Langsung ke konten utama

waktu

waktu-waktu ini sangat menarik. saat segala aktivitas dan kesibukan dipilih sendiri.

menarik untuk mulai memahami, kenapa waktu-waktu ini berbeda. benar-benar berbeda, saat kau tidak “didukung” dengan kondisi mata pelajaran sekolah yang membuatmu terjadwal. kau tidak “diarahkan” dengan mata kuliah yang mengharuskanmu masuk ke dalam rutinitas sesuatu. kau tidak “dipaksa” dengan amanah-amanah formal yang membuatmu bergerak -mau atau tidak mau-.

menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini menjadi transisi antara penggenapan agama yang -banyak orang mengatakan- akan menjadikan hidup lebih terarah dan lebih serius. juga transisi antara pasca keteraturan sistem sekolah dan perkuliahan yang memanjakan.

menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini, benar-benar mengajari makna tanggung jawab, makna kebebasan pilihan, makna tujuan akhir, dan makna kepercayaan.

menarik untuk mulai memahami, memang di waktu-waktu ini, saya harus lebih banyak memaksa diri sendiri berkaca. dan sedikit mengurangi proses pembandingan, kecuali dengan diri sendiri yang dahulu. agar orientasi tidak berbelok, agar kalibrasi tidak berbias.

menarik untuk mulai memahami, di waktu-waktu ini, di setiap awal, tengah, dan akhir aktivitasnya, saya harus benar-benar perlu mengkhususkan waktu untuk bertanya dan mengingat. untuk apa semua ini, dan kemana ini semua akan berujung.

menarik untuk mulai memahami, bahwa waktu-waktu ini bisa jadi merupakan tarbiyah luar biasa dari Allah yang tidak diberikan kepada semua orang. tidak ada yang salah dengan terjatuh, namun kuncinya selalu ada pada momentum kebangkitan.

maka saya memahami, kunci ketenangan hati adalah pada kondisi kita meyakini, dan terus berdoa bahwa apa yang kita lakukan, hanya untuk Allah dan memang merupakan jalan yang ditentukan-Nya.

semoga kita semakin dewasa dari hari ke hari, hingga berujung di jannah-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...