Langsung ke konten utama

episode kita

setiap kali saya merasa sedih, saya berjanji pada diri sendiri,

saya akan memberikan apapun yang tidak saya dapatkan selama ini kepada anak saya nanti,
saya akan memperjuangkan kebahagiaan untuk anak-anak saya nanti
saya akan menghormati semua pilihannya,
saya akan menghargai semua keputusannya dan selalu berdiskusi dengan anak-anak saya,
saya akan selalu bertanya... apakah kamu merasa bahagia dengan apa yang kamu lakukan dan dengan pilihanmu? kalau kamu bahagia dengan apa yang kamu pilih lakukan lah nak....
kamu bahagia sama hidupmu? apa rencanamu ke depan? 



saya pun berjanji bahwa saya dan ayahnya(entah siapapun itu) akan berbagi tugas untuk mendidik anak-anak, karena mereka adalah amanah,
yaaa... itu janji saya. 

tau kah kamu? ibu mu sudah mempersiapkan kedatanganmu seblum bertemu dengan ayahmu, 
karena saya sadar bahwa Seorang ibu adalah sekolah. Apabila engkau persiapkan dengan baik berarti engkau telah mempersiapkan generasi yang harum.

yeah.... semangat... 
karena saya ingin punya anak yang rajin, (rajin ibadah, rajin berrbuat baik, dan rajin rajin lainnya) 
jadi saya harus terus produktif, dan semangat,,,, 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

check up

lagi-lagi dan lagi, agenda tahunan, hmmm ini bukan agenda rapat LPJ tahunan organisasi ya, tapi ini agenda tahunan aku periksa / check up ke dokter kandungan alias obgyn, selain ke dokter mata dan dokter gigi.  *tutup mata *tutup telinga  tutup mata karena memang harus ngeluarin duit banyak dan tutup telinga, karena aku selalu paranoid terus sebelum check up.  lanjut cerita yuk, memang sudah hampir 4 atau 5 tahun ini saya selalu check up ke dokter kandungan,  berawal dari saya tida kedatangan ''tamubulanan'' selama 2 bulan, biasanya teratur, kok ini ga teratur yaa...*mikir dalam benakku, mesti ada-apa. oia, saya biasa periksa ke dr. Siti candra, dulunya tempat prakteknya kecil, tapi sekarang sudah gede, sudah berdiri rumah sakit yang dinamain, RSIA Galeri Candra. yang ngasih info ya mba hida. dulu, awal kesana ditanya anamnesa, kemudian di periksa USG, ternyata ga ada apa-apa, legaaaaaa rasanyaaa.... pikirku, ga di kasih ...

Hijab Ku *_*

Bismillah Jilbab yang pertama kali saya kenakan yaitu disaat selesai menempuh pendidikan di bangku SMA, tepatnya setelah pengumuman kelulusan. Di awal memakai jilbab, saya tidak memiliki motivasi apapun, hanya ingin memakai saja. Ketika itu pula tidak berfikir bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Sebagian orang berfikir matang-matang sebelum memakai jilbab, bahkan banyak pula yang mengatakan akan berjilbab hati dulu sebelum berjilbab sebenarnya. Sejujurnya kurang setuju dengan pendapat tersebut, secara rasional bagaimana caranya berjilbab hati, kalau berjilbab tubuh jelas bisa dengan pakaian hijab. Namun apapun pendapat orang harus kita hargai. ^_^ Sebenarnya latar belakang keluarga saya bukan dari keluarga islam murni, keluarga besar ibu menganut agama nasrani dan keluarga ayah menganut agama islam, setelah lulus SD hijrah ke kota malang dan hidup bersama ayah, dari sinilah kehidupan baru dimulai, dengan dimulai belajar agama islam sedikit demi sedik...

Bogor

sudah ketiga kalinya aku menginjakan di bumi Bogor, tapi baru kali ini merasa menikmati kota ini. kota yang nyaman penuh kedamaian, memberikan kesan. orangnya baik dan ramah, hawanya panas ga panas,  masih asri, belum banyak terkontaminasi.. ah jadi pingin punya rumah di sini dan tinggal di Bogor :)) apalagi jauh dari malang, bogor jadi pengganti kerinduanku tentang malang. terimakasih Bogor... besok-besok ke Bogor lagi lah kalau lagi kangen malang. aamiin,,, di jakarta jenuh...