pahanya jadi gak keliatan gede kan dengan gak pake celana yang ngetat”, “mata laki-laki jadi gak bandel ngeliatin bagian belakang (maaf) pantat kamu, pas jalan didepan mereka”, “kaki kamu bisa lebih napas dengan pakaian longgar, mencegah kanker katanya sih”, dan masih banyak sisi positif lainnya.

Terus kerudung itu harus terurai menutupi dada, dulu saya orangnya suka yang simple-simple aja. Ujung-ujung kerudung dilampirin di pundak aja, tanpa bros sekalipun. Baik yang kerudung segi empat atau kerudung yang kaya plasmina. Bosen cara lama, jadi ganti-ganti gaya kayanya seru juga. Sampe-sampe temen-temen minta diajarin cara pake kerudung yang ribet kaya gitu, yang butuh pentul banyak dan mesti ditusuk sana sini biar gak kemana-mana. hahahaha…

Tapi tau gak sih, Allah gak pernah liat seberapa ribet cara kmu pake kerudung. Udah cape-cape dan berlama-lama buat make kerudung gak akan ada nilainya di mata Allah kalau esensi buat menutupi kepala dan mahkota rambut itu gak dapet sama sekali. 
Esensinya itu menutupi kepala berikut rambutnya dan terjulur sampai menutupi dada, tidak tipis/ transparan sampai terlihat bayangan rambut ataupun lehernya, serta tidak membentuk punuk unta (baik terbentuk karena cepolan rambut yang terlalu tinggi, kuncir rambut yang besar, ataupun yang ada karena bentuk dari daleman kerudungnya).

lagian kalau ribet gitu, kalau mau sholat pasti juga ribet kan....

Berkerudung itu sebenernya mematuhi perintah Allah kan ya, tapi kita memahami aturannya itu kebanyakan Cuma setengah-setengan aja. Gak mau mempelajari atau bahkan gak mau mengerti apa maksud dari perintah itu. Setelah memahami semua ini, saya jadi mengerti sebenernya iya juga sih ya, kok seperti terlihat percuma aja make kerudung tapi masih transparan, gak nutupin dada, nutupin rambut juga enggak wong transparan keliatan gitu rambut nya melambai-lambai pas kepala goyang-
goyang. Sedikit curhat, dulu saya berfikir saya memakai kerudung karena perintah Allah dan itu memang kewajiban, taukan esensi kewajiban itu kalo gak dilaksanakan ya berdosa. Tapi saya masih mengingkari suruhan Allah yang sebenarnya tentang makna berjilbab itu, saya masih menimbang-nimbang masalah duniawi yang dimana kalau saya berjilbab yang sesuai syar’i saya akan terlihat terlalu alim, gak gaul, dsb. Saya masih ingin dilihat manusia, seperti tidak ikhlas berjilbab hanya karena Allah. Tapi berjilbab karena kewajiban Allah dan tetap harus terlihat menarik di mata manusia. Jujur aja memang itu yang saya rasakan dulu…

Sebagai wanita, saya tahu anda pun juga sepertinya tahu pria itu gampang tergoda imannya karena wanita. Entahlah saya bukan pria, tapi saya tahu bagaimana pikiran pria-pria itu. Saya banyak tau dari teman-teman terdekat, yang pria tentunya. Saya tau seperti apa saja obrolan mereka disaat sedang berkumpul. Yaaahh bergaul dengan banyak tipe teman yang berbeda-beda banyak memberikan saya pelajaran. Baik teman yang membawa pengaruh baik ataupun sebaliknya. Obrolan mengenai fisik wanita pasti kadang ada saja dibalik obrolan mereka, bayangkan di depan saya yang sorang wanita saja mereka bisa membicarakan masalah sensitif itu atau paling tidak didalam pikiran dan otak mereka masing-masing mereka bisa memunculkan imajinasi mereka sendiri .hha.. Gak mau terlalu frontal membicarakan masalah ini, tapi ini fakta yang harus wanita tau nafsu pria itu memang besar, yaitu 9:1 dibanding dengan wanita. Nah makanya kita sebagai wanita, harus pintar-pintarlah menjaga diri. Pria itu gak akan macem-macem sebenernya kalau gak dipancing. Mancing mereka emang gimana caranya? Cukup dengan cara berpakaian aja sih sebenernya. Jadi khayalan mereka akan terbatasi, soalnya apa yang mau dihayalin orang semuanya tertutup. Tertutup kalau kita memakai jilbab sesuai syar’i kalau masih kerudung gaul yang ngebentuk sana-sini, yaaa itu sih masih bisa dibayangin. Tapi gak semua pria kaya gitu kok, mereka yang imannya kuat pasti menjaga pandangan dan pikiran yang kaya begitu-begitu.

Jadi esensinya satu lagi nih tentang perintah Allah yang menyuruh kita menutupi tubuh ini dengan sebenar-benarnya, yaitu untuk menjaga kita dari mata-mata tidak bertanggung jawab sehingga kita bisa terhindar dari segala bentuk kejahatan. Ah pokoknya yang pernah tau, pernah kenal, atau bahkan pernah berpengalaman pasti tau lah ya gimana cowo-cowo itu dengan pemikiran atau bahkan tindakannya. Hehe

Sekarang udah clear lah ya, masalah apa aja yang harus dirubah kalau mau sesuai sama perintah Allah. Diingetin lagi deh, yang longgar, tidak tipis, tidak berbentuk, menutupi dada. Nah sebenernya masih ada lagi, walaupun terlihat sepele tapi akan lebih sempurna kalau ikut dilengkapin juga. Aurat yang boleh diperlihatkan wanita itu Cuma dua bagian: muka dan telapak tangan. Berarti telapak kaki juga jangan lupa ditutup, jangan lupa dipake kaos kakinya ya. terus kalo Cuma telapak tangan yang boleh diliat berati dari pergelangan tangan keatas juga harus ditutup secara sempurna. Terutama buat saya yang tangannya lumayan panjang, kadang panjang lengan baju suka ngatung makanya bisa diakalin pake manset yang buat tangan aja. Kalau yang ini bukan masalah aurat lagi sih, tapi pelengkap yang sebenernya saya juga masih suka bandel ngelanggar(hhe), yaitu masalah wangi-wangian. Wanita itu dilarang memakai wangi-wangian yang terlalu berlebihan, karena bisa mengundang nafsu pria katanya. Terus tidak boleh make up yang terlalu berlebihan.(tapi kalau lagi acara nikahan gitu boleh gak ya? hmm).

Intinya ladies.. Allah itu menyukai kesederhanaan, kecantikan kamu dan kalian semua para wanita bukan terletak di balutan pakaian ataupun wajah yang mempesona. Tapi dari sini (nunjuk hati) dari dalam, inner beauty. Karena secantik-cantiknya perhiasan adalah wanita yang sholehah. So itu semua pilihan hidup kamu, mau dilihat sama manusia atau sama Allah? Mau mentingin dunia yang sebenarnya fana atau akhirat yang kekal abadi? Mau yang rumit atau yang simple? Mau dapetin pria yang Cuma liat fisik kamu doang tapi bisa aja jelalatan sama yang lain atau mau dapetin pria yang ngeliat kamu karena kesolehan kamu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...