Langsung ke konten utama

Denting Piano

Hitam putih tuts-tuts piano kembali mengingatkan kenangan
rangkaian nada-nada menghasilkan symponi nan indah dan lembut 
saya merindukan itu...
merindu jari jemari bergerak lincah diatas tuts tuts piano, 
Dulu ketika masih aktif di pelayananan Gereja sering memainkan alat musik ini
tapi ketika ada kebaktian di rumah eyang (adiknya eyang uti) biasanya yang main saya dan yosef (sepupuku) 
saya memang lebih suka memainkan musik daripada bernyanyi, menyadari bahwa saya tak mempunyai kemampuan olah vokal yang cukup baik, haha

tapi entah mengapa sekarang jemarin ini tak bisa lincah dan selues dulu, mungkin terlalu lama tidak pegang ya, dan sore kemarin saya berkesempatan berkunjung di bimbingan belajar milik mas Adi,
sebenarnya hanya bermain saja, soalnya dulu pernah jadi pengajar di sini, 
eh sekarang ada kelas musiknya, 
and u know, saya mendengar denting piano, terdengar di ruang atas, 
kaki pun melangkah ke atas dann
wooooo ternyata benar ada sebuah piano, selesai pelajaran musiknya saya dan mas adi di dalam bersama Dentri, kami bertiga ngobrol dan saya mencoba mengingat ingat dan memencet-mencet tust piano. sedikit demi sedikit alunan musik terdengar, walau sering di ulang-ulang karena saya benar-benar tak bisa menggunakan musik ini lagi dengan baik, 

kemudian di bantu mas adi, dan sungguh,,, saya di buat melting dengan permainan pianonya, dentingan dan alunan musiknya sungguh mempesona,
apa lagi lagu yang dimainkan lagu kesukaan saya, All of me dan a thousand years, rasanya melayang ke negeri di atas awan *lebay* 

nah Lagu favorit yang sering saya mainkan dulu... dulu lamaaa,...

Fur elise by Bethoven 
The Mariage of Figaro milik Mozart, 
Wolfgang Amadeus by Mozart. 
a thousand years by christina perri 

yap, setelah 2 lagu di mainkan oleh mas adi, saya pun mencoba kembali untuk memainkan piano itu, dengan lagu yang sama tapi mas adi pegang biola, dentri yang menyanyi, 
saya sering buat kesalahan  :( :( 
sudah nyampek tengah, lupa chordnya,,, :(
tapi bener-bener indah, perpaduan musik yang indah, lantunan denting piano dan gesekan biola pun berpadu membentuk harmonisasi musik.
kenyamanan dan kedamaian.

sore yang indah.... 
dan sekarang saya lagi mendengarkan lagu-lagu dengan piano version
fur elise, all of me

dalam perjalanan pulang pun saya berimajinasi dan berfikir...

Kehidupan ini seperti tuts piano, yang putih adalah kebahagiaan dan yang hitam adalah kesedihan, namun karena kemurahan tangan Tuhan, yang hitam pun dapat menghasilkan melodi yang indah. Tuhan tidak akan menekan tuts secara sembarangan. Dia menekan tuts-tuts itu sesuai dengan rancangan-Nya. Tuts hitam dan tuts putih yang Dia "mainkan" akan mendatangkan berkah dan nikmat yang luar biasa dalam hidup kita.
Nikmati saja irama yang sedang Allah mainkan dalam hidup kita...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duniaku

Tak tau mengapa aku senang bersama anak-anak, kalo bersama mereka rasanya hati senang, bercanda tawa bersama mereka, tapi kadang juga jengkel ngadepin anak-anak yang susah diatur, tenggorokan rasanya kering. Nah di rumah kebetulan aku membuka tempat belajar buat anak-anak yang mau belajar, saat pertama buka yang mau duluan adalah 3 bersaudara bila, yepta, dan tasya, kemudian bertambah rico, doni, dan afre, setelah beberapa hari kemudian, bertambah fandi, diva, ananta, dan rasya, mereka semua mempunyai latarbelakang pendidikan dan keluarga, dan karakter belajar yang berbeda-beda. Tapi yang menyamakan mereka adalah sama-sama bersemangat untuk belajar Bila, yepta, dan tasya adalah 3 bersaudara yang tinggal di dpn rumahku, mereka hanya tinggal bertiga di rumahnya, karena ayahnya bekerja di Surabaya, dan ibunya pergi entah kemana setelah meninggalkan hutang yang begitu banyak. Bila berumur 10 tahun dan duduk di banggu kelas 4 SD, yepta berumur 7 tahun dan kelas 1 SD sedangkan kakak...

Mengapa memilih Turki?

Turki, adalah salah satu negara impian yang ingin saya kunjungi selain Saudi Arabia (Mekkah, madinah). Nah, ini saya coba utarakan alasan mengapa saya sangat suka dengan negara ini,  banyak orang bertanya... ''lho kok Turki? apa yang menarik dari Turki?'' ''kenapa mesti turki? kok ga australia, eropa?'' sejak masih SMA saya memang sudah suka dengan negara satu ini, awalnya tertarik karena melihat acara travelling yang kebetulan berada di Turki, kemudian membaca novel Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy), betapa indahnya beliau mendeskripsikan tentang Timur Tengah, seakan-akan aku sedang berada di sana, menjelajahi setiap sudut yang ia ceritakan. saya tidak tau Turki, yang saya tau Konstantinopel, saya jatuh cinta pada kota ini… bukan pada Turki (saat itu). Setelah tau ternyata Konstantinopel berganti nama jadi Istanbul dan itu terletak di Turki, saya jadi makin suka Turki. Entah kenapa, pokoknya suka Turki titik. Hanya itu… tidak lebih. Al...

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...