waktu-waktu ini sangat menarik. saat segala aktivitas dan kesibukan dipilih sendiri.
menarik untuk mulai memahami, kenapa waktu-waktu ini berbeda. benar-benar berbeda, saat kau tidak “didukung” dengan kondisi mata pelajaran sekolah yang membuatmu terjadwal. kau tidak “diarahkan” dengan mata kuliah yang mengharuskanmu masuk ke dalam rutinitas sesuatu. kau tidak “dipaksa” dengan amanah-amanah formal yang membuatmu bergerak -mau atau tidak mau-.
menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini menjadi transisi antara penggenapan agama yang -banyak orang mengatakan- akan menjadikan hidup lebih terarah dan lebih serius. juga transisi antara pasca keteraturan sistem sekolah dan perkuliahan yang memanjakan.
menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini, benar-benar mengajari makna tanggung jawab, makna kebebasan pilihan, makna tujuan akhir, dan makna kepercayaan.
menarik untuk mulai memahami, memang di waktu-waktu ini, saya harus lebih banyak memaksa diri sendiri berkaca. dan sedikit mengurangi proses pembandingan, kecuali dengan diri sendiri yang dahulu. agar orientasi tidak berbelok, agar kalibrasi tidak berbias.
menarik untuk mulai memahami, di waktu-waktu ini, di setiap awal, tengah, dan akhir aktivitasnya, saya harus benar-benar perlu mengkhususkan waktu untuk bertanya dan mengingat. untuk apa semua ini, dan kemana ini semua akan berujung.
menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini bisa jadi merupakan tarbiyah luar biasa dari Allah yang tidak diberikan kepada semua orang. tidak ada yang salah dengan terjatuh, namun kuncinya selalu ada pada momentum kebangkitan.
maka saya memahami, kunci ketenangan hati adalah pada kondisi kita meyakini, dan terus berdoa bahwa apa yang kita lakukan, hanya untuk Allah dan memang merupakan jalan yang ditentukan-Nya.
semoga kita semakin dewasa dari hari ke hari, hingga berujung di jannah-Nya.
menarik untuk mulai memahami, kenapa waktu-waktu ini berbeda. benar-benar berbeda, saat kau tidak “didukung” dengan kondisi mata pelajaran sekolah yang membuatmu terjadwal. kau tidak “diarahkan” dengan mata kuliah yang mengharuskanmu masuk ke dalam rutinitas sesuatu. kau tidak “dipaksa” dengan amanah-amanah formal yang membuatmu bergerak -mau atau tidak mau-.
menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini menjadi transisi antara penggenapan agama yang -banyak orang mengatakan- akan menjadikan hidup lebih terarah dan lebih serius. juga transisi antara pasca keteraturan sistem sekolah dan perkuliahan yang memanjakan.
menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini, benar-benar mengajari makna tanggung jawab, makna kebebasan pilihan, makna tujuan akhir, dan makna kepercayaan.
menarik untuk mulai memahami, memang di waktu-waktu ini, saya harus lebih banyak memaksa diri sendiri berkaca. dan sedikit mengurangi proses pembandingan, kecuali dengan diri sendiri yang dahulu. agar orientasi tidak berbelok, agar kalibrasi tidak berbias.
menarik untuk mulai memahami, di waktu-waktu ini, di setiap awal, tengah, dan akhir aktivitasnya, saya harus benar-benar perlu mengkhususkan waktu untuk bertanya dan mengingat. untuk apa semua ini, dan kemana ini semua akan berujung.
menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini bisa jadi merupakan tarbiyah luar biasa dari Allah yang tidak diberikan kepada semua orang. tidak ada yang salah dengan terjatuh, namun kuncinya selalu ada pada momentum kebangkitan.
maka saya memahami, kunci ketenangan hati adalah pada kondisi kita meyakini, dan terus berdoa bahwa apa yang kita lakukan, hanya untuk Allah dan memang merupakan jalan yang ditentukan-Nya.
semoga kita semakin dewasa dari hari ke hari, hingga berujung di jannah-Nya.
Komentar
Posting Komentar