Dia tlah menemukan keindahan, kedamaian, kenyamanan, bahagia tak terperi.
menyusup ke tulang dada, berosmosis menembus peredaran darah, membuat dendrit dan neurit menari-nari bahkan trilyunan sel yang menyusun tunduk dzikir mengakui keagungan penciptaNYA,
terlucutilah mahkota dunia yang betengger angkuh di kepalanya, terhempaskan jubah keangkuhan, dan terpelaskan sepatu pembangkangan.
menyerahkan diri dalam perjanjian syahadat
Asyhadu alla ilaahaillallah
wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
ketika dia mengikrarkan syahadat setelah lama terlalaikan, dia sedang melakukan reuni dengan fitrah. reuni yang juga berati salam perpisahan dengan ''yang bukan fitrah''. karena bukan kah fitrah kadang datang menggusur fitrah dari kedudukan yang semestinya.
fitrah adalah kembali keasal kejadian penciptaan manusia, fitrah berarti kembalinya manusia kepada jati diiri dan asal penciptaannya. seseorang yang kembali kepada fitrahnya, mempunyai makna ia menjadi suci, keyakinan yang asli, sebagaimana pada saat ia dilahirkan, bukankah kita dilahirkan dalam keadaan suci, bersih, tak bedosa.
''setiap anak silahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orangtuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.'' (Hr. Bukhari)
***** *****
lorong panjang yang dia tapaki kini berubah, dari gelap menjadi terang, dalam tatih dan dingin, aku memincingkan mata, mendekat secercah sinar dari kejauhan,
menjelma menjadi sebuah kereta di hadapan
kereta itu pun berkata ''selamat, kau telah mengucapkan passwords''
mari ikut aku menuju keselamatan dunia akherat. berpeganglah yang kuat, perjalanan kita akan sangat berat, lika liku dan mungkin akan gelap karena melewati lorong gelap''
Dia masuk dan menapaki gerbong dengan gugup, dan berfikir ''apa yang akan kutemukan disini?''
ternyata setelah masuk, disana banyak manusia yang tersenyum layaknya semanis madu, bermuka terang seterang mentari pagi.
mungkin kulit mereka sering menyantap camilan yang mengandung cahayaNYA.
dan mereka menyambut dia dengan rangkulan hangat...
tuutttt....tuuuttt....kereta pun berjalan.
Mari kita berpetualang, jika kita mati di perjalanan ini, tidak apa... karena mati dalam terang lebih baik daripada mati dalam gelap.
masinis pun berkata '' kematian selalu menjadi horor bagi setiap manusia, tetapi tidak bagi para penumpang di kereta ini, kematian adalah indah, bagi hamba yang mendambakan pertemuan dengan Tuhan.
Dia pun menikmati perjalanan,
perjalanan yang sama sekali tak mulus, banyak gonjangan,
tidak apa-apa, karena dia punya sebuncah rindu,
rindu akan sebuah perjumpaan,
***** *****
pencerahan dilakukan dengan pencarian, tak semua orang tahu, saat ini mereka ada di mana dan akan menuju kemana, Ajaib, semua yang terkonsolidasi sejak dini, hancur dan menjadi reaksi dari perjalanan hidupnya, menyublim begitu saja, hilang, ter-replace dengan konsep baru yaitu Islam, tergantikan dengan penerimaan akan ajaran islam yang sesunguhnya.
Hati manusia telah di setting mencari kebenaran dan mengetahui siapa penciptaNYA, sebelum hati menemukan jawabannya ia belum benar-benar bahagia,
maka dia pun tetap mencari,,, mencari dan pada akhirnya menemukan jawaban atas semua keganjalan di hatinya
''...hendaknya mereka memenuhi perintahku, dan beriman kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran'' ( Qs Albaqarah 186)
jadi apa itu islam, islam adalah cara hidup yang membebaskan manusia dari
jika kita mengupas habis apa itu manusia, konsep jiwa dan apa kebutuhannya, apa itu tujuan penciptaan, dan segala esensi dari penciptaan dan keberkajiran, maka kau akan jatuh cinta dengan Islam. Islam menyajikan jawaban yang lengkap dan komprehensif, sederhana, rasional, solutif dan aplikatif,
kalau Allah berkehendak, apapun bisa terjadi.
hanya dengan ilmu kita bisa selamat, bukan membebek, bukan karena ikut-ikutan yang tlah ditetapkan oleh leluhur. mencari mencari dan mencari ilmu kebenaran lah...
beremangatlah dalam pencarian untuk memperbaiki iman, dan tetaplah istiqomah di jalanNYA. karena petunjuk-petunjukNYA yang akan membawa mu ke surgaNYA...
selamat berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik.
Selamat Tahun Baru Islam 1436 Hijriah
1 Muharram
Batu, 27 Oktober 2014
Komentar
Posting Komentar